Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: NISA ATIKA FITRIANI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Nilai nilai akidah dalam Q.S al-Kahfi ayat 9-26 (Studi Komparatif Tafsir al-Ibriz dan Al-Munir)

2025•Koleksi Perpustakaan

Pembahasan tentang Keimanan masih menjadi topik utama yang tidak pernah terlewatkan dalam kitab-kitab tafsir klasik seperti Tafsir al-Ibris karya Mustafa Bisri maupun kitab-kitab tafsir kontemporer seperti Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhayli. Dalam hal ini, penulis menemukan titik temu dari kedua tafsir tersebut. Pertama, tafsir Al-Ibriz cenderung bercorak fiqhi, sosial kemasyarakatan, dan shufi. Kedua, Tafsir al-Munir mencoba memegang konsep bahasa kontemporer yang dapat diintegrasikan ke dalam wacana tafsir klasik dengan corak tafsir fiqh. Penulis mengambil QS al-Kahfi [18] 9-26 sebagai objek tafsir dalam kajian perbandingan antara tafsir al-Ibriz dengan tafsir al-Munir berkenaan dengan berbagai nilai keimanan. Ayat ini dinilai memiliki nilai keimanan dari kisah Ashabul Kahfi yang tetap mempertahankan keimanannya meskipun dalam keadaan terancam. Melalui metode penelitian komparatif, ditemukan beberapa nilai keimanan dalam kajian QS al-Kahfi ayat 9-26, yaitu kedua tafsir ini sama-sama menganut konsep keimanan Ahlussunah Waljamaah sehingga nilai-nilai keimanan tersebut adalah: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Asma'wasifat. Perbedaan nilai keimanan dalam Tafsir al-Ibriz dan al-Munir dikarenakan adanya pola tafsir dan karakteristik kedua Tafsir tersebut yang berbeda.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Nilai nilai akidah dalam Q.S al-Kahfi ayat 9-26 (Studi Komparatif Tafsir al-Ibriz dan Al-Munir)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembahasan tentang Keimanan masih menjadi topik utama yang tidak pernah terlewatkan dalam kitab-kitab tafsir klasik seperti Tafsir al-Ibris karya Mustafa Bisri maupun kitab-kitab tafsir kontemporer seperti Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhayli. Dalam hal ini, penulis menemukan titik temu dari kedua tafsir tersebut. Pertama, tafsir Al-Ibriz cenderung bercorak fiqhi, sosial kemasyarakatan, dan shufi. Kedua, Tafsir al-Munir mencoba memegang konsep bahasa kontemporer yang dapat diintegrasikan ke dalam wacana tafsir klasik dengan corak tafsir fiqh. Penulis mengambil QS al-Kahfi [18] 9-26 sebagai objek tafsir dalam kajian perbandingan antara tafsir al-Ibriz dengan tafsir al-Munir berkenaan dengan berbagai nilai keimanan. Ayat ini dinilai memiliki nilai keimanan dari kisah Ashabul Kahfi yang tetap mempertahankan keimanannya meskipun dalam keadaan terancam. Melalui metode penelitian komparatif, ditemukan beberapa nilai keimanan dalam kajian QS al-Kahfi ayat 9-26, yaitu kedua tafsir ini sama-sama menganut konsep keimanan Ahlussunah Waljamaah sehingga nilai-nilai keimanan tersebut adalah: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Asma'wasifat. Perbedaan nilai keimanan dalam Tafsir al-Ibriz dan al-Munir dikarenakan adanya pola tafsir dan karakteristik kedua Tafsir tersebut yang berbeda.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail