Abstrak
ABSTRAK Anak usia dini berada pada masa golden age yang membutuhkan stimulasi tepat untuk mengembangkan kemampuan kognitif. Salah satu cara yang efektif adalah melalui kegiatan bermain menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE). Namun, berdasarkan hasil pengamatan di RA Miftahut Tholibin Sukadana Jaya Tahun Pelajaran 2025/2026, ketersediaan APE masih terbatas sehingga perkembangan kognitif anak belum optimal. Data prasurvey menunjukkan dari 12 anak usia 5–6 tahun, sebanyak 6 anak berada pada kategori Mulai Berkembang dan 6 anak masih Belum Berkembang. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan APE Rumah Kreatif sebagai media pembelajaran berbasis bermain untuk membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang diadaptasi oleh Sugiyono untuk mengembangkan Alat Permainan Edukatif (APE) Rumah Kreatif bagi anak usia 5–6 tahun di RA Miftahut Tholibin Sukadana Jaya. Tahapan penelitian meliputi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi, revisi, uji coba terbatas, dan revisi akhir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan skala Likert untuk menilai kelayakan media serta analisis capaian perkembangan anak dengan kategori BB, MB, BSH, dan BSB. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE) Rumah Kreatif di RA Miftahut Tholibin Sukadana Jaya dilakukan melalui tahapan analisis potensi dan masalah, perancangan media, validasi ahli, serta uji coba pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan APE Rumah Kreatif mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5–6 tahun. Peningkatan tersebut terjadi melalui kegiatan yang meliputi pengenalan media, penjelasan dan demonstrasi penggunaan, pembagian kelompok, pemberian kesempatan anak bermain secara mandiri dengan bimbingan guru, pengamatan, serta pemberian pertanyaan pemantik untuk menstimulasi berpikir simbolik. Melalui kegiatan tersebut anak menjadi lebih aktif dan mampu mengenal angka, mengelompokkan benda, serta memahami pola sederhana sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif.