Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: RISKA DWI PUTRI
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN REGULASI EMOSI SEBAGAI MEDIATOR ANTARA EMPATI DAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku bullying di kalangan siswa sekolah menengah pertama (SMP) merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada perkembangan psikologis korban maupun pelaku. Berdasarkan data asesmen nasional Kemendikbudristek, tercatat 24,4 persen siswa berpotensi mengalami insiden bullying di sekolah, dengan separuh kasus terjadi di tingkat SMP. Empati dan regulasi emosi diduga memiliki peran penting dalam mencegah kecenderungan perilaku bullying. Namun, masih terbatas penelitian yang secara khusus menelaah peran regulasi emosi sebagai mediator dalam hubungan antara empati dan perilaku bullying pada siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran regulasi emosi sebagai mediator antara empati dan perilaku bullying pada siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi moderasi. Sampel penelitian sebanyak 222 siswa SMP Ma'arif 1 Metro yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Skala Empati (EmQue-CA versi Indonesia, α = 0,96), Skala Regulasi Emosi (α = 0,865), dan Skala Perilaku Bullying (α = 0,88). Analisis data menggunakan regresi moderasi dengan bantuan SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku bullying (p = 0,285 > 0,05). Namun, regulasi emosi mampu memoderasi pengaruh empati terhadap perilaku bullying secara signifikan (p = 0,000 0,05). Nilai R Square sebesar 0,888 menunjukkan bahwa kontribusi regulasi emosi dan empati terhadap perilaku bullying mencapai 88,8%. Penelitian ini membuktikan bahwa regulasi emosi berperan sebagai variabel moderator yang memperkuat hubungan antara empati dan perilaku bullying pada siswa SMP. Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya program pengembangan regulasi emosi dan empati secara terintegrasi dalam upaya pencegahan bullying di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERAN REGULASI EMOSI SEBAGAI MEDIATOR ANTARA EMPATI DAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

2026•Koleksi Perpustakaan

Perilaku bullying di kalangan siswa sekolah menengah pertama (SMP) merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada perkembangan psikologis korban maupun pelaku. Berdasarkan data asesmen nasional Kemendikbudristek, tercatat 24,4 persen siswa berpotensi mengalami insiden bullying di sekolah, dengan separuh kasus terjadi di tingkat SMP. Empati dan regulasi emosi diduga memiliki peran penting dalam mencegah kecenderungan perilaku bullying. Namun, masih terbatas penelitian yang secara khusus menelaah peran regulasi emosi sebagai mediator dalam hubungan antara empati dan perilaku bullying pada siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran regulasi emosi sebagai mediator antara empati dan perilaku bullying pada siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi moderasi. Sampel penelitian sebanyak 222 siswa SMP Ma'arif 1 Metro yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Skala Empati (EmQue-CA versi Indonesia, α = 0,96), Skala Regulasi Emosi (α = 0,865), dan Skala Perilaku Bullying (α = 0,88). Analisis data menggunakan regresi moderasi dengan bantuan SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku bullying (p = 0,285 > 0,05). Namun, regulasi emosi mampu memoderasi pengaruh empati terhadap perilaku bullying secara signifikan (p = 0,000 0,05). Nilai R Square sebesar 0,888 menunjukkan bahwa kontribusi regulasi emosi dan empati terhadap perilaku bullying mencapai 88,8%. Penelitian ini membuktikan bahwa regulasi emosi berperan sebagai variabel moderator yang memperkuat hubungan antara empati dan perilaku bullying pada siswa SMP. Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya program pengembangan regulasi emosi dan empati secara terintegrasi dalam upaya pencegahan bullying di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail