Abstrak
Penelitian ini membahas dinamika konflik sosial dalam pernikahan antar etnis Jawa–Lampung, faktor-faktor pemicu konflik, serta strategi adaptasi dan penyelesaian yang diterapkan oleh pasangan. Tujuan penelitian adalah memahami bagaimana perbedaan budaya, adat, dan kebiasaan sehari-hari memengaruhi hubungan pasangan dan keluarga besar, serta bagaimana konflik tersebut dikelola. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terkait adat istiadat kedua suku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik muncul akibat perbedaan pandangan mengenai peran gender, hierarki keluarga, cara menunjukkan rasa hormat, dan tata cara pelaksanaan upacara adat, yang diperparah oleh kurangnya toleransi sosial dan penilaian subjektif lingkungan sekitar. Strategi adaptasi yang dilakukan pasangan meliputi diskusi terbuka, saling memahami budaya pasangan, meminta saran anggota keluarga, dan menyesuaikan kebiasaan agar tercipta harmonisasi. Konflik yang dikelola dengan baik justru memperkuat hubungan, menumbuhkan pengertian, dan meningkatkan komitmen pasangan.