Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.019 item publik

Publikasi

Halaman 35 dari 101

Peran masjid sebagai pusat kegiatan agama Islam dalam menjaga harmoni sosial di masyarakat kurnia mataram.

VENI YULIANI
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Masjid Nurur Rohmah sebagai pusat kegiatan agama Islam dalam menjaga keharmonisan sosial di masyarakat Qurnia Mataram. Masjid ini memiliki keunikan karena selain berfungsi sebagai tempat ibadah mahdoh, juga menjadi pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan kiayi, tokoh agama, dan masyarakat, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Nurur Rohmah berhasil mengimplementasikan berbagai kegiatan yang mendukung terciptanya harmoni sosial, seperti pengajian rutin, kajian subuh, pengelolaan zakat fitrah, dan pendidikan TPQ. Namun, partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan, terutama dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat agar dapat terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan. Dengan demikian, peran Masjid Nurur Rohmah perlu terus diperkuat melalui strategi yang lebih inklusif dan partisipatif dalam menjaga keharmonisan sosial di masyarakat Qurnia Mataram. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan program-program keagamaan dan sosial di masjid lainnya yang menghadapi tantangan serupa.

Peran Kompetensi Guru PAI Dalam Pembinaan Karakter Siswa Kelas VII SMP TMI RQ Metro

ANISSA KURNIA DEWI
2025 · Book · Open Access

Pendidikan agama islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa berahlak mulia, cakap dan kreatif. Kompetensi guru PAI menjadi faktor dalam keberhasilan pembinaan karakter siswa. Guru PAI tidak hanya berperan sebagai pengajar yang mentransfer ilmu agama tetapi juga sebagai pendidik yang membentuk ahlak dan moral peserta didik. Kompetensi guru PAI mencakup kompetensi profesional, pedagogik, sosial dan kepribadian sehingga dapat berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI dapat menjadi teladan bagi siswa dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembelajaran nilai-nilai agama yang efektif, pembinaan moral dan interaksi yang positif. Dengan demikian peningkatan kompetensi guru PAI sangat penting dalam membangun karakter siswa yang berlandasan nilai agama. Kesimpulan dari penelitian ini kompetensi guru PAI memiliki peran yang sangat vital dalam melatih karakter siswa. Guru yang kompeten tidak hanya mengajarkan materi agama, tetapi jga memberikan contoh nyata melalui sikap dan prilaku mereka. Pembinaan karakter siswa melalui pengajaran PAI dapat lebih optimal jika guru memiliki keterampilan pedagogic yang baik, pemahaman mendalam tentang nilai-nilai agama, serta kemampuan dalam menanamkan nilai moral kepada siswa. Oleh karna itu, pengemvangan kompetensi guru PAI harus enjadi priorita dalam Upaya mencetak generasi yang berkarakter, religius dan bermoal.

Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran akidah akhlak pada peserta didik kelas 12 IPA 2 di MAN 1 Lampung Timur

RAHMAD IVAN ARDIANSAH
2025 · Book · Open Access

Profil pelajar pancasila merupakan projek dalam kurikulum merdeka untuk membentuk karakter peserta didik yang sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Mata pelajaran akidah akhlak di MAN 1 Lampung Timur menjadi sarana untuk proses implementasi nilai-nilai profil pelajar pancasila kepada peserta didik yang mencakup enam elemen di dalamnya. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan, peneliti memilih subjek sampling untuk mendapatkan informasi terkait penelitian. Langkah penelitian diawali dengan proses pengumpulan data, observasi di lokasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam proses implementasi guru berperan sebagai fasilitator serta menjadi kontrol bagaimana perkembangan dan sejauh mana pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan metode pembelajaran yang digunakan proses implementasi profil pelajar pancasila itu berlangsung dalam pembelajaran akidah akhlak pada peserta didik di MAN 1 Lampung Timur. Dengan demikian karakter peserta didik sesuai dengan enam elemen yang ada dalam profil pelajar pancasila menjadi pribadi dalam berperilaku yang baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun hidup bermasyarakat.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 6 di SDN 3 Bumi Nabung Baru

