Abstrak
Kesejahteraan psikologis remaja rentan terganggu akibat toxic relationship yang dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja yang terjebak dalam toxic relationship dengan mengevaluasi pendekatan SFBC sebagai metodenya. Dengan desain kuasi-eksperimen, penelitian ini melibatkan 24 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan skala Toxic Relationship yang valid dengan skor 0.40 hingga 0.79 dan reliabel dengan skor 0.934 sebagai alat pengumpulan sampel dan Psychological Well-Being yang valid dengan skor 0.6 hingga 0.95 dan reliabel dengan skor 0.543 dan 0.828 dengan menggunakan desain pretest-postest. Dalam uji asumsi dasar pada hasil pretest dan postest seluruh data berdistribusi normal dan homogen dengan signifikansi 0.05, sehingga uji T dapat digunakan untuk analisis perbedaan skor. Hasil uji T menunjukkan bahwa konseling SFBC secara signifikan meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja dalam kelompok eksperimen, dengan skor meningkat dari 44,00 menjadi 100,67. Peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, yang hanya mengalami peningkatan dari 44,25 menjadi 59,25. Dengan demikian, konseling SFBC terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja yang terjebak dalam hubungan toxic. Kesimpulan pada penelitian ini menegaskan bahwa SFBC dapat menjadi pendekatan yang efisien dan praktis karna pendekatan ini berfokus pada solusi yang dapat diterapkan dengan cepat, yang sesuai dengan karakteristik remaja yang lebih menyukai metode konseling yang langsung memberikan hasil.