ERLINA ANGGRAINI
2026 · Book · Open Access
This study examines how the status of lineage and guardianship rights of children born from interfaith marriages are positioned within the framework of Islamic law and positive law in Indonesia, particularly in Purbolinggo Village. The phenomenon of interfaith marriage presents complex legal issues, especially regarding the recognition of lineage, guardianship rights, the religious identity of children, and legal protection, which are often inconsistent between Islamic law and positive law in Indonesia. This study uses a qualitative approach with socio-legal and normative juridical methods, combining an analysis of fiqh rules and social practices in the community. The results of the study show that there is a dualism of legal status where, under positive law, interfaith marriages can be recognised through court decisions and official registration, but under Islamic law, such marriages are considered invalid, so that the parentage of children to non-Muslim fathers is not recognised. In practice, Muslim mothers generally dominate in terms of guardianship and religious education rights for children. This study emphasises the need for a harmonious and equitable legal framework that can guarantee the best interests of children in accordance with the principles of maqashid syariah and human rights. This study also highlights the dynamics of law implementation and child rights protection in the context of religious plurality in Indonesia.
MUHAMMAD FAHRUL HIDAYAT
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan menganalisis masa iddah sebagai instrumen perlindungan perempuan serta mengkritisi praktik pernikahan yang dilakukan oleh mantan suami ketika mantan istri masih menjalani masa iddah dalam perspektif fikih, maqāṣid al-syarī‘ah, dan hukum positif di Indonesia. Masa iddah pada hakikatnya merupakan ketentuan syariat yang memiliki fungsi perlindungan multidimensi terhadap nasab, martabat, kondisi psikologis, dan stabilitas sosial perempuan pascaperceraian. Namun, praktik sosial menunjukkan bahwa nilai-nilai perlindungan tersebut belum berjalan optimal karena masih ditemukan kasus pernikahan dalam masa iddah, lemahnya pemahaman masyarakat, serta minimnya pengawasan administrasi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan normatif, menggunakan analisis terhadap literatur fikih klasik, teori maqāṣid al-syarī‘ah, Kompilasi Hukum Islam (KHI), Undang-Undang Perkawinan, dan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekosongan norma dalam hukum positif Indonesia yang belum secara tegas melarang laki-laki menikah ketika mantan istrinya masih dalam masa iddah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum berbasis maqāṣid al-syarī‘ah guna memperkuat perlindungan perempuan melalui regulasi yang bersifat mengikat dan efektif dalam implementasi.
GHOSEL INDRAWAN
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini membahas dinamika konflik sosial dalam pernikahan antar etnis Jawa–Lampung, faktor-faktor pemicu konflik, serta strategi adaptasi dan penyelesaian yang diterapkan oleh pasangan. Tujuan penelitian adalah memahami bagaimana perbedaan budaya, adat, dan kebiasaan sehari-hari memengaruhi hubungan pasangan dan keluarga besar, serta bagaimana konflik tersebut dikelola. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terkait adat istiadat kedua suku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik muncul akibat perbedaan pandangan mengenai peran gender, hierarki keluarga, cara menunjukkan rasa hormat, dan tata cara pelaksanaan upacara adat, yang diperparah oleh kurangnya toleransi sosial dan penilaian subjektif lingkungan sekitar. Strategi adaptasi yang dilakukan pasangan meliputi diskusi terbuka, saling memahami budaya pasangan, meminta saran anggota keluarga, dan menyesuaikan kebiasaan agar tercipta harmonisasi. Konflik yang dikelola dengan baik justru memperkuat hubungan, menumbuhkan pengertian, dan meningkatkan komitmen pasangan.