DESI ANITASARI
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VI SDN 3 Bumi nabung baru.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif .Subjek penelitian yang digunakan adalah guru kelas VI dan siswa kelas VI dengan jumlah siswa 12 orang.Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dilakukan dengan cara observasi , wawancara , dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan Hasil belajar siswa .Hasil belajar siswa pada materi Menganalisis unsur intrinsik teks narasi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat dilihat dari Tiga Ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik. Ranah Kognitif adalah perilaku seseorang yang menekankan aspek intelektual seperti pengetahuan dan keterampilan berfikir seperti mengembangkan kemampuan sosial siswa, mengembangkan potensi siswa,mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami materi. Ranah afektif merupakan ranah yang berhubungan dengan minat ,sikap,nilai dan perilaku seperti sikap saling menghargai pendapat,meningkatkan sikap kerja sama, meningkatkan sikap bertanggung jawab. Ranah Psikomotorik merupakan aspek yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah siswa menerima pengalaman belajar seperti berpresentasi di depan kelas menyampaikan hasil diskusi. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terbukti sebagai alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas VI SDN 3 Bumi Nabung Baru.

Penerapan Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Analisis Cerita Fiksi dan Non Fiksi Kelas V di SDN 3 BUMI NABUNG BARU

AHMAD SOUMA FAHRUR ROZI
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan menganalisis cerita fiksi dan nonfiksi pada siswa kelas V SDN 3 Bumi Nabung Baru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian yang digunakan adalah guru kelas V dan siswa kelas V dengan jumlah siswa 14 orang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah penerapan disovery learning untuk mengetahui kemampuan analisis siswa terhadap cerita fiksi dan non fiksi. Keberhasilan analisis siswa dalam cerita dapat diketahui dari indikator yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan analisis siswa dalam proses pembelajaran dengan menerapan model pembelajaran discovery learning.

Evektifitas penerapan media pembelajaran audio visual terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam(IPA) kelas 3 di Mi Munada tahun ajaran 2024/2025

RINI JURIYAH
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis audio-visual terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas III di MI Munada Sungai Nibung. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen true experimental design dalam bentuk pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan media audio-visual dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest kelas eksperimen adalah 64,2, sedangkan kelas kontrol 63,8. Setelah diberikan perlakuan, nilai rata-rata posttest kelas eksperimen meningkat menjadi 81,6, sementara kelas kontrol hanya mencapai 72,4. Uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan media audio-visual dibandingkan dengan metode konvensional. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media audio-visual dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik, meningkatkan motivasi belajar, dan meningkatkan interaksi siswa dalam pembelajaran. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa faktor seperti kesiapan guru dalam menggunakan teknologi serta ketersediaan sarana dan prasarana turut menentukan efektivitas penerapan media pembelajaran. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, pemanfaatan media audio-visual direkomendasikan sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan daya serap siswa dalam pembelajaran IPA.

Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswi Kelas VIII B Di SMP Roudhlatul Quran 3 Sekampung

FAJAR HARI NUGROHO
2025 · Book · Open Access

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan prestasi belajar siswi kelas 8B di SMP Roudhlatul Quran 3 Sekampung. Dilatar belakangi oleh turunya prestasi belajar berupa turunya nilai rapot, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru PAI, Wakil Kepala Kurikulum, dan siswi kelas 8B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswi melalui beberapa cara. Pertama, guru PAI memberikan contoh konkret perilaku Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas. Kedua, guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam pembelajaran. Ketiga, guru PAI memberikan motivasi dan bimbingan untuk meningkatkan semangat belajar dan mengatasi kesulitan siswi. Keempat, guru PAI menggunakan metode pembelajaran variatif seperti diskusi, ceramah, dan penugasan kelompok, sesuai dengan instrumen penilaian hasil belajar Kurikulum Merdeka. Kelima, guru PAI melakukan penilaian autentik yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peneladanan Rasulullah SAW oleh guru PAI berdampak positif pada peningkatan prestasi belajar siswi. Guru PAI diharapkan terus meningkatkan kompetensinya dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran.

