AHMAD ROBET
2025 · Thesis · Open Access
Pencuri (sāriqah) yang termaktub pada Al-Maidah ayat 38 yaitu surah kelima dalam Al-Qur’an, memuat lafadz qaṭa‛a (potong) telah lama menjadi subjek perbedaan interpretasi. Kesenjangan antara perintah tekstual ini dengan implementasi hukum di negara modern seperti Indonesia, melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna historis (ma’na at-tarikhi) lafadz qaṭa‛a, mengetahui pesan utama (maghza at-tarikhi) dan menganalisis kontekstualisasi masa kini (maghza al-mutaharrik al-muasir). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pustaka (library research) dengan kerangka teori hermeneutika ma’na cum maghza. Data primer dianalisis dari tiga kitab tafsir yaitu al-Kasysyaf karya al-Zamakhsyari, al-Iklil karya KH. Misbah bin Zain al-Mustofa, dan al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga mufasir sepakat pada maghza historis (pembalasan dan pencegahan), namun berbeda pada ma’na dan kontekstualisasi. Al-Zamakhshari menetapkan ma’na linguistik-fiqh (potong pergelangan tangan kanan). KH. Misbah menegaskan ma’na legal-absolut yang menolak kontekstualisasi dinamis. Sebaliknya, Quraish Shihab menawarkan ma’na sosio-historis dan maghza kontemporer yang paling signifikan, yakni memahami hukuman potong tangan sebagai batas maksimal (hadd al-a’la), yang memberi diskresi hakim untuk sanksi alternatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman maghza al-mutaharrik, khususnya melalui pendekatan Quraish Shihab, menawarkan jembatan relevan antara teks wahyu dan sistem hukum kontemporer. Tiga pandangan mufasir tentang lafadz qaṭa‛a dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 38 melalui pendekatan tafsir (linguistik-fiqh, legal-absolut, sosio-historis) menggunakan kerangka ma’na cum maghza menjadi kontribusi praktis dalam penelitian ini.
ANISA MUTOHAROH
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Sumber daya manusia adalah aset yang sangat berharga bagi setiap perusahaan dan memberikan kontribusi besar kepada suatu perusahaan, karena karyawan bekerja dan bertindak untuk mencapai tujuan Perusahaan. Tujuan perusahaan dapat dicapai melalui tingginya komitmen Perusahaan yang dipengaruhi oleh karakteristik individu dan kepuasan kerja. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah IDEA INDONESIA Akademi Metro sebagian tenaga kerja yang direkrut masih memerlukan pembinaan tambahan agar memenuhi standar kompetensi yang diharapkan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini mengangkat judul “Strategi Perekrutan Karyawan IDEA INDONESIA Akademi Metro Perspektif Veithzal Rivai”. Fokus kajiannya adalah bagaimana strategi perekrutan diterapkan di lembaga tersebut serta sejauh mana penerapannya sejalan dengan teori Veithzal Rivai mengenai manajemen rekrutmen yang modern dan terarah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi perekrutan yang dijalankan oleh IDEA INDONESIA dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip manajemen sumber daya manusia menurut Rivai. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui empat aspek utama, yaitu Human Resource Planning, Organizational Responsibilities, Strategic Recruiting, dan Recruiting Methods. Temuan menunjukkan bahwa proses rekrutmen di IDEA INDONESIA telah menerapkan analisis jabatan, perencanaan tenaga kerja yang sistematis, serta penguatan citra lembaga melalui strategi employer branding berbasis digital dan jaringan alumni. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa strategi perekrutan di IDEA INDONESIA telah berjalan cukup efektif dan mencerminkan teori Rivai dalam hal efisiensi serta ketepatan sumber rekrutmen. Meskipun demikian, beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, seperti penyusunan proyeksi kebutuhan tenaga kerja jangka panjang, pelatihan bagi perekrut, dan penerapan kebijakan keberagaman. Peningkatan pada area tersebut diharapkan dapat memperkuat strategi rekrutmen agar lebih berorientasi pada keberlanjutan dan kualitas sumber daya manusia lembaga.