LIA SAFIRA ALAWIYA
2026 · Book · Open Access
Abstract This study is motivated by the increasingly strong influence of English-language popular culture in the daily lives of Generation Z university students and aims to examine the influence of popular culture on the English language learning strategies of Generation Z students. A quantitative correlational research design was employed in this study. Data were collected through a structured questionnaire administered to 67 Generation Z students from the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training as well as several other universities in Lampung. The research instruments measured impact of popular culture exposure and English language learning strategies. Data analysis was conducted using descriptive statistics, Pearson product–moment correlation, and analysis of variance (ANOVA) with the assistance of IBM SPSS Statistics 24. The results reveal a very strong and statistically significant positive relationship between popular culture exposure and English language learning strategies (r = 0.983, p 0.01). In addition, the ANOVA results indicate significant differences in the use of English language learning strategies based on varying levels of popular culture exposure. These findings underscore the importance of popular culture as a meaningful factor in shaping English language learning strategies among Generation Z students and suggest its strategic integration into English language education to enhance learning effectiveness.
RINI DAYATI
2026 · Book · Open Access
vcAbstract This study investigates the relationship between anxiety and English speaking achievement among third-semester students of Islamic Family Law at Universitas Ma’arif Lampung in 2025. Speaking anxiety is a common psychological factor experienced by students and is widely believed to negatively influence their ability to communicate effectively in a foreign language. This research employed a quantitative approach using a correlational design to examine the relationship between students’ anxiety levels and their English speaking achievement. The population consisted of all third-semester Islamic Family Law students at Universitas Ma’arif Lampung, from which 50 students were selected as the sample through simple random sampling. Data were collected using the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) to measure students’ anxiety levels and speaking performance assessments to evaluate their English speaking achievement. The data were analyzed using Pearson Product Moment correlation and regression analysis with the assistance of SPSS. The findings are expected to reveal a significant negative correlation between anxiety and speaking achievement, indicating that higher anxiety levels are associated with lower speaking performance. This study is expected to provide valuable insights for lecturers and educational institutions regarding the impact of anxiety on language learning and offers practical implications for creating supportive, low-anxiety learning environments to enhance students’ English speaking achievement.
BARIK UMAIRUL ALBAB
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tradisi Rajaban bagi masyarakat Desa Rama Puja, Lampung Timur, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh adat, pelaku tradisi, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Rajaban. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rajaban tidak hanya bermakna sebagai peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai sarana penguatan keimanan, pelestarian budaya lokal, serta penguat solidaritas sosial masyarakat. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam berupa nilai aqidah, ibadah, akhlak, sosial, dan dakwah yang terinternalisasi melalui kegiatan tahlilan, doa bersama, kenduri, gotong royong, dan pengajian. Dengan demikian, tradisi Rajaban berperan strategis sebagai media pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang membentuk karakter religius dan sosial masyarakat.
VIA HAMIDA LUTFIATUL HASANAH
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai akhlak pada remaja melalui tradisi Diba' Al-Barzanji di Komunitas As-Sa'adah An-Nahdliyah di Kampung Nambah Dadi. Latar belakang penelitian ini berawal dari melemahnya akhlak remaja akibat pengaruh modernisasi dan media sosial. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini memaparkan bagaimana tradisi Diba' Al-Barzanji berfungsi sebagai pendidikan nonformal yang menanamkan nilai-nilai akhlak melalui tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Internalisasi terjadi melalui pemberian nasihat, keteladanan (uswatun hasanah), pembiasaan ibadah, serta pengalaman emosional-spiritual dalam pelantunan shalawat dan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku remaja, seperti peningkatan kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap ajaran Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi keagamaan lokal memainkan peran penting dalam membentuk akhlak remaja di era modern.
GANJAR ROBI SAYEKTI
2026 · Book · Open Access
This study aims to analyze the process of developing religius character among students through GASMI martial arts training at Ar Rohman Mosque, Metro Utara District, and to identify the supporting and inhibiting factors influencing its implementation. The research was motivated by preliminary findings indicating that several students demonstrated low levels of religious understanding, ethical behavior, and discipline prior to joining GASMI training. Employing a qualitative approach with a descriptive field research design, data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation involving fifteen students selected using purposive sampling based on their limited religious background before participating in training activities. The findings reveal that the development of religious character is fostered through the integration of religious practices into the training process, including habitual prayers before training, participation in congregational prayer, weekly recitations, fasting prior to level advancement examinations, and the implementation of educational sanctions such as calling the or reciting for students who violate training regulations. Thematic analysis highlights the strengthening of several dimensions of religious character, including discipline, responsibility, independence, honesty, cooperation, humility, courage, and patience. These results demonstrate that GASMI martial arts function not only as a physical training activity but also as an effective medium for the internalization of Islamic values. This study concludes that a religious-oriented martial arts training model significantly contributes to shaping students’ religious character and recommends further research to explore its applicability and effectiveness in broader educational and community contexts.
