Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.019 item publik

Publikasi

Halaman 19 dari 101

IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK UNTUK MENUMBUHKAN PEMAHAMAN BERMAKNA PADA SISWA DI MTsS TQ AL-FALAHIYAH BATANGHARI

AHMAD KHOIRUR ROZIQIN
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta dampaknya terhadap pemahaman bermakna siswa di MTsS TQ Al-Falahiyah Batanghari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru Akidah Akhlak dan siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak dilakukan melalui kegiatan diskusi, refleksi pembelajaran, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam. Faktor pendukung dalam penerapan pendekatan ini antara lain kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang aktif, keterlibatan siswa dalam diskusi, serta lingkungan belajar yang kondusif. Namun demikian, terdapat beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan belajar siswa, serta belum terbiasanya sebagian siswa dengan model pembelajaran yang menuntut partisipasi aktif

Internalisasi Adab Tholabul Ilmi Dalam Kitab Alala Pada Santri Tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo

NISA ROFIAN DANIAH
2026 · Book · Open Access

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam pembinaan ilmu dan pembentukan karakter santri. Salah satu aspek utama dalam tradisi pendidikan pesantren adalah penanaman adab tholabul ‘ilmi sebagai fondasi dalam proses menuntut ilmu. Pembelajaran kitab-kitab klasik tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai adab tholabul ‘ilmi melalui pembelajaran Kitab Alala pada santri tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo Sukajadi Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, ustadzah pengampu, serta santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui penyampaian teks, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, serta keteladanan ustadz dan pengurus pesantren. Nilai seperti niat yang benar, kesungguhan, kesabaran, dan penghormatan kepada guru tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku santri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teks klasik, kultur pesantren, dan relasi edukatif guru–santri berperan penting dalam membangun fondasi karakter sejak tahap awal pendidikan.

Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Tradisi Pelangkahan Pada Upacara Perkawinan Di Desa Sidomulyo Kec. Mesuji Kab. Mesuji

EVA YUNIARTI
2026 · Book · Open Access

Tradisi pelangkahan sebagai bagian dari kearifan lokal dalam upacara perkawinan memiliki peran strategis sebagai media internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, tradisi ini masih dipraktikkan sebagai bentuk penghormatan seorang adik kepada kakak yang dilangkahi dalam pernikahan, sekaligus merefleksikan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual yang sejalan dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam tradisi pelangkahan, mengidentifikasi nilai-nilai utama yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji relevansinya terhadap pembentukan karakter masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan melalui metode etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pengantin, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui tahapan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan, dengan nilai-nilai utama yang meliputi ketuhanan (takwa), adab dan akhlakul karimah, ukhuwah, qana‘ah, ta‘awun, serta tanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi pelangkahan tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai wahana pendidikan akhlak nonformal yang efektif dalam membentuk pribadi yang religius, santun, dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian pendidikan Islam berbasis kearifan lokal serta menjadi rujukan praktis bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pelestarian tradisi yang bermakna edukatif.

Media Sosial Tiktok dan Dampaknya Terhadap Konsentrasi Akademik Remaja Awal

CALISTA AGRIFFINA
2026 · Book · Open Access

Meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap konsentrasi belajar. TikTok merupakan salah satu platform yang banyak digunakan oleh siswa karena menyediakan konten video singkat yang menarik dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial Tiktok terhadap konsentrasi belajar remaja awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional. Populasi penelitian N =193 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kotagajah dengan sampel N = 138 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Social Media Engagement Scale for Adolescents (SMES-A) sebanyak 11 item dan skala konsentrasi belajar sebanyak 28 item. Analisis data menggunakan korelasi product moment dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,030 dengan nilai signifikansi 0,725 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar siswa. Hasil regresi juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial hanya memberikan kontribusi sebesar 0,1% terhadap variasi konsentrasi belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi konsentrasi belajar siswa, karena konsentrasi belajar juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, minat terhadap pelajaran, serta lingkungan belajar

Implementasi Metode Eksperimen Dalam Meningkatkan Kemampuan Sain Anak Usia 5-6 Tahun Di TK MA'ARIF 28 GUNUNG ADI