IKHWANUDDIN
2025 · Thesis · Open Access
Ketika seorang anak lahir ke dunia, jiwanya yang masih suci dan bersih akan menerima segala bentuk apa saja yang datang mempengaruhinya. Anak akan dibentuk oleh setiap pengaruh yang datang dalam dirinya. Imam Al-Ghazali berkata: anak adalah amanat bagi orang tuanya, hatinya bersih, suci dan polos. Kosong dari segala ukiran dan gambaran. Anak akan selalu menerima ukiran yang diukirnya, dan akan cenderung terhadap apa saja yang mempengaruhinya. Maka apabila ia dibiasakan dan diajarkan untuk melakukan kebaikan, niscaya akan seperti itulah anak terbentuk. Namun apabila anak dibiasakan untuk melakukan kejahatan dan ditelantarkan bagaikan binatang liar, sengsara dan celakalah ia. Rasulullah SAW bersabda : مَىْلُىْدٍ يُىْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَبَىَاهِ يَهَىْدَانِوِ أَوْ يُنَصَّرَانِوِ أَوْ يُمَجَّسَانِوِ Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci bersih, dan sesungguhnya kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai orang yahudi atau nasrani atau majusi” (HR. Muslim) Anak mulai mengenal Sang Maha Pencipta melalui orang tua dan lingkungan keluarganya. Kata-kata, sikap, tindakan dan perbuatan orang tua sangat mempengaruhi perkembangan spiritual dan karakter yang dimiliki anak. Sebelum anak bisa bicara, ia telah lebih dulu mendengar kata - kata yang mungkin belum ada arti apa- apa baginya.” Betapa besar pengaruh lingkungan rumah bagi kehidupan anak, oleh karena itu kedua orang tuanya harus memiliki kewajiban penuh dalam mempersiapkan anak dan melindunginya dari kehinaan serta mengarahkannya agar tumbuh di dalam jiwanya tentang nilai nilai agama dan budi pekerti yang baik. Keluarga adalah batu bata pertama bagi pembinaan setiap masyarakat. Ia adalah langkah pertama untuk membina seseorang. Karena pendidikan dalam islam harus dimulai sejak dini sekali ( sejak usia 0-5 tahun yang merupakan masa keemasan dalam perkembangan anak ). Pada dasarnya ia merupakan asas yang harus dipertimbangkan bagi pembinaan keluarga yang kokoh dan harmonis, yang menjamin terbentuknya seorang manusia yang sehat tubuh, akal dan jiwanya. Anak selain bagian dari keluarga, juga merupakan bagian dari masyarakat, yang di pundaknya terpikul beban pembangunan di masa mendatang dan juga sebagai generasi penerus dari generasi sebelumnya. Oleh karena itu orang tua harus lebih memperhatikan dan selalu membimbing dan mendidik anak dengan baik, sehingga tercapailah baginya kebahagiaan dunia akhirat. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 9 yang berbunyi : وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar”.(QS. An-Nisa : 9) Ayat di atas mengisyaratkan kepada orang tua agar tidak meninggalkan anak mereka dalam keadaan lemah. Lemah di sini maksudnya adalah lemah dalam segala aspek kehidupan, seperti ; lemah mental, psikis, pendidikan, ekonomi, terutama lemah iman (spiritual). Allah SWT memerintahkan kepada setiap orang tua untuk menjadikan keturunan- keturunan mereka anak-anak yang kuat dalam berbagai aspek kehidupan terutama dalam aspek iman (spiritual). Karena sesungguhnya anak yang lemah iman akan menjadi generasi tanpa kepribadian dan budi pekerti yang baik. Era informasi menyebabkan lingkungan sosial semakin meluas karena disatukan oleh teknologi dibidang komunikasi. Di sinilah muncul era globalisasi. Peranan media elektronika yang demikian besar akan menggeser agen-agen sosialisasi yang tradisional, seperti orang tua, guru, pemuka agama, pemerintah dan sebagainya. Ilmu dan teknologi terus berkembang sejalan dengan perkembangan hidup manusia. Pola kehidupan pun semakin bergeser pada pola universal. Suatu permasalahan yang sering muncul di masyarakat adalah berkisar pada permasalahan remaja, pendidikan dan pergaulan masyarakat, kehidupan remaja kita saat ini sering dihadapkan pada berbagai masalah yang sangat kompleks yang tentunya sangat perlu mendapat perhatian kita semua. Salah satu masalah tersebut adalah semakin menurunnya tatakrama kehidupan sosial danetika remaja dalam praktik kehidupan, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitarnya mengakibatkan timbulnya sejumlah efek negatif di masyarakat yang akhir akhir ini sering merisaukan. Efek tersebut misalnya, semakin maraknya penyimpangan diberbagai norma kehidupan, baik agama maupun sosial, yang terwujud dalam bentuk-bentuk prilaku anisosial seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, penganiayaan, seks bebas serta perbuatan amoral lainnya, akibatnya yang ditimbulkan cukup serius dan tidak dapat dianggap sebagai suatu persoalan sederhana, karena tindakan-tindakan tersebut sudah menjerumus kepada tindakan yang tidak benar. Kondisi ini sangat memprihatinkan masyarakat, khususnya para orang tua, sebab pelaku-pelaku beserta korbannya adalah kaum remaja. Di zaman dimana arus teknologi dan komunikasi berkembang pesat dan maju, tidak sedikit orang yang tidak mempunyai alat komunikasi pribadi di antaranya handphone. Handphone adalah alat penunjang informasi, semua kalangan hampir memilikinya, dengan adanya handphone mengakibatkan adanya jarak antara diri sendiri dan keluarga, sehingga mengurangi keakraban dalam keluarga. Dengan adanya berbagai