WULAN ANGGRAINI
2026 · Book · Open Access
This study analyzes the use of the TikTok application and its influence on the religious behavior of Muslim youth in Sukadana Ilir Village, Bunga Mayang District, North Lampung. The focus of the study was directed at late adolescents aged 17–21 who use TikTok as part of their daily routine. The research approach was qualitative with a case study, using in-depth interviews, observation, and documentation of five informants. The results showed that TikTok is used primarily for entertainment to relieve boredom, follow trends, and obtain light information. Although there is da'wah content and spiritual motivation that has the potential to have a positive impact, the dominant findings indicate a stronger negative impact, particularly in terms of decreased religious discipline, neglect of prayer obligations, and reduced socio-religious involvement. Adolescents are more interested in entertainment content than da'wah content, so religious understanding is not a priority. This study confirms that TikTok has a significant influence on adolescents' religious behavior, especially when there is a lack of self-control and family guidance. These findings are expected to form the basis for digital literacy education for parents, educators, and educational institutions to guide the use of TikTok in a healthier and more religiously valuable way.
EUIS NAINI BINTARA WARDANI
2026 · Book · Open Access
The low level of students’ interest and engagement in learning Islamic Cultural History (Sejarah Kebudayaan Islam or SKI) remains a persistent issue, primarily due to the use of less varied teaching methods, despite the availability of technological facilities in madrasahs. This condition highlights the need for innovative learning media that align with the characteristics of learners in the digital era. This study aims to examine the use of Artificial Intelligence based chatbots as interactive learning media to enhance students’ understanding of SKI and to explore students’ learning experiences and perceptions of their use. The research employed a qualitative approach using a case study method conducted at MTs Manbaul Ulum Seputih Surabaya. Research participants were selected through purposive sampling and included SKI teachers, AI and Coding teachers, and the head of a ninth grade class. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that AI based chatbots function as supportive learning media that enhance interactivity, help students understand learning materials more concisely, and encourage active participation in the learning process. However, their use is not optimal without proper guidance and teacher facilitation. These findings emphasize the importance of pedagogically integrating AI based chatbots into SKI learning to improve students’ understanding while maintaining the internalization of Islamic values.
Prof. Dr. Ir. Drs. M. Munandar Sulaeman; M.S.
2026 · Book · Open Access
Ilmu Sosial Dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial (Klasik, Modern, dan Postmodern) merupakan suatu penyediaan alat analisis dan pemandu untuk mengkaji fenomena sosial, sehingga mampu memprediksi dan mendeskripsikan gejala sosial dalam kerangka hukum hubungan antargejala sampai tahap kausalitas. Ilmu sosial dasar dan konsep ilmu sosial saling melengkapi, di mana ISD fokus sebagai konsep dasar ilmu sosial (dalam konteks) yang digunakan untuk menyelesaikan atau menjawab problem sosial secara objektif. Hal ini penting karena sistem nilai dan norma dalam masyarakat selalu mengalami reduksi menjadi anomali yang mengganggu keteraturan sosial (social order), maka ISD sebagai konsep dasar ilmu sosial dalam konteks menjadi instrumen untuk menyelesaikan problem sosial. Sedangkan, ilmu sosial merupakan perangkat deduktif, mulai dari pemikiran paradigma ilmu sosial klasik, modern, sampai postmodern, yang memadai untuk menafsir realitas sosial mulai dari karakteristik tradisional feodalistik sampai karakteristik masyarakat teknologi digital yang penuh manipulasi dengan simulasi sosial. Materi ISD dan teori sosial menjadi relevan untuk pembekalan akademik Strata 1 (ISD) dan sekolah pascasarjana (ilmu sosial klasik, modern, dan postmodern) sebagai "two in ones.
