BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
This study aims to improve Grade V students’ reading comprehension of Islamic descriptive texts through the implementation of the Gallery Walking strategy in an English for Young Learners (EYL) classroom. The Gallery Walking strategy is implemented by having students work in small groups, move from one station to another, read short and simple texts, and discuss answers collaboratively using guided questions. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, involving planning, acting, observing, and reflecting stages, implemented collaboratively between the researcher as the teacher and the classroom teacher as the observer. The findings indicate a marked improvement in students’ reading comprehension. In Cycle I, only 52% of students achieved the minimum mastery criterion (≥ 76), indicating difficulties in identifying explicit information and answering basic comprehension questions. After instructional revisions in Cycle II, the proportion of students achieving mastery increased and successfully exceeded the predetermined success criterion (≥ 80%). This improvement was reflected in students’ ability to recognize vocabulary and understand short descriptive texts more meaningfully. It was also supported by increased student participation and more positive learning responses, indicating a more engaging classroom environment. The findings suggest that repeated text exposure, structured peer interaction, and the use of simplified contextual texts contribute to students’ comprehension development. Therefore, the Gallery Walking strategy effectively improves students’ basic reading comprehension and promotes active learning in the EYL classroom.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to improve Grade V students’ reading comprehension of Islamic descriptive texts through the implementation of the Gallery Walking strategy in an English for Young Learners (EYL) classroom. The Gallery Walking strategy is implemented by having students work in small groups, move from one station to another, read short and simple texts, and discuss answers collaboratively using guided questions. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, involving planning, acting, observing, and reflecting stages, implemented collaboratively between the researcher as the teacher and the classroom teacher as the observer. The findings indicate a marked improvement in students’ reading comprehension. In Cycle I, only 52% of students achieved the minimum mastery criterion (≥ 76), indicating difficulties in identifying explicit information and answering basic comprehension questions. After instructional revisions in Cycle II, the proportion of students achieving mastery increased and successfully exceeded the predetermined success criterion (≥ 80%). This improvement was reflected in students’ ability to recognize vocabulary and understand short descriptive texts more meaningfully. It was also supported by increased student participation and more positive learning responses, indicating a more engaging classroom environment. The findings suggest that repeated text exposure, structured peer interaction, and the use of simplified contextual texts contribute to students’ comprehension development. Therefore, the Gallery Walking strategy effectively improves students’ basic reading comprehension and promotes active learning in the EYL classroom.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika peserta didik kelas III MI Ma’arif 18 Trimurjo, di mana hanya 50% siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥70. Permasalahan tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media kartu domino dalam pembelajaran matematika serta menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan, yaitu dari 40% pada pra-siklus, meningkat menjadi 60% pada Siklus I, dan mencapai 85% pada Siklus II sehingga telah memenuhi indikator keberhasilan. Selain itu, penggunaan media kartu domino juga mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media kartu domino efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi perkalian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Capaian belajar yang belum optimal pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar umumnya dipicu oleh dominasi peran pendidik yang menyempitkan ruang keterlibatan bermakna bagi peserta didik. Menyikapi persoalan tersebut, penelitian ini menggunakan Think Pair Share sebagai pendekatan pembelajaran kolaboratif terstruktur yang diimplementasikan dalam desain Penelitian Tindakan Kelas. Tujuh belas peserta didik kelas III SDIT Adz-Dzikro Lampung Utara ditetapkan sebagai partisipan penelitian. Tiga sumber data yang saling melengkapi digunakan, mencakup catatan observasi, transkrip wawancara, dan asesmen hasil belajar, yang seluruhnya dikumpulkan secara sistematis dalam dua siklus tindakan yang bersifat iteratif. Setiap siklus melewati tahapan perencanaan, eksekusi, pemantauan, dan refleksi kritis. Data pascatindakan mengindikasikan trajektori pertumbuhan akademik yang luar biasa, dengan rerata kelas meningkat dari 69,5 menjadi 88,41, sementara proporsi peserta didik yang mencapai ambang ketuntasan minimal melonjak dari 29,41% menjadi 100%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa integrasi penalaran mandiri dengan kolaborasi antarpasangan yang terstruktur secara signifikan meningkatkan kedalaman pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan aktif di kelas. Think Pair Share terbukti merupakan strategi yang andal secara pedagogis untuk mentransformasi hasil pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Capaian belajar yang belum optimal pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar umumnya dipicu oleh dominasi peran pendidik yang menyempitkan ruang keterlibatan bermakna bagi peserta didik. Menyikapi persoalan tersebut, penelitian ini menggunakan Think Pair Share sebagai pendekatan pembelajaran kolaboratif terstruktur yang diimplementasikan dalam desain Penelitian Tindakan Kelas. Tujuh belas peserta didik kelas III SDIT Adz-Dzikro Lampung Utara ditetapkan sebagai partisipan penelitian. Tiga sumber data yang saling melengkapi digunakan, mencakup catatan observasi, transkrip wawancara, dan asesmen hasil belajar, yang seluruhnya dikumpulkan secara sistematis dalam dua siklus