macam teknologi baru menjadikan manusia lebih mudah mendapatkan informasi yang ingin diketahui dan dapat lebih mudah dalam berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Akan tetapi dengan adanya teknologi baru menciptakan jarak kecil diantara keluarga, yang mestinya hubungan antara keluarga dekat tergantikan oleh adanya teknologi. Keluarga merupakan pendidikan dasar yang dilalui anak sebelum ia beranjak pada pendidikan sekolah. Anak merupakan aset yang sangat berharga bagi setiap orang tua. Sebagai orang tua tentu menginginkan anak tumbuh dan berkembang dengan baik, mendapatkan pendidikan yang dapat mengembangkan potensi bakat, keterampilan yang dimilikinya secara maksimal. Orang tua juga menginginkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan akhlak, moral dan budi pekerti yang baik dan bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan masyarakat dimana ia tinggal. Hampir semua tujuan utama setiap orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak- anaknya secara umum adalah untuk mempersiapkan si anak agar dapat menjadi manusia dewasa yang mandiri dan produktif serta berakhlak dan berbudi pekerti baik. Orang tua sebagai pendidik utama tidak pernah lepas dari tanggung jawabnya yaitu mendidik kepribadian dan karakter. Karakter merupakan serangkaian sikap, prilaku, motivasi dan keterampilan yang ada pada setiap manusia. Proses pendidikan karakter tidak bisa di ukur dalam kurun waktu tertentu karena prosesnya terus menerus sehingga pendidikan karakter ini terus berjalan, akan tetapi pendidikan karakter itu dapat dilihat ketika sudah masuk kedalam sifat seseorang yaitu dapat dilihat dari tingkah lakunya, tutur katanya, sopan santun dan lain sebagainya. Karakter seseorang hanya ada satu contoh orang mulia yang memiliki karakter sempurna yaitu Nabi Muhammad SAW. Hal ini bisa di mengerti dari salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah selaku salah satu ibu orang-orang mukmin beliau pernah mengatakan dalam salah satu hadisnya yaitu’ Akhlak Nabi Muhammad adalah al-Qur’an. Bisa dibayangkan betapa agungnya akhlak nabi, sebagai keluarga sudah menjadi keharusan kita untuk menjadikan Nabi Muhammad sebagai pedoman dalam mengajarkan akhlak dan karakter kepada anak-anak kita. Di lingkungan Masyarakat desa Sidomulyo terdapat beberapa kepala keluarga yang mana setiap keluarga memiliki perbedaan dalam mendidik karakter anak masing-masing. Peran orang tua sangatlah besar untuk membentuk pribadi anak yang berbudi pekerti, berkarakter baik dan berakhlak baik. Dalam penelitian ini penulis mengambil tema tetang “Peran Penring Orang Tua Dalam Proses Pendidikan Karakter Anak (Study Kasus Di Desa Sidorahayu Sidomulyo Punggur Lampung Tengah)”
AFIFAH NOR HIDAYAH
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendidikan holistik melalui kegiatan tahunan dalam pembentukan karakter santriwati di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 8. Pendidikan holistik di Gontor tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi diwujudkan dalam berbagai kegiatan tahunan seperti Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA), Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI), Panggung Gembira (PG), serta kegiatan kepramukaan. Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan media internalisasi nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, dan kejujuran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi santriwati kelas V–VI, ustadzah pembimbing, serta dokumen kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan santriwati dalam kepanitiaan dan pelaksanaan kegiatan tahunan melatih kepemimpinan, pengambilan keputusan, penyelesaian konflik, kerja sama, dan tanggung jawab, sekaligus mengasah kemampuan manajerial serta solidaritas. Dengan demikian, kegiatan tahunan terbukti menjadi instrumen strategis dalam implementasi pendidikan holistik yang mampu menanamkan nilai karakter secara berkesinambungan. This study aims to describe the implementation of holistic education through annual activities in shaping the character of female students at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 8. Holistic education at Gontor is not limited to classroom learning but is manifested in various annual activities such as the Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA), Sports and Arts Week (PORSENI), Panggung Gembira (PG), and scouting programs. These activities are not merely ceremonial events but serve as a medium for internalizing character values such as discipline, responsibility, leadership, cooperation, independence, and honesty. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation. The participants consisted of senior students (fifth and sixth grades), supervising teachers, and institutional documents. The findings indicate that active involvement in organizing and carrying out annual activities fosters leadership, decision-making, conflict resolution, teamwork, and responsibility, while also enhancing managerial skills and solidarity. Thus, annual activities are proven to be strategic instruments in the implementation of holistic education that effectively instills character values in a sustainable manner.