Mohd. Sulaiman Haji Yasin
2026 · Book · Open Access
Yandi Irshad Badruzzaman
2026 · Book · Open Access
Buku ini relatif komplit untuk mengenal tasawuf sebagai sebuah studi sekaligus praktik-praktik yang dilakukan. Dimulai dari pembahasan mengenal tasawuf dalam landasan teologis sampai kepada empiris kemudian dilanjutkan pada sejarah tasawuf dan di bab berikutnya dijelaskan tentang thariqat yang menjadi sistem pelembagaan tasawuf. Buku ini pun memberikan informasi komprehensif tentang implementasi tasawuf melalui dzikir dan manakib serta perbedaan di antara banyak jenis metode yang dilakukan oleh praktisi tasawuf. Buku ini sangat berguna bagi masyarakat umum khususnya para pengamal tasawuf, apapun alirannya. Pun, tulisan ini pun bisa menjadi landasan teoritis bagi para pembelajar tasawuf secara khusus atau umumnya bagi mahasiswa yang belajar tentang Islam dan turunannya. “Abah menyambut gembira dengan rampungnya buku berjudul “Tasawuf dalam Dimensi Zaman” yang membahas mengenai beberapa point penting mengenai dunia tasawuf berikut thariqah dan sebagian sejarah-nya yang disusun oleh Ustadz Muda dari Singaparna, Yandi Irshad Badruzzaman. Bahasan tema pada perbabnya merupakan hal-hal yang penting untuk diketahui oleh Ikhwan thariqah khususnya ataupun kaum muslimin pada umumnya.” Syaikh KH. Moch Abdul Ghaos SM. (Mursyid TQN Suryalaya Sirnarasa Silsilah ke – 38) “Mengenal Tasawuf ibarat tersesat di hutan belantara yang membutuhkan kompas untuk keluar dari ketidak pahaman. Butuh mursyid untuk menunjukan jalan tujuan juga butuh ketekunan “salik” dalam menjalani thariqah yang sedang dijalaninya. Buku ini adalah salah satu panduan agar tasawuf tidak terjebak dalam sistem kebatinan yang sesat.” Prof. Dr. H. Muchtar Solihin, M.Ag. (Guru Besar Ilmu Tasawuf, UIN SGD Bandung)
Muhamad Basyrul Muvid; M.Pd.
2026 · Book · Open Access
Masyarakat abad global kebanyakan telah kehilangan visi keilahian, krisis spiritual, intelektual, sosial dan dekadensi moral, akibat pola hidup yang cenderung rasional, hedonis, pragmatis, materialis, sekuler dan individualis yang menjauhi nilai-nilai agama bahkan meninggalkan agama untuk mendewakan dunia, ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka beranggapan bahwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memenuhi segala kebutuhannya, dan dunia sebagai tempat untuk melampiaskan segala hasrat dan segala keinginan tak terkontrol. Sehingga lama-kelamaan mereka mengalami kekeringan spiritual, jiwa mereka gersang, rohani mereka layu dan hati mereka mati. Akibatnya, berdampak pada cara pikir (paradigma), moral, sosial mereka yang cenderung menurun. Untuk itu, diperlukan solusi yang konkret untuk mengatasi permasalahan rohaniah tersebut. Di antara solusi yang mengarah kepada aspek rohani dalam ajaran Islam yang paling mendekati adalah tasawuf, melalui siraman ajaran tasawuf ini diharapkan masyarakat abad global ‘kembali’ kepada pengkuan ilahi dengan tetap eksis mengarungi kehidupan dunia. Sehingga akan mengantarkan mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat secara seimbang (tawazun). Inilah yang dinamakan dengan “Tasawuf Kontemporer”, yang mengedepankan nilai-nilai keselarasan, sinergitas, integrasi dan keseimbangan antara rohani-jasadi, individu-sosial, dunia-akhirat, syari’at-hakikat, fiqih-tasawuf, vertikal-horizontal dan dzhahir–batin yang dapat mengantarkan manusia hidup secara seimbang, toleran, aktif, solutif, reaktif, optimistis, agamis, humanis dan berbudi luhur.
