COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA MELALUI DAKWAH KULTURAL GUS DUR DI GERAKAN PEMUDA ANSHOR DESA TOTO KATON KECAMATAN PUNGGUR LAMPUNG TENGAH
Penelitian ini mengkaji internalisasi nilai-nilai moderasi beragama melalui dakwah kultural Gus Dur di Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Desa Toto Katon, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah. Fenomena radikalisme dan intoleransi menjadi ancaman serius bagi bangsa yang majemuk, sehingga moderasi beragama menjadi suatu keharusan yang harus dijunjung tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Penelitian ini membahas tiga rumusan masalah utama, yaitu: (1) bagaimana dakwah kultural Gus Dur dipahami dan dipraktikkan oleh anggota GP Ansor; (2) bagaimana proses internalisasi nilai- nilai moderasi beragama berlangsung dalam komunitas; dan (3) faktor-faktor apa saja yang mendukung atau menghambat proses tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GP Ansor telah berhasil menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama melalui pendidikan kader yang terstruktur, partisipasi dalam tradisi budaya lokal, serta keteladanan dalam perilaku sehari-hari. Implementasi dakwah kultural Gus Dur melalui tradisi lokal, keteladanan personal, dan pendekatan humor yang komunikatif terbukti efektif serta selaras dengan praktik budaya masyarakat setempat. Proses internalisasi berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral (moral action). Faktor pendukung meliputi dukungan tokoh Nahdlatul Ulama, program kaderisasi yang terstruktur, kuatnya tradisi keagamaan lokal, serta koordinasi dengan GP Ansor tingkat yang lebih tinggi. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh radikalisme di media sosial, keterbatasan pemahaman sebagian anggota, serta keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan dakwah Gus Dur tetap relevan dan efektif dalam membentuk karakter moderat di kalangan pemuda akar rumput.
Implementasi Metode Sorogan untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 1 Metro
Rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan siswa masih menjadi hambatan signifikan dalam pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam. Pembelajaran konvensional yang berpusat pada kelas sering kali membatasi kemampuan guru dalam memberikan bimbingan individual untuk memperbaiki kesalahan bacaan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode sorogan serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada tingkat sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan diterapkan melalui sesi membaca Al-Qur’an secara individual di hadapan guru sehingga memungkinkan koreksi langsung terhadap kesalahan bacaan. Penerapan metode ini berkontribusi pada peningkatan kelancaran membaca, ketepatan dalam penerapan kaidah tajwid, serta kepercayaan diri siswa. Tantangan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan tingkat kemampuan siswa, serta variasi kedisiplinan belajar. Secara keseluruhan, metode sorogan terbukti sebagai pendekatan yang efektif karena memberikan perhatian personal dan umpan balik langsung dalam proses pembelajaran membaca Al-Qur’an.
Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Penanaman An-Nadliyah Melalui Kegiatan Projek Aku Cinta Nabi dan Ulama di Madrasah Ibtidaiyah
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan pada siswa kelas V di Madrasah Ibtidaiyah NU Metro. Fokus penelitian mencakup fleksibilitas pembelajaran, pembelajaran berbasis proyek, penguatan profil Pelajar Pancasila, penggunaan asesmen formatif dan diagnostik, serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas dalam pembelajaran memungkinkan guru menyesuaikan metode dan materi sesuai kemampuan serta minat siswa, sementara pembelajaran berbasis proyek mendorong keterlibatan aktif siswa dalam praktik ibadah dan akhlak. Penguatan profil Pelajar Pancasila dan asesmen formatif serta diagnostik mendukung pengembangan karakter religius, sosial, dan kognitif siswa. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi memastikan setiap siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai ritme belajarnya. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka berhasil mendukung internalisasi nilai keagamaan secara holistik, membentuk siswa yang religius, kritis, kreatif, dan berakhlak mulia, sekaligus mendorong kemandirian dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Upaya Orang Tua Muallaf Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islam Pada Era Digital di Kelurahan Margodadi Metro Selatan
Islamic religious education plays an important role in shaping children’s character, morality, and spirituality, especially amid the development of the digital era that influences learning patterns and social interaction. In Kelurahan Margodadi Metro Selatan, the increasing number of muallaf and socio-religious dynamics present particular challenges for muallaf parents in instilling Islamic values in their children. Muallaf parents are not only strengthening their personal religious understanding but also carrying the responsibility of developing their children’s faith (aqidah), worship practices, and moral conduct in the midst of open digital information flows. This study aims to describe the efforts of muallaf parents in instilling Islamic values in their children and to identify the supporting and inhibiting factors. The research employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings show that the strategies applied include role modeling, habituation of worship, Islamic communication, and wise supervision and use of digital media. Supporting factors include community support and religious activities, while inhibiting factors involve limited religious understanding and digital literacy. These findings highlight the importance of synergy between religious guidance and digital literacy in strengthening the internalization of Islamic values within muallaf families in the modern era.
Mengobati diri sendiri (self healing) perspektif Al-Qur'an (studi komparatif tafsir Al-khayaf dan tafsir al-munir)
Abstrak: Konsep self healing dalam Al-Qur’an memiliki relevansi kuat dalam menjawab persoalan kesehatan mental dan spiritual manusia modern. Penelitian ini mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan self healing melalui analisis komparatif tafsir Al-Kasyâf karya Al-Zamakhsyari dan tafsir Al-Munîr karya Wahbah Az-Zuhaili. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pemaknaan ayat-ayat self healing, pendekatan penafsiran yang digunakan, serta relevansinya terhadap upaya pemulihan jiwa. Pemilihan judul didasarkan pada perbedaan karakter metodologis kedua tafsir, di mana Al-Kasyâf menekankan aspek kebahasaan dan rasionalitas, sementara Al-Munîr mengintegrasikan pendekatan normatif, sosial, dan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dan komparatif. Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ketenangan jiwa, kesabaran, dzikir, dan tawakal, serta sumber literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self healing dalam perspektif Al-Qur’an dipahami sebagai proses pemulihan jiwa yang holistik dan berkelanjutan melalui penguatan spiritual, kesadaran rasional, dan kedekatan kepada Allah. Kedua tafsir saling melengkapi dalam menegaskan dimensi transendental dan praktis dari konsep self healing Islami.
AYAT-AYAT KEHORMATAN DALAM MENGHADAPI GAYA HIDUP MODERN QUR'AN SURAH AN-NUR AYAT 30-31 PERSPEKTIF TAFSIR MAQOSHIDI
Di tengah gempuran transformasi digital yang semakin luas, keutuhan moral manusia kini sedang menghadapi tantangan baru berupa penyajian visual dan pemasaran tubuh dalam dunia maya. Penelitian ini bertujuan mewujudkan pesan penting Q.S. An-Nūr ayat 30-32 melalui sudut pandang Tafsir Maqāṣidī perspektif Abdul Mustaqim untuk menjawab tantangan gaya hidup modern yang semakin terbuka. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (library research), studi ini dapat membedah teks ayat melalui kajian bahasa, keselarasan sosial, dan kesimpulan tujuan syari’at. Temuan utama menyatakan bahwa ayat-ayat kehormatan ini bukan sekedar peraturan yang ketat, melainkan sebuah sistem pertahanan kehormatan yang sangat sesuai. Perintah menjaga pandangan dan menutup urat dalam ayat 30-31 dirubah menjadi kebutuhan penggunaan digital dan kekuasaan privasi untuk mencegah terjadinya dampak negatif prosedur media sosial. Lebih jauh anjuran pernikahan pada ayat 32 hadir sebagai solusi utama serta yang menganalisis terjadinya hambatan ekonomi akibat standar gaya hidup yang boros. Sintesisnya syari’at menghadirkan pelindungan yang ganda mulai dari cara berfikir, etika sosial, hingga solusi menyeluruh demi menjaga harga diri dan martabat manusia. Melelui sudut pandang baru ini Al-Qur’an terbukti menjadi perisai moral yang kuat bagi setiap individu agar tetap teguh pada nilai rohaninya ditengah arus globalisasi. Kata Kunci:
"Analisis kepatuhan syariah pada Skema Pembiayaan Kepemilikan Emas Melalui Akad Murbaah di Bank Aman syariah"
ANALISIS PENERAPAN AKAD WADIAH YAD DHAMANAH DALAM PENGELOLAAN DANA SISWA PADA BANK MINI DI SMK AL-AZHAR PUGUNG RAHARJO
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akad wadi’ah yad dhamanah dalam pengelolaan dana siswa di SMK Al-Azhar Pugung Raharjo. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pengelola bank mini dan kepala sekolah selaku pihak yang mengawasi operasional dari bank mini, serta analisis dokumen terkait Prosedur Operasional Standar (POS) dan kesesuaian prinsip dan rukun akad wadi’ah berdasarkan Dewan Syari’ah Nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana siswa pada bank mini tersebut masih perlu ditingkatkan dalam beberapa aspek, seperti pencatuman akad secara tertulis pada formulir tabungan, pengawasan yang dilakukan, dan pemisahan dana titipan dengan dana operasional. Wadi’ah Yad-Damanah adalah perjanjian antara pihak penitip dengan pihak yang diberikan kepercayaan untuk menerima titipan, sebagai pihak yang diberi kepercayaan untuk menerima titipan diperbolehkan untuk mengambil manfaat dengan cara menggunakan uang titipan tersebut sebaik mungkin. Implikasi temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengelola Bank Mini di SMK Al-Azhar untuk meningkatkan kinerja mereka dalam mengelola dana siswa dengan akad wadi’ah yad dhamanah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku serta peran sekolah sebagai pengawas internal dalam kegiatan operasional Bank Mini di SMK Al-Azhar Pugung Raharjo.
Implikasi Yuridis Pembagian Waris Anak Bawaan Berdasarkan KHI (Studi Putusan Pengadilan No.449/Pdt.G/2024/PA.Twg)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menentukan hak kewarisan anak bawaan serta mengkaji pengaturan dan kedudukan hukumnya dalam sistem pembagian warisan menurut Kompilasi Hukum Islam pada Putusan Pengadilan Agama Nomor 449/Pdt.G/2024/PA.Twg. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, menggunakan data sekunder berupa putusan pengadilan, ketentuan Kompilasi Hukum Islam, serta didukung instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan dokumentasi untuk menelaah konstruksi pertimbangan hukum hakim. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui penafsiran sistematis terhadap norma kewarisan Islam dan relevansinya dengan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mendasarkan pertimbangannya pada prinsip hubungan nasab sebagai dasar utama kewarisan, ketentuan normatif dalam Kompilasi Hukum Islam, serta asas keadilan dan kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa. Anak bawaan secara yuridis hanya memiliki hubungan kewarisan dengan orang tua kandungnya dan tidak berkedudukan sebagai ahli waris dari orang tua tiri karena tidak adanya hubungan darah yang sah menurut hukum Islam. Pengaturan dalam Kompilasi Hukum Islam memberikan batasan yang tegas mengenai subjek ahli waris sehingga menjamin kepastian hukum dalam pembagian harta peninggalan. Penelitian ini menegaskan pentingnya konsistensi penerapan norma kewarisan Islam guna mencegah perluasan interpretasi yang dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dalam praktik peradilan agama.
Langkah Hukum Anak Atas Penyalahgunaan Harta Oleh Orang Tua Untuk Kepentingan Poligami: Studi Analisis Hukum Positif Di Desa Mataram Baru, Lampung Timur
Anak merupakan subjek hukum yang memiliki hak-hak melekat, termasuk hak ekonomi dan hak atas kepemilikan harta yang dilindungi oleh hukum positif Indonesia. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan penyalahgunaan harta anak oleh orang tua untuk kepentingan pribadi, termasuk dalam konteks poligami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum positif Indonesia dalam melindungi hak anak atas penyalahgunaan harta oleh orang tua untuk kepentingan poligami serta mengkaji langkah hukum yang dapat ditempuh anak dalam menghadapi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilakukan di Desa Mataram Baru, Lampung Timur. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan anak, istri sah, dan anggota keluarga, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif Indonesia telah menyediakan perlindungan hukum secara preventif, represif, dan administratif, namun implementasinya di tingkat desa belum optimal karena rendahnya kesadaran hukum dan faktor sosial budaya. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan anak sebagai subjek hukum aktif yang dapat menuntut dan memulihkan hak ekonominya dalam konteks keluarga poligami di tingkat lokal.