IKHWAN SURYAWAN YUSUF
2025 · Thesis · Open Access
Abstract. Perusahaan keuangan mikro Baitul Mal wet Tamwil (BMT) berorientasi pada hasil. Dengan mengutamakan martabat dan rasa hormat terhadap kontribusi perempuan dan kelompok minoritas, BMT berupaya menciptakan usaha mikro. Petugas pendanaan merupakan komponen penting dalam organisasi perbankan dan bertindak sebagai pemimpin bisnis di sektor keuangan, khususnya industri perbankan. Tanggung jawab petugas pendanaan meliputi mengidentifikasi anggota yang memiliki dana lebih untuk disimpan di bank, meluncurkan, mengiklankan, dan memasarkan produk perbankan, serta mengembangkan jaringan baik di dalam maupun di luar industri perbankan. Kunjungan langsung ke lokasi digunakan untuk melakukan penelitian lapangan. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tiga tahap analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penyusunan dan verifikasi kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Petugas Pendanaan memainkan peran penting dan sukses dalam meningkatkan keanggotaan melalui fasilitas Berkah Digital. BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional (BMT Nasional) Cabang Kota Gajah berhasil meningkatkan jumlah anggotanya dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang lembaga keuangan Islam melalui pemanfaatan fasilitas Berkah Digital dan penerapan rencana pemasaran yang efektif. Aplikasi Berkah Digital merupakan layanan tambahan yang disediakan BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional (BMT Nasional) bagi para anggotanya dalam upaya meningkatkan kualitas layanan.
SAHRUL DARMAWAN
2025 · Thesis · Open Access
Abstract. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui mengetahui strategi peningkatan brand awareness dan customer trust terhadap tabungan haji dan umroh di BMT Artha Buana Kota Metro. Tidak dapat dipungkiri, brand awareness (kesadaran merek) merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi sebuah BMT agar produk-produknya selalu diingat dan dibeli, sehingga dapat bertahan di tengah kompetitor yang bermunculan. Pemahaman konsumen terhadap suatu merek atau brand awareness memainkan peran penting dalam memengaruhi keputusan untuk membeli. Ketika konsumen memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap suatu merek, hal itu bisa menjadi faktor penentu yang kuat dalam memilih produk tertentu. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keberadaan dan ciri khas dari suatu merek. Brand awareness sendiri merujuk pada kemampuan individu untuk mengenali serta mengingat bahwa suatu merek termasuk dalam jenis produk tertentu. Semakin tinggi tingkat kesadaran terhadap merek, semakin besar pula kemungkinan konsumen akan memilih produk tersebut. Baik produk berupa barang maupun jasa, keputusan pembelian cenderung dipengaruhi secara positif oleh kesadaran terhadap merek tersebut. anggota yang mengambil paket ibadah haji dan umroh di BMT Artha Buana Metro kurang diminati oleh sebagian besar masyarakat Metro. Hal ini disebabkan karena selain produk haji dan umroh tersebut masih tergolong baru yakni mulai ada pada tahun 2018, dalam mempromosikan produk haji dan umroh, pihak BMT Artha Buana Metro juga belum memiliki strategi jitu sehingga kurang menarik minat masyarakat untuk mengikuti produk haji dan umroh tersebut.