Muhammad Basyrul Muvid; M.Pd.
2026 · Book · Open Access
Buku ini mengungkap berbagai macam aliran sufistik dalam dunia tasawuf yang memiliki corak tersendiri dan sudut pandang yang berbeda dengan tujuan yang sama, yakni untuk mendekatkan diri, mengenal dan mengetahui hakikat Allah swt, dan usaha menjadi seorang hamba yang benar-benar hamba. Benar-benar hamba maksudnya adalah hamba yang memahami eksistensi dan esensi dirinya sebagai seorang ciptaan Tuhan. Adanya aliran-aliran dalam dunia tasawuf ini menjadi bukti bahwa tasawuf tidak hanya dipahami dan dikaji dalam satu sisi, melainkan banyak sisi. Sehingga melahirkan berbagai ragam perbedaan tipologi. Adanya yang menitik beratkan pada aspek ruhaniah, akhlak, akal, rasa (dzauq), amaliah, cinta, sosial, modern (tawazaun; keseimbangan), kebangsaan dan lain sebagainya. Yang pada intinya adalah sama-sama ingin menjadi seorang hamba yang benar, yang dekat dengan Tuhan dan menjadi hamba yang baik, yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Tipologi-tipologi seperti inilah yang membuat tasawuf kaya, yakni kaya akan model (desain) yang akhirnya membuat tasawuf ini ilmu yang unik. Sehingga, layak untuk terus dikaji, didalami dan diamalkan.
Dr. H. Aep Saepulloh; M.Si.; DR. H. A. Rusdiana; M.M.
2026 · Book · Open Access
PARADIGMA baru sistem pendidikan tinggi Indonesia mengubah latar belakang filosofis serta metodologi proses pembelajaran. Mulai tahun akademik 2002/2003 diberlakukan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) bagi seluruh program studi di Perguruan Tinggi Indonesia. KBK menekankan kejelasan hasil didik pendidikan tinggi sebagai seseorang yang menguasai: (1) Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan tertentu, (2). Penerapan Ilmu Pengetahuan dan keterampilan dalam bentuk kekaryaan, (3) Sikap berkarya, (4) Hakikat dan kemampuan dalam berkehidupan bermasyarakat dengan pilihan kekaryaan, dan (5) Nilai-nilai dasar agama, budaya serta kesadaran berbangsa, bernegara, untuk menjadi pedoman bagi penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya. Mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) adalah salah satu mata kuliah dari kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 47/DIKTI/Kep/ 2006, Tentang Rambu-Rambu Pelaksana-an Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) merupakan suatu kajian tentang masalah sosial budaya yang diharapkan agar mahasiswa memiliki rasa kemanusiaan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan secara universal. Visi ISBD: Berkembangnya mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Misi ISBD: Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada maha siswa untuk memahami keragaman, kesederajatan dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumberdaya manusia dan lingkungannya.Tujuan ISBD: (a) agar mahasiswa mempunyai minat kebiasaan untuk menyelidiki segala sesuatu yang terjadi dalam lingkungan hidup masyarakat, (b) agar mahasiswa mempunyai kesadaran atas nilai-nilai yang dianut dan kesadaran tentang bagaimana hubungan antara nilai-nilai tersebut dalam masyarakat, (c) keberanian untuk menerima dan mempertahankan nilai-nilai yang baik dan berani menolak nilai-nilai yang negatif baik dari lingkungan, kebudayaan, diri sendiri maupun kebudayaan asing. Atas sasar itu, ISBD diperuntukkan bagi para mahasiswa pada berbagai jurusan dan program studi khususnya program studi Eksakta, juga setiap orang yang ingin belajar tentang Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. ISBD merupakan integrasi antara Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD) yang memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya. Penyajiannya dimulaia dari pengantar ISBD, selanjutnya berturut-turut manusia sebagai makhluk budaya; manusia dan peradaban, manusia sebagai makhluk individu dan sosial, manusia, keragaman, dan kesejahteraan, Moralitas dan hukum, manusia, sains, dan teknologi, dan diakhiri dengan manusia dan lingkungan. Buku ini sangat berguna