Peran guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan sikap Empati pada siswa SMK Tri Bhakti At-taqwa

IRNA NISSA NUR AISYAH
2025 · Book · Open Access

Peran guru pendidikan agama islam dalam menanamkan sikap empati pada siswa memegang peran yang sangat penting. Guru memiliki potensi besar dalam pembentukaan karakter siswa. Pada usia remaja siswa sering kali mengalami pencarian identitas diri dan tekanan untuk diterima dalam kelompok teman sebaya, yang dapat menimbulkan perbedaan pendapat, persaingan, dan pengucilan antar kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru pendidikan agama islam serta menganalisis penanaman sikap empati pada siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukan bahwa guru PAI berperan sebagai motivator dan administrator dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri pada siswa. Selain itu, guru PAI juga bertanggung jawab dalam membimbing peserta didik untuk memiliki keperdulian sosial terhadap sesama. Maka dari itu peran guru PAI sangat penting diterapkan kepada siswa dalam menanamkan sikap empati untuk mendukung hubungan yang sehat dan produktif.

Internalisasi nilai-nilai agama Islam dalam membentuk karakter santri melalui kegiatan sehari harinya di kelas 4 ibtidaiyah pondok pesantren darul ulum seputih banyak

ANGGETA PURNAMA
2025 · Book · Open Access

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penginternalisasian nilai-nilai agama islam dalam membentuk karakter seorang santri melalui kegiatan sehari-harinya di kelas 4 ibtida’iyah Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Seputih Banyak. Karena Masih terdapat santri yang sudah menerapkan pendidikan karakternya tapi belum paham akan materi pendidikan karakter bahkan sebaliknya, Masih terdapat santri yang mengucilkan hingga membully teman nya, dan masih terdapat santri yang akhlak nya belum sesuai oleh ajaran-ajaran yang daijarkan dipondok pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik sedangkan teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, yakni penyederhanaan data-data yang telah dikumpulkan, selanjutnya penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan dari data yang diperoleh yang berkaitan dengan judul peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sehari-hari santri yang selalu menerapkan nilai-nilai agama islam, karena nilai-nilai agam islam itu berperan penting dalam pembentukan karakter yang penginternalisasiannya dilakukan melalui pembelajarn dikelas, pembiasaan nilai-nilai agama islam melalui kegiatan sehari-harinya serta keteladanan dari para ustadz/ustadzahnya Kata kunci: nilai nilai Agama Islam, Karakter Santri, kegiatan sehari hari

implementasi pendidikan agama islam dalam membentuk kepribadian islami siswa SMP Plus Darunnaim di era industri 5.0

EKA VERAWATI
2025 · Book · Open Access

Munculnya industri 4.0 dan Society 5.0 membawa dampak besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembentukan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab peserta didik enggan mengikuti pembiasaan yang telah diterapkan di sekolah, seperti sholat dhuha berjamaah, membaca Al-Qur’an sebelum pembelajaran dan pembiasaan religius lainnya. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab serta dampak dari etika yang ditunjukkan oleh siswa dalam interaksi mereka dengan guru dan teman sebaya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan guru PAI dan siswa kelas IX sebagai responden utama. Hasil penelitian menunjukkan strategi pendidikan karakter diterapkan melalui kegiatan rutin, keteladanan, dan penanaman karakter. Kegiatan rutin dilakukan melalui kegiatan religius seperti membaca Al-Qur’an sebelum pembelajaran dan shalat dhuha bersama. Keteladanan guru memegang peran penting dalam membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab siswa. Sementara itu, penanaman karakter membantu siswa yang kegiatan tersebut bertujuan supaya peserta didik bisa sadar akan nilai-nilai keagamaan khususnya dalam melatih untuk bisa berinfaq. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan dalam pendidikan karakter, terutama dalam menjaga konsistensi perilaku siswa di luar sekolah serta minimnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran karakter. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa implementasi PAI dalam membentuk kepribadian islami siswa di era industry 5.0 memerlukan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptif, termasuk pemanfaatan media digital untuk mendukung pembelajaran karakter yang lebih efektif dan berkelanjutan