SAIFULLOH ALFIRDAUS
2025 · Thesis · Open Access
Fenomena perkawinan yang hanya dilakukan secara agama tanpa pencatatan negara masih banyak terjadi di Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, menyebabkan ketidakjelasan status hukum keluarga dan keterbatasan akses hak-hak keperdataan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak praktik isbat nikah terhadap status keluarga dalam perspektif Maslahah mursalah dalam hukum Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan pendekatan deduktif menggunakan teori Maslahah mursalah sebagai landasan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isbat nikah efektif memberikan legalitas formal, memperkuat hak keperdataan keluarga, dan meningkatkan legitimasi sosial pasangan suami istri. Praktik ini juga memenuhi prinsip-prinsip maqashid al-syari'ah, terutama dalam menjaga keturunan dan melindungi hak-hak individu. Penelitian merekomendasikan perlunya peningkatan program sosialisasi hukum, penyederhanaan prosedur isbat nikah, serta dukungan pembiayaan dari pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, guna memperluas manfaat isbat nikah bagi kemaslahatan masyarakat secara berkelanjutan.
AHMAD HADZIQ
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah perilaku intoleransi di kalangan siswa. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis dan interpretasi tematik dalam tinjauan literaturnya. Penelitian ini berfokus pada sejumlah dokumen tertulis yang relevan, khususnya yang membahas peran pendidikan agama Islam dalam pencegahan intoleransi. Sumber sekunder, seperti buku, jurnal, dan materi tertulis lainnya, juga dimanfaatkan untuk memperoleh wawasan, fakta, serta analisis yang lebih mendalam. Data dianalisis menggunakan metode analisis konten, yang memungkinkan peneliti mendeskripsikan serta mengaitkan data dengan dokumen pendukung terkait pendidikan agama Islam. Melalui analisis ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam mencegah intoleransi melalui pengajaran nilai-nilai Islam seperti toleransi, keadilan, dan saling menghormati. Guru berfungsi sebagai panutan dalam membentuk karakter siswa yang inklusif dan mengintegrasikan kegiatan ekstrakurikuler untuk mempromosikan kerukunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran penting terutama dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa berdasarkan nilai-nilai luhur Islam. Mereka tidak hanya bertugas mengajarkan aspek teoretis agama, tetapi juga berfungsi sebagai teladan moral dan spiritual yang mengajarkan akhlak mulia, keadilan, dan perilaku intoleransi dalam pendidikan. Nilai toleransi diajarkan kepada siswa dengan harapan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bijak dan berbasis pada nilai-nilai moral dan keagamaan.
KEVIN BETRAN KENEDI
2025 · Thesis · Open Access
This study aims to determine the influence of parental involvement on the learning success of tenth-grade students at SMAN 01 Punggur, Central Lampung. The background of this research is based on the importance of parental engagement in children's education, as the family is the first and foremost educational environment. This research employs a quantitative approach with a survey method and is categorized as associative research. The population in this study consists of all tenth-grade students, with a sample of 60 students selected using purposive sampling technique. Data collection techniques include closed-ended questionnaires using a Likert scale and documentation of students' academic scores. Data analysis was conducted through simple linear regression using SPSS software. The results of the study show a significant influence of parental involvement on students' learning success, as indicated by the coefficient of determination (R²) value of 0.452. This means that 45.2% of students' learning success is influenced by parental involvement, while the remaining 54.8% is influenced by other factors. Parents' roles as mentors, motivators, and facilitators have been proven to contribute significantly to supporting students' academic achievement. These findings highlight the importance of active and consistent parental involvement in accompanying the educational process of children, as it can have a positive impact on improving students' academic performance at school.
NENG AFIFAH
2025 · Thesis · Open Access
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penanaman nilai-nilai pendidikan Agama Islam pada anak usia Sekolah Dasar (612 tahun) di Pondok Pesantren Baitul Makmur, Metro, Lampung. Penelitian ini akan menjawab permasalahan mengenai bagaimana proses penanaman nilai nilai pendidikan agama islam pada anak usia sd di pondok pesantren Baitul Makmur metro lampung dan metode apa saja yang di gunakan dalam menanamkan nilai aqidah, ibadah,dan akhlak kepada santri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pondok pesantren berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santri, dengan menekankan aspek pendidikan akidah seperti pengenalan rukun iman, pendidikan ibadah melalui praktik sholat berjamaah, serta pendidikan akhlak yang mencakup sopan santun, toleransi, dan penghormatan kepada guru dan orang tua. Metode pembelajaran yang diterapkan meliputi keteladanan, pembiasaan, targhib-tarhib, serta kisah Qurani dan Nabawi. Meskipun telah menunjukkan dampak positif dalam pembentukan karakter anak, ditemukan pula beberapa tantangan, seperti inkonsistensi pemahaman etika dan tanggung jawab. Secara keseluruhan, penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Islam di pondok pesantren ini terbukti efektif dalam membentuk spiritualitas dan kepribadian anak sejak usia dini.