Analisis Penerapan Penalti pada pencairan deposito Mudharabah sebelum jatuh tempo di Bank Aman Syariah
Pengembangan Media Kardus Bekas Menjadi "Weather Box" Untuk Mengembangkan Kognitif Anak Usia Dini Usia 4-5 Tahun di KB MELATI Rejo Binangun, Kec.Raman Utara, Kab.Lampung Timur T.A 2024/2025
ABSTRAK PENGEMBANGAN MEDIA KARDUS BEKAS MENJADI "WEATHER BOX" UNTUK MENGEMBANGKAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI USIA 4-5 TAHUN DI KB MELATI REJO BINANGUN, KEC. RAMAN UTARA, KAB. LAMPUNG TIMUR T.A 2024/2025 Arum Kumala Putri NPM. 211310016 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun di KB Melati Rejo Binangun dalam memahami konsep cuaca akibat keterbatasan media pembelajaran yang inovatif, menarik, dan sesuai karakteristik anak usia dini. Data prasurvei menunjukkan sebagian besar anak masih berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan Mulai Berkembang (MB) pada indikator kognitif terkait pengenalan cuaca. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran dari kardus bekas yang dinamakan Weather Box serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah anak usia 4–5 tahun Tahun Ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan posttest lisan menggunakan pertanyaan pemantik. Indikator kognitif yang diukur meliputi kemampuan mengenal simbol cuaca, mengaitkan cuaca dengan aktivitas harian, berpikir kritis dan kreatif, serta memahami dampak cuaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Weather Box menarik perhatian anak, mudah digunakan, menciptakan pembelajaran interaktif, serta membantu anak memahami konsep cuaca secara konkret. Media ini juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan melalui pemanfaatan bahan daur ulang sebagai sarana belajar yang edukatif dan menyenangkan.
Peran Orang Tua dalam Menanamkan Rasa Empati dan Kepedulian Sosial Terhadap Anak Usia Dini Melalui Pembiasaan Sedekah Jumat pada kelompok B Usia 5-6 tahun di RA Bustanul 'Ulum Jayasakti Anak Tuha Lampung Tengah Tahun Ajaran 2025-2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembiasaan Sedekah Jumat, peran orang tua dalam menanamkan empati dan kepedulian sosial, serta dampak kegiatan tersebut terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun di RA Bustanul ‘Ulum Jayasakti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelompok B, dan beberapa orang tua murid. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan Sedekah Jumat dilaksanakan secara rutin setiap minggu sebagai salah satu program pembentukan karakter di sekolah. Peran orang tua sangat penting dalam mendukung kegiatan tersebut, terutama melalui pemberian contoh, dukungan, serta komunikasi kepada anak mengenai makna berbagi. Dampak kegiatan ini terlihat pada perilaku anak yang menunjukkan sikap lebih peduli terhadap teman, memiliki kebiasaan berbagi, serta mampu memahami perasaan orang lain. Faktor pendukung kegiatan ini meliputi kerja sama antara sekolah dan orang tua serta keteladanan dari guru, sedangkan faktor penghambat yang ditemukan bersifat teknis seperti anak yang terkadang lupa membawa sedekah. Dengan demikian, pembiasaan Sedekah Jumat dapat menjadi salah satu cara yang efektif dalam menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial pada anak usia dini apabila dilakukan secara konsisten dan didukung oleh kerja sama antara sekolah dan keluarga.
