ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep matematika dalam musik tradisional Jawa, dengan fokus pada struktur irama dan pola bilangan. Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnomatematika ini dilaksanakan di Sanggar Tari Kridho Bhirowo, Lampung Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan pengrawit dan guru seni, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur irama gending lancaran dan ladrang merepresentasikan pola bilangan aritmetika dan geometri. Ditemukan bahwa ketukan kethuk mengikuti pola Mn = 2n-1, sementara siklus kolotomis (gong, kenong, kempul) mencerminkan konsep kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan pola periodik. Prinsip pengulangan, pembagian waktu, dan pengelompokan dalam struktur gatra (4, 8, 16, 32 ketukan) secara eksplisit mengimplementasikan aktivitas matematika fundamental seperti membilang loncat (skip counting), perkalian, dan himpunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik tradisional Jawa merupakan artefak budaya yang kaya akan struktur matematis. Temuan ini memiliki implikasi penting sebagai sumber pembelajaran matematika kontekstual berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi numerik siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran etnomatematika dengan menggunakan bangunan pionering pramuka telah menjadi subjek penelitian yang menarik dalam konteks meningkatkan minat dan kreativitas siswa di MTs Roudlotut Tholibin dalam pembelajaran matematika. Pendekatan ini menekankan pengalaman langsung siswa dalam konteks budaya lokal dengan tujuan membuat pembelajaran matematika menjadi lebih menarik dan relevan. Aktivitas pembangunan bangunan pionering pramuka merangsang kreativitas siswa dalam merancang, merencanakan, dan membangun struktur yang unik dan fungsional sehingga memungkinkan siswa untuk mengembangkan solusi-solusi kreatif terhadap tantangan teknis yang dihadapi. Selain itu, pembelajaran melalui bangunan pionering pramuka juga memperkuat keterampilan kolaborasi siswa, sambil memfasilitasi pengalaman praktis tentang bagaimana konsep-konsep matematika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengalaman ini, siswa tidak hanya belajar tentang Matematika, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana Matematika dapat diterapkan dalam kegiatan nyata, yang membuat pembelajaran lebih bermakna dan relevan. Motede yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pengambilan data secara observasi dan wawancara. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas VIII MTs Roudlotut Tholibin dalam pembelajaran etnomatematika menggunakan bangunan pionering pramuka secara signifikan dapat meningkatkan minat dan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika serta memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan konteks budaya serta kehidupan siswa.