FITRI RENJANI
2025 · Thesis · Open Access
Financial technology (fintech) merupakan inovasi di sektor keuangan yang memanfaatkan informasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kualitas layanan keuangan. Fintech syariah hadir sebagai solusi inovatif yang menawarkan kemudahan layanan keuangan yang lebih cepat dan mudah di akses termasuk dalam ekosistem keuangan syariah serta akses pembiayaan dengan tetap berlandaskan akad syariah. Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan keuangan, termasuk pembiayaan berbasis syariah. Namun, keuangan syariah inklusi bagi pelaku UMKM masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya akses pembiayaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Bandar Jaya dalam meningkatkan akses pembiayaan berbasis teknologi melalui sinergi dengan fintech syariah, serta mengidentifikasi tantangan apa saja yang di hadapi BSI KC Bandar jaya dalam meningkatkan akses pembiayaan usaha berbasis teknologi dalam ekosistem Fintech syariah. Penelitian dilakukan di Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI berperan aktif mendukung ekosistem fintech syariah melalui pengembangan produk berbasis akad syariah, integrasi layanan digital, dan pelatihan UMKM. BSI juga bertindak sebagai fasilitator digitalisasi keuangan. Disarankan agar BSI memperluas literasi keuangan digital syariah dan memperkuat infrastruktur teknologi untuk mendukung pemantauan pembiayaan secara real-time.
PUJI ASTUTI GUNAWAN
2025 · Thesis · Open Access
Gaduhan sapi adalah suatu bentuk kerja sama di bidang peternakan, di mana pemilik sapi menyerahkan hewan ternaknya kepada orang lain untuk dipelihara dan dikelola. Dalam sistem ini, pengelola bertugas merawat, memberi makan, menjaga kesehatan, serta mengembangkan ternak tersebut dalam jangka waktu tertentu. Sebagai imbalan atas pengelolaan tersebut, pengelola akan memperoleh bagian dari hasil yang diperoleh, seperti anak sapi yang lahir atau keuntungan dari hasil penjualan sapi. Lokasi penelitian berada di Desa Qurnia Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, Observasi, dan Dokumentasi adapun data primer penelitian adalah penggaduh sapi dan Data sekunder adalah data data terkait penelitian, jurnal jurnal serta buku buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengembalian modal dalam usaha gaduhan sapi di wilayah tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yang diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 105/DSN-MUI/X/2016. Ditemukan bahwa masih ada ketidaksesuaian dalam pembagian keuntungan, transparansi modal awal, serta kurangnya dokumentasi dan pemahaman terhadap akad mudharabah itu sendiri. Ketidaksesuaian ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi salah satu pihak. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam menerapkan akad syariah secara benar. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pemangku kepentingan agar ke depan pengelolaan usaha gaduhan sapi dapat berjalan sesuai prinsip ekonomi Islam.
NUR AHMAD MUSLIHUDDIN
2025 · Thesis · Open Access
Adolescents in Islamic boarding schools (santri), despite being immersed in a religious environment, remain susceptible to psychological stress. This study aims to examine the effect of regular dzikir practice after the five daily prayers on the psychological calmness of students. A quantitative approach was employed using simple linear regression analysis on a randomly selected sample of 40 students from Darun Najah Islamic Boarding School in Sambikarto. The instruments utilized included a dzikir habit questionnaire and a validated, reliable psychological calmness scale. The findings revealed that the data were normally distributed and the relationship between dzikir and calmness was both linear and statistically significant. The linear regression analysis indicated a positive impact of dzikir on psychological calmness, with an R² value of 0.964. These results provide empirical evidence that the habitual practice of dzikir significantly contributes to enhancing the emotional tranquility of students within the pesantren setting.
WAFIQ NUR AZIZAH
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok berbantuan media mind mapping dalam meningkatkan sikap rasa hormat siswa terhadap guru. Masalah utama yang diangkat adalah menurunnya sikap hormat siswa kepada guru, yang tampak dalam perilaku tidak sopan dan kurangnya penghargaan terhadap otoritas guru. Penelitian dilakukan di SMP Ma’arif 1 Metro dengan pendekatan kuantitatif dan desain pre-eksperimental menggunakan model one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data mencakup pre-test, post-test, dan skala respectful. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada sikap hormat siswa setelah intervensi dilakukan. Mind mapping digunakan sebagai media visual yang membantu siswa dalam memahami konsep sikap hormat secara lebih kreatif dan terstruktur. Penelitian ini penting karena menawarkan pendekatan modern namun tetap berakar pada nilai-nilai karakter dalam pendidikan. Simpulan awal menunjukkan bahwa kombinasi bimbingan kelompok dan media mind mapping dapat menjadi strategi efektif untuk menanamkan nilai penghormatan terhadap guru secara lebih menyenangkan dan partisipatif.