Upaya Guru Dalam Penerapan Gerak Dan Lagu Terhadap Anak Autisme Dalam Mengembangkan Fisik Motorik Kasar Pada Kelompok Usia 5-6 Tahun Di TK As Salam Branti
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan fisik motorik kasar pada anak dengan autisme, khususnya dalam koordinasi gerak, keseimbangan, dan kelincahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam menerapkan gerak dan lagu untuk mengembangkan kemampuan fisik motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK As Salam Branti. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelompok B, dan satu anak dengan autisme berinisial SAF. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak belum berkembang optimal. Upaya guru dilakukan melalui kegiatan gerak dan lagu secara terstruktur, meliputi pemilihan lagu yang sesuai, pendekatan individual, pelaksanaan bertahap, serta evaluasi. Penerapan metode ini memberikan peningkatan bertahap pada koordinasi gerak, keseimbangan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Dengan demikian, gerak dan lagu efektif dalam membantu mengembangkan kemampuan motorik kasar anak dengan autisme.
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA SERBUK KAYU DI TK ISLAM ROHMAN NUR KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan motorik halus pada anak usia dini khususnya pada usia 5-6 tahun, karena kemampuan ini berperan dalam mendukung aktivitas belajar anak. Kemampuan motorik halus anak dalam pembelajaran di TK Islam Rohman Nur Kecamatan Natar Belum Berkembang, terbukti masih terdapat beberapa anak yang masih sulit dalam kegiatan mengancingkan baju, menggunting, melipat kertas dan memegang pensil warna dengan baik. guru perlu menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak. salah satu bahan alam yang dapat digunka adalah serbuk kayu, karena memiliki tesktur yang ringan dan mudah dibentuk serta mudah ditemukan dilingkungan sekitar. Oleh karena itu, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia dini usia 5-6 Tahun melalui media serbuk kayu di TK Islam Rohman Nur Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sabjek penelitian berfokus pada siswa kelompok usia 5-6 Tahun yang berjumlah 21 anak, dengan temuan 6 siswa Belum Berkembang, 9 Siswa Mulai Berkembang dan 6 Siswa Berkembang Sesuai Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan kepada kegiatan pembelajaran yang menggunkan media serbuk kayu, sedangkan wawancara dilakukan dengan guru untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Data yang diperoleh kemudian di analisis melalui tahap pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya guru dalam mengembangkan motorik halus pada anak yang dilakukan melalui kegiatan mencetak berbagai bentuk melalui media serbuk kayu mampu mengembangkan motorik halus pada anak usia dini. Dengan demikian, penggunaan serbuk kayu dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan motorik halus pada anak usia
Dampak Tren Tiktok Terhadap Pembentukan Akhlak Remaja Dan Relevansinya Dengan Kitab Ta’lim Muta’allim
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, semakin dekat dengan kehidupan remaja dan membawa pengaruh nyata terhadap pembentukan perilaku serta akhlak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak tren TikTok terhadap pembentukan akhlak remaja di MA Ma’arif Roudlotut Tholibin Metro serta mengkaji relevansinya dengan nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Kitab Ta’lim Muta’allim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Akidah Akhlak, dan siswi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren TikTok memberikan dampak ganda terhadap akhlak remaja. Dampak positif tampak pada kemudahan mengakses konten edukatif dan motivasi belajar, sedangkan dampak negatif terlihat pada menurunnya adab, berkurangnya kesabaran, serta kecenderungan meniru perilaku yang tidak sejalan dengan nilai akhlak Islami. Nilai-nilai dalam Kitab Ta’lim Muta’allim seperti niat yang lurus, hormat kepada guru, kesabaran, wara’, kerja keras, saling menasihati, istifadzah, dan tawakkal masih relevan sebagai pedoman moral dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai klasik Islam dalam pendidikan modern guna membentuk remaja yang berakhlakul karimah.