peran guru ngaji dalam meningkatkan minat pembiasaan membaca al qur'an pada santri RTQ subulus sholah di kampung siswo bangun seperti banyak

SITI LOGAYA
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap menurunnya minat membaca Al-Qur’an di kalangan remaja, yang diyakini berkaitan erat dengan pola asuh orang tua yang kurang efektif serta rendahnya kualitas hubungan emosional dalam keluarga. Ketika anak tumbuh dalam lingkungan rumah yang tidak mendukung, minat dan motivasi mereka untuk terlibat dalam aktivitas spiritual seperti membaca Al-Qur’an pun ikut menurun. Oleh karena itu, membangun iklim keluarga yang harmonis, penuh perhatian, dan mampu menjadi ruang yang suportif merupakan faktor penting dalam menumbuhkan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggali pengalaman dari para guru, orang tua, dan pengajar di RTQ Subulus Sholah. Proses analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perubahan positif, yaitu meningkatnya antusiasme dan keterlibatan santri dalam aktivitas membaca Al-Qur’an secara rutin dan mandiri.

Implementasi penggunakan media think phair card untuk meningkatkan keterampilan membaca kitap kuning di pondok pesantren darul ulum seputih banyak lampung tengah

FADHILA NUR SA'ADAH
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan penggunaan media Think Pair Card dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Ulum, Seputih Banyak, Lampung Tengah. Kitab kuning merupakan literatur klasik yang menjadi salah satu sumber utama dalam pendidikan pesantren, namun sering kali peserta didik mengalami kesulitan dalam memahaminya. Melalui penggunaan metode Think Pair Card, diharapkan santri dapat lebih mudah memahami isi kitab kuning dengan cara yang interaktif dan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Think Pair Card efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning, di mana santri lebih aktif berdiskusi, mampu mengidentifikasi masalah dengan lebih baik, dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi. Selain itu, santri merasa lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat setelah berdiskusi dengan pasangan. Dengan demikian, implementasi media Think Pair Card ini dapat dijadikan salah satu metode alternatif dalam pembelajaran di pesantren untuk meningkatkan keterampilan membaca dan memahami kitab kuning.

Upaya orang tua dalam menanamkan nilai kehidupan anti hedonis di era modern: studi kasus pada remaja di Kecamatan Metro Pusat

KHALIMAHTUS SAKDIAH
2025 · Book · Open Access

Hedonisme merupakan salah satu tantangan utama dalam pembentukan karakter remaja di era modern. Gaya hidup konsumtif yang semakin meluas, terutama melalui media sosial, membuat remaja rentan terhadap pola hidup berlebihan serta kurang menghargai nilai kesederhanaan. Dalam hal ini, orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan arahan untuk anak-anaknya agar hidup tidak terlalu berlebihan, menghamburkan uang, dan bergaul sesuai porsi hidup. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenisnya studi kasus, teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi secara langsung, narasumber yang di wawancarai pada penelitian ini yaitu orang tua dan remaja di Kecamatan Metro Pusat. Data dianalisis dan digambarkan berupa hasil penelitian tentang upaya orang tua dalam menanamkan nilai anti-hedonis pada remaja adalah mengarahkan anak untuk taat beribadah serta kegiatan keagamaan, mengarahkan anak untuk taat beribadah serta kegiatan keagamaan, selalu mengawasi pergaulan anak.