AHMAD ROBIANSYAH
2025 · Thesis · Open Access
Motivasi orangtua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar anak. Tanpa adanya dorongan atau rangsangan dari orang tua untuk belajar, maka timbul kurang gairah pada diri anak dalam prestasi belajarnya. Hal ini yang akan mengarah pada rasa pesimis yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan anak. Prestasi belajar akan optimal manakala ada motivasi yang tepat dari orang tua selain motivasi yang datang dari anak itu sendiri. Di sini tampak perlunya motivasi pengabdian yang kuat dari orang tua untuk sadar melaksanakan perannya membawa generasi penerus bangsa ke dalam kehidupan yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui peran motivasi orangtua terhadap prestasi belajar siswa MA Al-Asror Desa Sumbersari Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur.Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat motivasi orangtua terhadap prestasi belajar siswa MA Al-Asror Desa Sumbersari Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini adalah unsur Kepala Sekolah, Dewan Guru, orangtua dan Siswa. Teknik pengambilan data menggunakan obervasi, Interview dan dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan sumber data. Teknik analisa data menggunakan model Miles and Huberman mengemukakan bahwa analisis data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Peran motivasi orang tua terhadap prestasi belajar siswa ialah dapat membangkitkan gairah belajar siswa sehingga dalam pencapaian hasil belajar dapat diperoleh dengan baik, hal ini terbukti berupa dorongan untuk rajin belajar agar mendapatkan hasil belajar yang baik, memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi pada anak, memberikan nasihat dan motivasi ketika anak kurang semangat dalam belajar, orangtua memberi semangat agar anak selalu optimis dan tidak mudah menyerah. Kendala motivasi orangtua dalam meningkatkan hasil kurangnya bimbingan orang tua terhadap anak dengan alasan karena sibuk mencari nafkah, sehingga siswa sering pulang sekolah pada sore hari, tidak mengerjakan tugas sekolah, malas belajar dan banyak bermain diluar sehingga hasil belajar siswa menurun.
NAFI'UL SULATIFNI
2025 · Thesis · Open Access
Kemampuan berbicara merupakan salah satu keterampilan komunikasi yang esensial dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, profesional, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode 4/3/2 dalam meningkatkan kelancaran berbicara siswa, serta mengidentifikasi keterbatasan yang ada dalam studi-studi sebelumnya dan langkah- langkah untuk mengatasinya. Metode 4/3/2, yang melibatkan latihan berbicara terstruktur dengan durasi yang berbeda, diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan kelancaran berbicara siswa. Melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis 13 artikel yang relevan dari database Google Scholar dan ERIC, yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2025.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode 4/3/2 secara signifikan meningkatkan kemampuan berbicara siswa dibandingkan dengan teknik tradisional, meskipun terdapat tantangan dalam hal keterlibatan siswa dan akurasi. Keterbatasan yang diidentifikasi dalam artikel-artikel tersebut mencakup ukuran sampel yang kecil dan metodologi yang terbatas. Untuk mengatasi keterbatasan ini, penelitian ini merekomendasikan integrasi aplikasi SmallTalk2Me AI yang didasarkan pada teori konstruktivisme. Aplikasi ini menawarkan pembelajaran adaptif, umpan balik waktu nyata, dan dialog kontekstual yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memperbaiki kelancaran serta akurasi berbicara. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang efektivitas metode 4/3/2 dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya, serta menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan proses pembelajaran bahasa.