SUMARTIN
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan sains anak usia 5-6 tahun di TK Ma'arif 28 Gunung Adi, sebagaimana terlihat pada hasil prasurvey yang menunjukkan sebagian besar anak berada pada kategori Belum Berkembang dan Mulai Berkembang. Pembelajaran sains yang bersifat pasif dan kurang memberikan pengalaman langsung menyebabkan anak belum optimal dalam mengamati, mengklasifikasikan, memprediksi, dan memahami hubungan sebab-akibat. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada penerapan metode eksperimen sebagai strategi pembelajaran yang menstimulasi keterampilan berpikir ilmiah, kreativitas, dan keterlibatan aktif anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi metode eksperimen dalam meningkatkan kemampuan sains anak usia 5-6 tahun di TK Ma'arif 28 Gunung Adi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian lapangan. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi, penyajian (display), dan penarikan kesimpulan secara induktif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen efektif meningkatkan kemampuan sains anak usia 5-6 tahun. Anak menjadi lebih aktif dalam kegiatan eksploratif, mampu memecahkan masalah sederhana, kreatif, memahami hubungan sebab-akibat, serta terampil mengklasifikasikan dan mengurutkan benda. Keberhasilan ini didukung oleh perancangan kegiatan yang sistematis, variasi media, dan pendekatan interaktif, sehingga anak lebih termotivasi dan belajar melalui pengalaman langsung. Dengan demikian, metode eksperimen dapat dijadikan strategi pembelajaran sains yang menyenangkan sekaligus membangun dasar kompetensi ilmiah anak usia dini secara berkelanjutan.

Pengembangan Media Triplek Menjadi Laci Ajaib untuk Meningkatkan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun di TK Birrul Walidain Gondangrejo Pekalongan Lampung Timur

AGUSTININGSIH
2026 · Book · Open Access

TK Birrul Walidain Gondangrejo Pekalongan Lampung Timur merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang berupaya mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak, khususnya kemampuan kognitif. Namun, berdasarkan hasil observasi awal,proses pembelajaran masih didominasi oleh penggunaan media yang terbatas dan kurang variatif, sehingga anak belum sepenuhnya terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Anak usia 4-5 tahun membutuhkan media pembelajaran yang konkret, menarik, dan interaktif agar mampu memahami konsep secara lebih bermakna. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media triplek menjadi “Laci Ajaib”untuk meingkatkan kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun di TK Birrul Walidain Gondangrejo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Media triplek menjadi “Laci Ajaib” dirancang untuk membantu anak mengenal konsep, berpikir logis, serta menyelesaikan masalah sederhana melalui kegiatan pembelajaran yang konkret dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media triplek menjadi “Laci Ajaib” layak digunakan sebagai media pembelajaran dan efektif dalam membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Penggunaan media ini mampu meningkatkan minat belajar, mendorong keterlibatan aktif anak. Dengan demikian, media triplek menjadi “Laci Ajaib” dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun.

Pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE) "Rumah Kreatif" Untuk mengembangkan aspek Kognitif pada anak usia 5-6 tahun di RA Miftahut Tholibin Sukadana Jaya.

RODHIAH UMRI
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK Anak usia dini berada pada masa golden age yang membutuhkan stimulasi tepat untuk mengembangkan kemampuan kognitif. Salah satu cara yang efektif adalah melalui kegiatan bermain menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE). Namun, berdasarkan hasil pengamatan di RA Miftahut Tholibin Sukadana Jaya Tahun Pelajaran 2025/2026, ketersediaan APE masih terbatas sehingga perkembangan kognitif anak belum optimal. Data prasurvey menunjukkan dari 12 anak usia 5–6 tahun, sebanyak 6 anak berada pada kategori Mulai Berkembang dan 6 anak masih Belum Berkembang. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan APE Rumah Kreatif sebagai media pembelajaran berbasis bermain untuk membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang diadaptasi oleh Sugiyono untuk mengembangkan Alat Permainan Edukatif (APE) Rumah Kreatif bagi anak usia 5–6 tahun di RA Miftahut Tholibin Sukadana Jaya. Tahapan penelitian meliputi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi, revisi, uji coba terbatas, dan revisi akhir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan skala Likert untuk menilai kelayakan media serta analisis capaian perkembangan anak dengan kategori BB, MB, BSH, dan BSB. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE) Rumah Kreatif di RA Miftahut Tholibin Sukadana Jaya dilakukan melalui tahapan analisis potensi dan masalah, perancangan media, validasi ahli, serta uji coba pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan APE Rumah Kreatif mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5–6 tahun. Peningkatan tersebut terjadi melalui kegiatan yang meliputi pengenalan media, penjelasan dan demonstrasi penggunaan, pembagian kelompok, pemberian kesempatan anak bermain secara mandiri dengan bimbingan guru, pengamatan, serta pemberian pertanyaan pemantik untuk menstimulasi berpikir simbolik. Melalui kegiatan tersebut anak menjadi lebih aktif dan mampu mengenal angka, mengelompokkan benda, serta memahami pola sederhana sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif.

Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Digital Dalam Pendidikan Karakter Islami.

RENDI OKTA SAPUTRA
2026 · Book · Open Access

The development of digital technology has transformed learning into a more interactive process through media such as Quizizz and similar platforms, thereby increasing students’ motivation and participation. In Islamic education, this innovation supports the contextual delivery of Islamic values while strengthening students’ digital literacy. This study describes the implementation of digital-based learning media through the Quizizz platform in Islamic Religious Education (PAI) to strengthen the 5S character values (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, and Santun — greeting, addressing, smiling, politeness, and courtesy) among students of classes X2 and X3 at SMAN 1 Sekampung Udik. The research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. The findings indicate that the implementation of Quizizz was carried out through structured stages of planning, implementation, and evaluation under teacher supervision and in accordance with school regulations. Interactive quiz-based learning encouraged students to be more active, enthusiastic, disciplined, and accustomed to applying 5S values in classroom interactions. Thus, digitalbased learning media through Quizizz is able to provide innovative and effective Islamic Religious Education while strengthening contextual and well-controlled Islamic character education.

Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pengembangan Nilai Multikultural Di SMK Negeri 1 Raman Utara Lampung Timur

YUSNI DITA ASTIKA
2026 · Book · Open Access

This study aims to describe the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in developing multicultural values at SMK Negeri 1 Raman Utara, East Lampung. This study used a qualitative approach with data collection techniques including non-participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. Subjects included the principal, Islamic Religious Education (PAI) teachers, and 10th-grade students. The results indicate that Islamic Religious Education (PAI) teachers act as facilitators, mentors, motivators, learning managers, and role models in instilling the values of tolerance, justice, anti-discrimination, and brotherhood. Multicultural values are developed through the integration of tasamuh (tolerance) material into learning, group discussions, case studies, and the promotion of mutual respect. Supporting factors include a conducive school culture and cooperation among school members, while inhibiting factors stem from differences in student understanding and the influence of the external environment. In conclusion, this study highlights that the active role of Islamic Religious Education teachers is crucial in shaping students’ multicultural awareness and tolerant attitudes. The findings contribute to the development of inclusive and value-based learning practices in Islamic education, particularly in strengthening character education and fostering harmonious relationships within diverse school communities.

Peran dan Strategi Guru Akidah Akhlak Dalam Penanaman Nilai Moral dan Toleransi Untuk Menimalisir Terjadinya Bullying di Kalangan Siswa-Siswi Mts Tri Bhakti AT-taqwa

ASIH AZZAHRA
2026 · Book · Open Access

Bullying is a common problem in schools and can negatively impact students' psychological and social development. Therefore, effective efforts are needed to prevent and minimize bullying behavior among students. One such effort is through the instilling of moral values and tolerance in Akidah Akhlak learning. This study aims to determine the role and strategies of Akidah Akhlak teachers in instilling moral values and tolerance to minimize bullying among students at MTs Tri Bhakti At-Taqwa. This study uses a qualitative approach with field research. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation, while data analysis uses data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results of the study indicate that Akidah Akhlak teachers have an important role in shaping students' character through the instilling of moral values such as mutual respect, respect for differences, and fostering empathy for others. The strategies used by teachers include integrating moral values into the learning process, providing role models for students, taking a personal approach to students, and instilling tolerance in everyday life in the school environment. Instilling these moral values has a positive impact on student behavior so that it can help minimize the occurrence of bullying among students.

Peran Mirroring Behavior Dalam Kepemimpinan Pengurus Pesantren Di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Dayamurni

RAMANDHANI NURUL HIDAYAH
2026 · Book · Open Access

Pondok pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam membangun kepemimpinan pengurus yang efektif, termasuk di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Dayamurni. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran mirroring behavior dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan pengurus pesantren serta menganalisis hubungan mirroring interpersonal dengan performa kepengurusan, termasuk dampaknya terhadap kedisiplinan dan pembentukan karakter santri. Masalah penelitian berfokus pada ketidakpastian hubungan antara mirroring behavior dua arah dengan efektivitas kepemimpinan, serta risiko inkonsistensi yang mengancam keberlanjutan sistem kepengurusan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan model field research dan bersifat deskriptif-analitik, penelitian lapangan ini dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Dayamurni dengan subjek penelitian para pengurus dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mirroring behavior terwujud dalam tiga bentuk utama: mirroring verbal (peniruan gaya bahasa dan intonasi kyai/nyai), mirroring non-verbal (peniruan bahasa tubuh, cara berpakaian, dan gestur), serta sinkronisasi emosional (penyelarasan kondisi emosional dengan figur panutan). Temuan ini mengonfirmasi bahwa pengurus berperan sebagai “cermin” figur otoritas yang menciptakan efek domino kepemimpinan bertingkat, meningkatkan kepatuhan santri berbasis rasa hormat dan keteladanan.