tindakan yang bersifat iteratif. Setiap siklus melewati tahapan perencanaan, eksekusi, pemantauan, dan refleksi kritis. Data pascatindakan mengindikasikan trajektori pertumbuhan akademik yang luar biasa, dengan rerata kelas meningkat dari 69,5 menjadi 88,41, sementara proporsi peserta didik yang mencapai ambang ketuntasan minimal melonjak dari 29,41% menjadi 100%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa integrasi penalaran mandiri dengan kolaborasi antarpasangan yang terstruktur secara signifikan meningkatkan kedalaman pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan aktif di kelas. Think Pair Share terbukti merupakan strategi yang andal secara pedagogis untuk mentransformasi hasil pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH NARASI CERITA DALAM MENINGKATKAN LITERASI VISUAL DAN VERBAL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI DONGENG SISWA KELAS 3 DI MIS AL YAZIER RAWAJITU UTARA Literasi umumnya diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital dan auditori. Salah satu komponen literasi informasi yaitu literasi visual. Literasi visual merupakan kemampuan seseorang untuk menerjemahkan dan menginterpretasikan makna dari sebuah pesan visual serta menyusun sebuah pesan visual yang bermakna. Adapun berbicara merupakan kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan atau menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Kemampuan para siswa khususnya kelas 3 MIS Al Yazier Rawajitu Utara berbeda-beda dalam segi pengetahuan pelajaran. Hal tersebut dikarenakan latar belakang keluarga dan lingkungan yang berbeda-beda. Ada beberapa siswa yang memiliki kemampuan menulis, membaca, dan berbicara yang luar biasa, dan ada juga siswa minat membacanya sangat rendah serta masih terdapat siswa yang kesulitan dalam membaca. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh narasi cerita dalam meningkatkan literasi visual dan verbal mata pelajaran Bahasa Indonesia materi dongeng siswa kelas 3 di MIS Al Yazier Rawajitu Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang bertujuan menguji hipotesis dari data-data yang telah dikumpulkan sesuai dengan konsep dan teori sebelumnya. Penelitian dilakukan di MIS Al Yazier Rawajitu Utara tepatnya pada kelas 3 dengan jumlah siswa 15 orang. Peneliti dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan sebagai sumber informasi, menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, tes dan dokumentasi. Dari data yang diperoleh, kemudian dikumpulkan dan diolah agar dapat ditarik suatu kesimpulan.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa narasi cerita dapat meningkatkan literasi visual dan verbal mata pelajaran Bahasa Indonesia materi dongeng pada siswa kelas 3 di MIS Al Yazier Rawajitu Utara. Hal ini terbukti dari nilai yang diperoleh dalam penelitian ini lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai Chi Kuadrat yang ada pada tabel baik pada taraf signifikansi 5 % maupun taraf signifikansi 1 %, maka dengan demikian dapat disederhanakan menjadi 5,991 > 13,42 9,210, dengan demikian hipotesis diterima. Kata Kunci : Narasi Cerita, Literasi Visual dan Verbal & Bahasa Indonesia
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH NARASI CERITA DALAM MENINGKATKAN LITERASI VISUAL DAN VERBAL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI DONGENG SISWA KELAS 3 DI MIS AL YAZIER RAWAJITU UTARA Literasi umumnya diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital dan auditori. Salah satu komponen literasi informasi yaitu literasi visual. Literasi visual merupakan kemampuan seseorang untuk menerjemahkan dan menginterpretasikan makna dari sebuah pesan visual serta menyusun sebuah pesan visual yang bermakna. Adapun berbicara merupakan kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan atau menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Kemampuan para siswa khususnya kelas 3 MIS Al Yazier Rawajitu Utara berbeda-beda dalam segi pengetahuan pelajaran. Hal tersebut dikarenakan latar belakang keluarga dan lingkungan yang berbeda-beda. Ada beberapa siswa yang memiliki kemampuan menulis, membaca, dan berbicara yang luar biasa, dan ada juga siswa minat membacanya sangat rendah serta masih terdapat siswa yang kesulitan dalam membaca. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh narasi cerita dalam meningkatkan literasi visual dan verbal mata pelajaran Bahasa Indonesia materi dongeng siswa kelas 3 di MIS Al Yazier Rawajitu Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang bertujuan menguji hipotesis dari data-data yang telah dikumpulkan sesuai dengan konsep dan teori sebelumnya. Penelitian dilakukan di MIS Al Yazier Rawajitu Utara tepatnya pada kelas 3 dengan jumlah siswa 15 orang. Peneliti dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan sebagai sumber informasi, menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, tes dan dokumentasi. Dari data yang diperoleh, kemudian dikumpulkan dan diolah agar dapat ditarik suatu kesimpulan.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa narasi cerita dapat meningkatkan literasi visual dan verbal mata pelajaran Bahasa Indonesia materi dongeng pada siswa kelas 3 di MIS Al Yazier Rawajitu Utara. Hal ini terbukti dari nilai yang diperoleh dalam penelitian ini lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai Chi Kuadrat yang ada pada tabel baik pada taraf signifikansi 5 % maupun taraf signifikansi 1 %, maka dengan demikian dapat disederhanakan menjadi 5,991 > 13,42 9,210, dengan demikian hipotesis diterima. Kata Kunci : Narasi Cerita, Literasi Visual dan Verbal & Bahasa Indonesia
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Buku kolaborasi ini merupakan karya dari hasil pemikiran para praktisi dan dosen dari berbagai perguruan tinggi. Book chapter ini membahas mengenai konsep serta strategi bisnis yang selalu relevan dalam menghadapi tantangan pasar yang kompetitif. Buku kolaborasi yang berjudul “Kewirausahaan” yang tersusun dalam 10 bab yaitu ruang lingkup kewirausahaan, karakteristik wirausahawan yang sukses, jenis dan fungsi kewirausahaan, kreativitas dan inovasi dalam berwirausaha, proses dan motif menjadi wirausaha, modal dasar dalam berwirausaha, strategi bersaing dalam kewirausahaan, faktor penyebab kesuksesan dan kegagalan wirausaha, studi kelayakan bisnis, dan perkembangan dunia bisnis di era digital.