DEVI SURAYA AZ-ZAHRA
2025 · Thesis · Open Access
Kepemimpinan perempuan merupakan topik yang semakin mendapat perhatian di berbagai bidang, termasuk politik, bisnis, pendidikan dan sosial. Seiring dengan perkembangan zaman, perempuan telah menunjukkan kapasitas dan kompetensi mereka dalam memimpin, menginspirasi, dan membawa perubahan positif. Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti stereotip gender dan kesenjangan kesempatan, banyak perempuan telah membuktikan bahwa mereka mampu menjadi pemimpin yang efektif dan visioner. Artikel ini membahas tentang kepemimpinan perempuan pada surat An-Naml ayat 23-44 yang didalamnya terdapat kisah antara Nabi Sulaiman dan Ratu Saba’. Kisah ini disinyalir memberikan gambaran yang ideal mengenai kepemimpinan Perempuan.Penelitian ini menggunakan pendekatan pustaka. Data dan sumber data di peroleh dari Al-Qur’an surat An-Naml ayat 23-44. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui simak catat. Teknik analisis menggunakan pendekatan deskriptif interpretatif dengan teori hermeneutika ma’a> cum maghza>. Hasil penelitian menunjukan bahwa sosok pemimpin perempuan yang tertuang dalam kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba’ pada surat An-Naml Ayat 23-44 menghasilkan kualifikasi pemimpin perempuan yang memiliki kuasa social dan material, berfikir open minded terhadap lawan atau oposisi, demokratis dan pemimpin yang mengakui kesalahan serta menerima kebenaran.
VINA ANGGRAINI
2025 · Thesis · Open Access
Pendidikan moral dan agama merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak usia dini, khususnya pada masa usia 5-6 tahun yang dikenal sebagai masa keemasan (golden age). Dalam konteks lingkungan multikultural seperti TK Permata Atlantic, penerapan praktik ibadah menjadi salah satu strategi dalam mengembangkan nilai-nilai moral dan spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan praktik ibadah dalam upaya mengembangkan moral dan agama anak usia 5-6 tahun serta menjawab permasalahan: bagaimana praktik ibadah dilaksanakan untuk mengembangkan motral dan agama anak usia 5-6 tahun. Landasan teori yang digunakan mencakup teori perkembangan moral dari Lawrence Kohlberg, pendidikan karakter, dan pendekatan pembelajaran berbasis nilai keagamaan yang menekankan pentingnya internalisasi nilai melalui praktik nyata, seperti doa, ibadah sederhana, serta cerita moral dari kitab suci. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan praktik ibadah di TK Permata Atlantic dilakukan melalui kegiatan rutin doa bersama, mendengarkan kisah moral dari kitab suci, pelaksanaan ibadah sederhana setiap pekan, dan pembiasaan nilai-nilai moral seperti toleransi, empati, kejujuran, dan saling menghormati. Kegiatan tersebut dirancang secara kontekstual dan sesuai dengan perkembangan anak, serta melibatkan peran aktif guru dan dukungan dari orang tua. Kesimpulannya, praktik ibadah yang diterapkan secara inklusif dan menyenangkan dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral dan agama pada anak usia dini dalam lingkungan yang beragam agama.
LAILI NAZILA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan program pembentukan karakter religius siswa latihan termasuk faktor-faktor penghambat dalam pembentukan karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Penelitian ini dilakukan di SMP Ma’arif 1 Metro pada tahun pelajaran 2024/2025 dengan melibatkan subjek penelitian diantaranya kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan diantaranya lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan model Miles & Hubberman dengan melalui tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius dilakukan melalui sinergi antara kegiatan keagamaan rutin (seperti sholat duhur berjamaah, pembacaan surah Yasin dan asma’ul husna), keteladanan guru, dan pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat kendala seperti rendahnya kesadaran siswa dan kurangnya konsistensi dalam pembiasaan, guru tetap memainkan peran penting sebagai motivator dan teladan. Penanaman karakter religius secara bertahap menunjukkan dampak positif terhadap perubahan perilaku siswa, baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran PAI sebagai media efektif dalam membentuk karakter religius siswa secara holistik.
NURYA ISTIQOMAH
2025 · Thesis · Open Access
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan motivasi anak untuk belajar membaca Al-Qur’an di Desa Bhakti Negara, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan sebagian orang tua dalam mendampingi anak belajar membaca AlQur’an, yang disebabkan oleh kesibukan kerja dan kurangnya perhatian terhadap pendidikan agama anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi orang tua , dan anak-anak usia 10–11 tahun di RT 03 Desa Bhakti Negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kata Kunci: Peran orang keterlibatan orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi anak dalam belajar membaca Al-Qur’an. Bentuk keterlibatan tersebut tua, motivasi anak, meliputi bimbingan langsung, pengawasan, komunikasi yang baik, serta membaca Al-Qur’an.pemberian motivasi berupa pujian dan hadiah. Kendala yang dihadapi .orang tua antara lain keterbatasan waktu, kelelahan setelah bekerja, dan kurangnya kemampuan mengaji. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya peran aktif orang tua dalam membentuk karakter religius anak sejak dini.