Pengaruh Metode Peer Lesson Berbasis Media Digital Interaktif Dalam Meningkatkan Nilai Pada Pembelajaran Ski Di MA Darul Ulum Tulang Bawang Barat

TESYA DELA PUSPITA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh metode peer lesson berbasis media digital interaktif terhadap peningkatan nilai pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MA Darul Ulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 36 siswa kelas X yang sekaligus dijadikan sampel melalui teknik saturated sampling (sampling jenuh). Instrumen penelitian berupa 20 butir soal pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan korelasi product moment dan Cronbach’s Alpha dengan bantuan SPSS versi 27. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Liliefors, uji paired sample t-test untuk pengujian hipotesis, serta uji N-gain untuk mengukur efektivitas perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar dari 53% pada pretest menjadi 69% pada posttest. Nilai t hitung (3,461) lebih besar daripada t tabel (2,021), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Nilai N-gain sebesar 0,6445 termasuk dalam kategori efektivitas sedang. Dengan demikian, metode peer lesson berbasis media digital interaktif berpengaruh signifikan dan cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar SKI siswa.

Perlindungan Hak Anak atas Identitas Diri dalam Kasus Penolakan Ayah Angkat Mengungkap Orang Tua Kandung: Tinjauan Yuridis dan Implikasi Hukumnya (Studi Kasus di Desa Sumber Gede Lampung Timur)

ADE FAJAR ARIYANTO
2026 · Book · Open Access

Abstrak Penelitian ini mengkaji praktik penyembunyian identitas asal anak angkat yang masih terjadi dalam pola pengangkatan anak berbasis kekerabatan di Desa Sumber Gede. Kajian difokuskan pada bagaimana adopsi yang berlangsung tanpa prosedur hukum formal dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat serta implikasinya terhadap pemenuhan hak identitas anak menurut sistem hukum nasional. Penelitian bertujuan mengidentifikasi pola pengangkatan anak yang berkembang secara sosial sekaligus menilai kesesuaiannya dengan ketentuan perlindungan identitas anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis empiris melalui studi lapangan di Desa Sumber Gede. Data primer diperoleh dari wawancara dengan orang tua angkat, keluarga biologis, aparat desa, serta tokoh masyarakat, sedangkan data sekunder berasal dari peraturan perundang-undangan dan literatur hukum. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Temuan penelitian memperlihatkan dua pola pengangkatan anak, yaitu pengasuhan tanpa perubahan dokumen kependudukan serta perubahan identitas administratif tanpa penetapan pengadilan, yang berpotensi mengabaikan hak identitas anak sehingga diperlukan penguatan edukasi hukum dan pembinaan administratif oleh pemerintah daerah, aparat desa, dan lembaga peradilan

Pengulangan Akad Nikah dalam Dimansi Fiqih dan Hukum Positif : Studi pada Peristiwa Akad Nikah di KUA Metro Utara

NIKE ADE ANGGRAENI
2026 · Book · Open Access

Abstrak Fenomena akad nikah berulang di Kantor Urusan Agama (KUA) mencerminkan dualitas normatif yang kompleks antara Hukum Islam (Fiqh al-Munakahat), yang memprioritaskan validitas yang signifikan (shar'i), dan Hukum Positif Indonesia (Hukum Administrasi Negara), yang mewajibkan pendaftaran untuk legalitas formal. Secara teologis, pernikahan yang tidak terdaftar sudah dianggap sah jika memenuhi rukun dan syaratnya; namun, status hukumnya yang tidak diakui di negara menimbulkan implikasi serius terhadap hak-hak turunan pernikahan, seperti yang berkaitan dengan anak, warisan, dan harta bersama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pernikahan dengan akad ganda (siri dan resmi) dalam komunitas Muslim dan untuk meneliti perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif terhadap praktik ini. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah pengulangan akad nikah yang dilakukan di KUA merupakan praktik tajdid al-nikah (pembaharuan akad secara teologis) atau hanya prosedur administratif formal yang tidak mengubah status hukum keagamaan yang ada. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di KUA Metro Utara, penelitian ini menerapkan pendekatan ganda: analisis yuridis-normatif untuk mengkaji dasar hukum dan pendekatan empiris untuk memahami praktik dan motivasi di lapangan.