Analisis penerapan denda pembatalan pertunangan perspektif sosiologi hukum studi kasus desa negara jaya

MUHLISOTULLATIFAH
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini membahas penerapan denda bagi individu yang membatalkan pernikahan di Desa Negara Jaya. Keputusan untuk tidak melanjutkan pernikahan dapat berdampak pada reputasi keluarga serta keseimbangan sosial dalam masyarakat, sehingga penerapan sanksi berupa denda dianggap sebagai langkah yang diperlukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap lima partisipan, yang terdiri atas tokoh agama, aparat desa, serta individu yang pernah mengalami pembatalan pertunangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan denda tidak hanya berfungsi sebagai hukuman finansial, tetapi juga berperan dalam menjaga martabat dan kehormatan keluarga. Meskipun demikian, penerapan denda ini menimbulkan ketidaksetaraan sosial, terutama bagi keluarga dengan status ekonomi rendah, yang merasa terbebani oleh besaran denda yang ditetapkan. Proses musyawarah antar keluarga dan evaluasi dari tokoh adat dan tokoh agama menjadi bagian penting dalam menentukan besaran denda, meskipun kesepakatan ini sering kali dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi. Penelitian ini juga menemukan adanya pergeseran norma sosial seiring dengan perubahan sosial-ekonomi, yang mengarah pada perlunya penyesuaian penerapan denda agar lebih adil dan relevan dengan kondisi masyarakat yang terus berkembang. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan tentang norma-norma dalam kehidupan masyarakat desa Negara Jaya, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapan norma sosial di era modern.

Kepemilikan sesan pasca perceraian dalam masyarakat adat lampung Pepadun prespektif mubadalah studi kasus di kecamatan marga tiga lampung timur

AJENG GAISKA RAHMA NITA
2025 · Book · Open Access

Artikel ini menganalisis tentang pandangan tokoh adat pepadun terhadap kepemilikan sesan pasca perceraian. Dalam hukum adat pepadun harta sesan pasca perceraian diatur bahwa harta sesan pasca perceraian tetap dimiliki oleh suami. Permasalahan dalam penelitian ini suami melakukan perselingkuhan. Status kepemilikan sesan ini membuat perselisihan antara suami dan istri tentang siapa yang haru memiliki. Sehingga pengkajian dan analisis dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana status kepemilikan Sesan pasca perceraian dalam Adat Lampung Pepadun di Kecamatan Marga Tiga serta pandangan tokoh adat Lampung Pepadun terhadap status kepemilikan Sesan pasca perceraian karena perselingkuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus, penelitian dilakukan di lakukan di Kecamatan Marga Tiga. Sumber data yang digunakan yaitu berupa sumber data primer seperti wawancara oleh beberapa orang yang bisa dimintai kesaksiannya, kemudian sumber data sekunder dan sumber data tersier. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, sumber data yang diperoleh langsung dari tokoh adat pepadun. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Adat Lampung Pepadun, status kepemilikan sesan (harta benda) pasca perceraian karena perselingkuhan maka harta benda yang diperoleh oleh pasangan yang berselingkuh dapat diambil oleh pasangan yang lain. Sesan yang diperoleh sebelum perkawinan atau yang diperoleh sebagai warisan, dianggap sebagai harta benda pribadi dan tidak dapat dibagi. Sedangkan menurut pandangan tokoh adat Lampung Pepadun sesan yang diperoleh selama perkawinan dianggap sebagai harta benda bersama. Namun, jika perceraian disebabkan oleh perselingkuhan, maka harta benda yang diperoleh oleh pasangan yang berselingkuh dapat diambil oleh pasangan yang lain.

Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Degradasi Moral Siswa Kelas 10 SMK TRI BHAKTI AT-TAQWA

UMMU MAGHFIROH
2025 · Book · Open Access

Pendidikan karakter saat ini memegang peranan yang sangat penting dalam menjawab tantangan perubahan sosial, teknologi dan nilai yang dihadapi generasi muda. Berdasarkan observasi awal penulis menemukan sebuah permasalahan yakni adanya penurunan sikap moral siswa siswi SMK Tri Bhakti Attaqwa, selain itu munculnya tantangan perkembangan budaya global yang mempengaruhi moral yang kurang sesuai dengan nilai-nilai agama. Munculnya degradasi moral siswa kelas X SMK Tri Bhakti At- Taqwa berupa perilaku menyimpang seperti perundungan (bullying), ketidakjujuran, atau rendahnya rasa tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran guru PAI dalam mengidentifikasi tantangan moral yang dihadapi siswa di lingkungan sekolah dan menilai sejauh mana strategi yang diterapkan oleh guru PAI efektif dalam membentuk dan mengembangkan karakter siswa, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku positif yang diharapkan dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dimana metode ini menggunakan cara pengumpulan data dengan teknik kualitatif seperti: Wawancara, Observasi, dokumen. Sebelum menjelaskan setiap teknik secara rinci, sangat penting bagi semua peneliti untuk memahami mengapa setiap teknik digunakan dan memperoleh informasi apa yang diperlukan untuk bagian mana dari fokus masalah yang harus saya tekankan di sini. Peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter moral siswa sangat penting dan strategis. Guru PAI tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk sikap, nilai, dan perilaku siswa yang baik. Guru bertugas menanamkan nilai-nilai agama melalui pengajaran dan memberikan teladan dalam perilaku sehari-hari. Sedangkan Orang tua memainkan peran utama dalam mengajarkan nilai-nilai moral di rumah, mendidik anak-anak tentang akhlak, disiplin, dan tanggung jawab.

Peran Orang Tua Dalam Mendisiplinkan Pelaksanaan Ibadah Sholat Lima Waktu Pada Remaja Didesa Catur Tunggal Kecamatan Mesuji Makmur

AYU SETIYAWATI
2025 · Book · Open Access

Pendisiplinan dalam melaksanakan ibadah shalat merupakan aspek penting dalam membentuk karakter remaja yang berakhlak baik dan religius. Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam menanamkan kebiasaan shalat lima waktu kepada anak-anak mereka, terutama pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam mendisiplinkan pelaksanaan shalat lima waktu pada remaja di Desa Catur Tunggal, Kecamatan Mesuji Makmur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mendisiplinkan shalat remaja dilakukan melalui metode keteladanan, pembiasaan, pengawasan, serta pemberian nasihat dan hukuman. Dengan adanya bimbingan yang berkelanjutan dari orang tua, remaja menjadi lebih disiplin dalam melaksanakan shalat lima waktu serta menunjukkan perubahan positif dalam sikap dan perilaku mereka. Kesimpulannya, orang tua berperan sebagai faktor utama dalam membentuk kedisiplinan ibadah shalat pada remaja, yang berdampak pada peningkatan kualitas religiusitas mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa Melalui Pendekatan Saintifik di SMK Ma’arif 1 Metro

DEWI LESTARI
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan keterampilan berfikir kritis siswa melalui pendekatan saintifik. Hal ini dikarenakan rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, pemahaman konsep PAI yang tidak memadai, dan keterbatasan strategi pengajaran yang dapat mendorong pemikiran kritis. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitiannya yaitu guru pendidikan agama Islam, dan siswa siswi SMK Ma’arif 1 Metro. Uji keabsahan datanya menggunakan tringulasi. Teknik analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode saintifik berguna untuk membantu siswa belajar berpikir kritis, terutama dalam memahami dan menganalisis konsep agama. Mengamati, menanyakan, mengumpulkan data, menalar, dan berkomunikasi adalah lima langkah utama yang diperlukan untuk menerapkan metode ini. Selain itu, penelitian ini menemukan beberapa masalah dengan menerapkan metodologi saintifik, seperti kekurangan sumber daya dan kurangnya kebiasaan berpikir kritis siswa. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan mengajarkan siswa berpikir kritis adalah solusi yang disarankan. Oleh karena itu, guru PAI harus terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dengan dukungan yang memadai.