dan dapat membantu para pembaca dalam mendalami pengetahuannya tentang ISBD karena dalam buku ini menyajikan/membahas secara realistis mengkaji masalah sosial, kema-nusiaan, dan budaya sebagai modal dasar pembangunan bangsa dan negara. Buku ini disajikan sangat sederhana dan mudah untuk difahami. Namun demikian penulis masih menyadari bahwa buku ini masih terdapat beberapa kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk penyempurnaan pada edisi berikutnya. Demikian penulis sampaikan sebagai pengantar dari buku ini, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca. Penulis berharap, kehadiran buku Edisi ke IV ini dapat memberikan inspirasi dan urun rembuk, pada pemecahan, mencerdaskan, dan menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan dalam pembelajaran Mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bandung, 15 Pebruari 2021 Penulis Revisi IV,
Tarsis Tarmudji
2026 · Book · Open Access
MAULANA RAMADHAN
2025 · Book · Open Access
This study aims to examine how technology influences religious understanding among the youth in Bumiraharjo Village, Bumiratu Nuban Subdistrict. The focus includes types of technology used, the ways technology is employed in religious contexts, and the positive impacts as well as challenges. A qualitative method is applied, using field study: data collection through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The subjects are young people aged 15-25 residing in Bumiraharjo village. The results show that technology—especially social media, religious applications, and online platforms—broadens access to religious materials and supports discussions and personal reflection. However, there are challenges such as invalid information, distraction due to worldly content, and lack of mentorship from local religious figures. The study recommends strengthening religious digital literacy and collaboration between youth and religious leaders to use technology wisely.
FATKHURI ZUFRON
2025 · Book · Open Access
Penerapan metode Sorogan dalam pembelajaran kitab kuning di pesantren, memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan pemahaman agama Islam bagi para santri. Di Pondok Pesantren Nurul Anwar Kota Metro, metode ini diaplikasikan salah satunya pada santri kelas Alfiyah Awal untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam membaca dan memahami kitab-kitab fiqh, termasuk kitab fatkhul Qorib. Fatkhul Qorib, sebagai kitab fiqh klasik yang dipelajari di pesantren, menjadi fokus utama dalam pembelajaran sorogan di Kelas Alfiah Awal, mengingat kitab Fatkhul Qorib memberikan dasar yang kuat dalam memahami hukum-hukum Islam yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pertanyaan penelelitian dalam penelitian ini yaitu bagaimana Implementasi Metode Sorogan kitab fatkhul qorib Pada Santri Kelas Alfiah Awal Di Pondok Pesantren Nurul Anwar Metro. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Implementasi Metode Sorogan Kitab Fatkhul Qorib Pada Kelas Alfiah Awal Di Pondok Pesantren Nurul Anwar Metro. Metode penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif lapangan, yang dikenal juga sebagai field research. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang relevan dan mendalam terkait pelaksanaan metode sorogan kitab fatkhul qorib pada santri kelas alfiyah awal di pondok pesantren nurul anwar metro. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data melalui pengujian dari berbagai perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi metode sorogan kitab Fatkhul Qorib kelas Alfiah Awal di Pondok Pesantren Nurul Anwar dimulai dengan doa dan bacaan Surat Al-Fatihah lalu secara bergiliran membaca. Metode ini memungkinkan pembelajaran personal, memperdalam pemahaman santri, dan memperkokoh penguasaan kitab. Faktor pendukung seperti dedikasi pengajar dan antusiasme berperan penting, meskipun ketergantungan pada kitab terjemahan dan ketidakseriusan menjadi hambatan.
HANIF NUR FADHOLI
2025 · Book · Open Access