Sinkronisasi dispensasi nikah bagi pasangan di bawah umur menurut adat lampung sai batin dan undang undang nomor 16 tahun 2019 (stady di marga ngaras pesisir barat)

SULIS TIYAWATI
2026 · Book · Open Access

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik nikah bagi pasangan di bawah umur menurut adat Lampung Saibatin di Marga Ngaras Pesisir Barat serta menilai tingkat sinkronisasinya dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, aparat Kantor Urusan Agama, dan pasangan yang menikah di bawah umur, serta didukung oleh studi dokumentasi dan analisis peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perkawinan anak masih terjadi di masyarakat adat Lampung Saibatin di Marga Ngaras, di mana mayoritas pasangan melaksanakan perkawinan secara agama dan melakukan prosesi adat dengan persetujuan kepala adat, sementara mekanisme dispensasi nikah sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 jarang ditempuh. Hal ini menunjukkan bahwa hukum adat dan legitimasi sosial memiliki pengaruh yang lebih dominan dibanding hukum negara, sehingga meskipun pemerintah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) telah melakukan sosialisasi pencegahan perkawinan anak, praktik adat yang menekankan kehormatan keluarga dan harmoni sosial masih menjadi faktor utama dalam pelaksanaan perkawinan anak. Kata Kunci: Nikah bawah umur, Hukum Adat Lampung Saibatin, Undang-Undang Perkawinan, Sinkronisasi Hukum.

Pencegahan Perkawinan Anak dibawah Umur dalam persfektif Hukum Islam dan Peraturan Perundang Undangan

FAYYADH AKRAM
2026 · Book · Open Access

ABSTRACT Penelitian ini mengkaji pencegahan perkawinan anak di bawah umur dalam perspektif hukum Islam dan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Perkawinan anak masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada aspek pendidikan, kesehatan, psikologis, serta perlindungan hak anak. Secara normatif, Islam menempatkan perkawinan sebagai institusi sakral yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan, ketenteraman, dan keberlanjutan keturunan. Sementara itu, hukum positif Indonesia melalui perubahan batas usia perkawinan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 merupakan langkah progresif dalam memperkuat perlindungan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan analisis konseptual terhadap dalil-dalil fikih, maqāṣid al-syarī‘ah, serta regulasi nasional terkait perlindungan anak dan perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan perkawinan anak sejalan dengan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl). Oleh karena itu, sinergi antara hukum Islam dan peraturan perundang-undangan menjadi instrumen penting dalam menekan angka perkawinan anak di Indonesia.

Dampak Kebiasaan Orang Tua Bermain Tik Tok Terhadap Moralitas Anak di Desa Trimulyo

MUHAMMAD ZAENAL ARIFIN
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana intensitas penggunaan TikTok, jenis konten yang dikonsumsi, serta pola interaksi ibu-anak berkontribusi terhadap perkembangan moral anak di Desa Trimulyo, terutama pada aspek ketaatan terhadap aturan, empati, kontrol diri, tanggung jawab, dan kejujuran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebiasaan orangtua, khususnya ibu, dalam menggunakan platform TikTok sebagai hiburan sehari-hari yang secara tidak langsung dapat memengaruhi pembentukan moralitas anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik purposive sampling yang melibatkan lima orangtua pengguna aktif TikTok dan lima anak usia 712 tahun. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Kepala Desa Trimulyo, orangtua, dan anak, serta dokumentasi pendukung berupa profil desa dan catatan aktivitas digital keluarga. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui proses reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan orangtua bermain TikTok secara berlebihan berdampak signifikan terhadap penurunan kualitas moral anak, terlihat dari berkurangnya interaksi emosional, melemahnya pengawasan, serta meningkatnya perilaku meniru konten tanpa pemahaman moral. Meskipun terdapat beberapa konten positif, penggunaan TikTok yang tidak terkontrol lebih banyak memengaruhi perilaku anak secara negatif. Temuan ini menegaskan perlunya pendampingan digital dan penguatan peran orangtua sebagai teladan moral dalam keluarga.