Transformasi Pendekatan Pembelajaran Agama Islam Dalam Menghadapi Tantangan Digital di Kelas 7 SMP Islam Plus Sabilunnajah
Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pendekatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi tantangan digital di kelas VII SMP Islam Plus Sabilunnajah. Hal ini dikarnakan masih terdapat beberapa problem utama di antaranya kesenjangan literasi digital, keterbatasan sarana prasarana kompetensi guru dalam transformasi digital dan potensi penyalahgunaan di gital. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengubah pola belajar peserta didik sehingga guru PAI dituntut berinovasi agar pembelajaran tetap relevan, efektif, dan mampu membentuk karakter Islami. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAI dan peserta didik kelas VII, dengan uji pengesahan data melalui reduksi, analisis data, penyajian, dan penarikan secara deskriptif analitis. Hasil permasalahn ini adalah Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing dalam membangun kesadaran digital yang etis. Tantangan meliputi keterbatasan sarana, perbedaan literasi digital, dan potensi penyalahgunaan teknologi. Transformasi ini menekankan penguatan nilai spiritual, moral, dan karakter.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN HARTA KARUN BILANGAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK ARSYA BUNDA BANDAR MATARAM LAMPUNG TENGAH 2025/2026
ABSTRAK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN HARTA KARUN BILANGAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI DI TK ARSYA BUNDA BANDAR MATARAM LAMPUNG TENGAH TAHUN 2025/2026 Oleh: SITI ROKAYAH Media pembelajaran merupakan perangkat yang dimanfaatkan oleh guru atau pendidik untuk menunjang keselenggaraannya kegiatan belajar anak. Media juga dapat menjadi alternatif untuk membantu melatih kemampuan berhitung pada anak. Dalam penelitian ini dilatar belakangi oleh masih kurangnya media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan ramah ligkungan untuk melatih berhitung pada anak usia dini di TK Arsya Bunda Bandar Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan Reseacrh and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Proses pengembangan dilakukan melalui tahap analisis kebutuhan, perancangan media, validasi oleh ahli media dan materi, serta uji coba produk terbatas dan lapangan pada anak usa 4-5 tahun. Adapun lokasi penelitian di TK Arsya Bunda Bandar Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk melatih motorik halus pada anak usia dini dengan mengembangkan media pembelajaran harta karun bilangan yang berbahan dasar triplek di TK Arsya Bunda Bandar Mataram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media harta karun bilangan ini efisien dalam meningkatkan kamampuan berhitung pada anak usia dini, khususnya dalam aspek menghitung jumlah objek dari satu hingga sepuluh, memahami makna dasar konsep bilangan, mengenali symbol atau tanda angka, menyesuaikan symbol bilangan dengan symbol bilangan yang sepadan, serta melafalkan symbol angka dari satu sampai sepuluh. Selain itu, media harta karun bilangan juga mendapat tanggapan positif dari guru kelas sebagai alat bantu pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Dengan demikian , media pembelajaran harta karun bilangan berbahan dasar triplek ini layak digunakan sebagai sarana edukatif atau media pembelajaran yang mendukung perkembangan berhitung pada anak usia dini.
Regulasi Emosi Orang Tua dan Stres Pengasuhan pada Anak Usia Dini: Moderasi Dukungan Sosial
Background: Early childhood parenting represents a crucial phase in family development that requires a high level of emotional involvement from parents. During this period, parents face various parenting demands related to meeting children’s physical needs as well as supporting their emotional and social development. Such conditions may increase the risk of parenting stress, particularly when parents experience difficulties regulating their emotions or lack adequate support from their social environment. Aim: Therefore, this study aims to analyze the effect of emotion regulation on parenting stress among parents of young children and to examine the moderating role of social support in this relationship. Method: This study employed a quantitative approach using a survey parents of students at RA Muslimat NU 07 as research participants. Data were collected using three standardized psychological instruments: the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) to measure parents’ emotion regulation, the Parental Burnout Assessment (PBA) to assess the level of parenting stress, and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to measure perceived social support. Data analysis was conducted using simple regression to examine the direct effects of emotion regulation and social support on parenting stress. Result and Disscussions: The results indicate that emotion regulation and social support do not have a significant simultaneous effect on parenting stress (F = 0.357; p = 0.701; R² = 0.011). Partially, emotion regulation (p = 0.866) and social support (p = 0.486) also do not show a significant effect on parenting stress. Furthermore, the moderation test reveals that the interaction between emotion regulation and social support is not significant (p = 0.387), indicating that social support does not function as a moderating variable in this relationship. Conclusion: These findings suggest that emotion regulation and social support are not the main determinants of parenting stress among parents of young children in this study, indicating that other factors may play a more dominant role in influencing parenting stress beyond the variables examined.