Implementasi Penggunaan AI Text to Speech Terhadap Kemampuan Membaca Pemula di Kelas 2B SD Al Qur’an Roudlotut Tholibin

DEDE AHMAD RAMADANI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan pengaruh penggunaan AI Text-to-Speech (AI TTS) terhadap kemampuan membaca pemula siswa kelas 2B SD Al Qur’an Roudlotut Tholibin. Membaca merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai anak sejak dini sebagai fondasi penguasaan ilmu pengetahuan lainnya. AI TTS hadir sebagai teknologi inovatif yang mengubah teks menjadi suara dengan intonasi, pelafalan, dan jeda alami, sehingga siswa dapat mendengar contoh bacaan yang benar sekaligus melihat teks secara bersamaan. Teknologi ini membantu pembaca pemula memahami hubungan huruf, kata, dan bunyi, serta meningkatkan motivasi belajar secara interaktif dan mandiri. Penelitian dilakukan di SD Al Qur’an Roudlotut Tholibin selama ±15 hari dengan subjek penelitian 15 siswa kelas 2B (6 laki-laki dan 9 perempuan), guru kelas, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes membaca pemula, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi AI TTS berjalan efektif dan terstruktur, dimulai dari huruf, suku kata, kata, hingga kalimat sederhana, dibimbing guru untuk memastikan pelafalan, intonasi, dan pemahaman siswa. Evaluasi menunjukkan distribusi kemampuan membaca siswa: 2 siswa Kurang Lancar, 4 siswa Cukup Lancar, 7 siswa Lancar, dan 2 siswa Sangat Lancar. Mayoritas siswa mampu membaca dengan baik, sedangkan siswa yang awalnya kesulitan mengalami peningkatan bertahap. AI TTS terbukti meningkatkan kelancaran membaca, ketepatan pelafalan, pemahaman bacaan, serta minat belajar. Dengan demikian, AI TTS menjadi strategi pembelajaran inovatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemula siswa kelas 2B SD Al Qur’an Roudlotut Tholibin, sekaligus mendukung literasi digital sejak dini.

Resistensi dan Adaptasi Pendidikan Islam Tradisional Terhadap Modernisasi Di Pondok Pesantren Al Manshuriyah

CHAFIDZOTUR ROFI'AH ALFADDI
2026 · Book · Open Access

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran strategis dalam menjaga transmisi nilai-nilai keislaman sekaligus menghadapi tantangan modernisasi pendidikan. Proses modernisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi, perubahan kurikulum, serta tuntutan kompetensi global menuntut pesantren untuk melakukan penyesuaian tanpa kehilangan identitas tradisionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk resistensi dan adaptasi pendidikan Islam tradisional terhadap modernisasi di Pondok Pesantren Al Manshuriyah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengasuh pesantren, ustaz, dan santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi ditunjukkan melalui upaya mempertahankan sistem pengajaran kitab kuning, pola relasi kiai-santri, serta pelestarian tradisi keagamaan pesantren. Sementara itu, adaptasi diwujudkan melalui pengintegrasian kurikulum formal, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta pengembangan keterampilan santri sesuai kebutuhan zaman. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren tidak sepenuhnya menolak modernisasi, melainkan melakukan seleksi dan rekontekstualisasi agar selaras dengan nilai-nilai Islam dan karakter pesantren. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian pendidikan Islam serta menjadi rujukan praktis bagi pengelola pesantren dalam mengelola perubahan secara bijak dan berkelanjutan.

Internalisasi nilai-nilai Islam dalam tradisi mapag panganten masyarakat Sunda di desa Banjar kerta Rahayu Lampung Tengah

KHARISMA SELVIANA
2026 · Book · Open Access

Tradisi Mapag Panganten merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sunda yang masih lestari di Desa Banjar Kerta Rahayu, Lampung Tengah. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai rangkaian upacara penyambutan pengantin, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, sosial, dan religius yang mencerminkan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Islam dalam tradisi Mapag Panganten serta mengidentifikasi bentuk-bentuk nilai Islami yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan tradisi Mapag Panganten. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mapag Panganten mengandung nilai-nilai Islam seperti nilai tauhid, adab dan akhlak, doa dan tawakal, ukhuwah Islamiyah, serta rasa syukur kepada Allah SWT. Proses internalisasi nilai-nilai terjadi melalui simbol-simbol ritual, doa, nasihat tokoh adat dan agama, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian acara. Tradisi ini menjadi sarana efektif dalam menanamkan ajaran Islam secara kultural kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga mampu menjaga keseimbangan antara nilai agama dan budaya lokal. Mapag Panganten tidak hanya berfungsi sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial masyarakat di Desa Banjar Kerta Rahayu.