LUNA PERMANA
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kitab Wasoya dalam meningkatkan akhlak mulia santri kelas dua Wustho Putra di Madrasah Diniah Tri Bhakti At-Taqwa, Lampung Timur. Kitab Wasoya merupakan salah satu kitab klasik yang memuat nasihat dan nilai-nilai moral Islam yang relevan dalam pembinaan karakter santri di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi guru pengampu Kitab Wasoya, kepala madrasah, serta santri kelas dua Wustho Putra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kitab Wasoya dilakukan melalui metode ceramah interaktif, diskusi, mudzakarah, serta pemberian tugas reflektif untuk mendorong penghayatan dan pengamalan nilai-nilai akhlak. Nilai-nilai utama yang ditekankan meliputi kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, tawadhu’, serta cinta ilmu. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui pengamatan sikap, tes lisan dan tertulis, serta penugasan praktik yang mencerminkan pemahaman dan pengamalan akhlak. Penelitian ini menemukan adanya perubahan signifikan dalam perilaku santri setelah mengikuti pembelajaran Kitab Wasoya, antara lain meningkatnya kedisiplinan, kesopanan dalam berbicara dan bertindak, serta rasa peduli terhadap sesama. Namun, proses internalisasi akhlak juga menghadapi tantangan, seperti latar belakang pemahaman santri yang beragam, kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga, dan pengaruh negatif media sosial. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kitab Wasoya memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dan layak untuk terus dikembangkan dalam pendidikan pesantren. Keywords: Kitab Wasoya, Akhlak Mulia, Santri, Madrasah Diniah
MIFTAHUL ZANAH ARIFIN
2025 · Book · Open Access
FIA RAHMANA MUAWIYAH
2025 · Book · Open Access
Penggunaan model pembelajaran sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, agar siswa dapat lebih mudah memahami materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPAS dikelas IV SD N 1 Buminabung Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN 1 Buminabung Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam hal ini analisis data yang digunakan Peneliti adalah analisis deskriptif dengan menggunakan metode deduktif dan induktif pemikiran. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menyusun data, menganalisisnya, kemudian menafsirkan data, kemudian menarik kesimpulan dan menggunakan metode berpikir deduktif dan induktif. Sementara itu, Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPAS, siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi memecahkan suatu masalah, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta mampu menghubungkan konsep yang dipelajari dengan situasi nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini, model pembelajaran Problem Based Learning dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPAS karena melibatkan siswa secara langsung.
ENDANG PRIHATINI
2025 · Book · Open Access
Pendidikan memiliki peranan penting dalam perkembangan suatu bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan merupakan langkah awal untuk bersaing di abad 21. Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang ideal untuk mencapai tujuan pendidikan abad 21, karena mencakup prinsip berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa khususnya dalam materi siklus air, siswa tidak aktif dalam pembelajaran di kelas dan siswa tidak bisa menghubungkan suatu konsep pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil penggunaan model pembelajaran project based learning terhadap critical thinking siswa kelas V pada mata pelajaran ipas di MI Ma’arif 1 Punggur. Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas V. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif Deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajia data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Project Based Learning terhadap critical thinking siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS di MI Ma’arif 1 Punggur dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan, tahap pelaksanaan pembelajaran ada lima yaitu: (1) pertanyaan mendasar, (2) mendesain perencanaan produk, (3) menyusun jadwal pembuatan, (4) mengembangkan hasil proyek, (5) menguji hasil. Dari hasil penelian dapat disimpulkan bahwa dalam penggunaan model Project based Learning pada pembelajaran IPAS kelas V MI Ma;arrif 1 Punggur dapat memberikan hasil yang baik dalam menjadikan peserta didik aktif, dan berfikir kritis.
SITI MARIYAM
2025 · Book · Open Access
ALVIA NURUL AZIZAH
2025 · Book · Open Access
Siswa kelas V MI Ma'arif 01 Punggur di Lampung Tengah menjadi subjek penelitian ini, yang berupaya untuk mengkaji bagaimana pendekatan storytelling dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode dua siklus yang disebut Studi Tindakan Kelas (PTK). Ada empat fase pada setiap siklus: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Guru dan siswa diwawancarai dan data dikumpulkan melalui penilaian dan observasi. Menurut temuan penelitian, penggunaan cerita di kelas dapat membantu siswa menjadi lebih aktif terlibat dalam pembelajaran mereka sendiri, lebih memahami konsep yang kompleks, dan mengasah kemampuan berpikir analitis, kreatif, dan kritis mereka. Siswa kelas V MI Ma'arif 01 Punggur meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mereka ketika mereka menggunakan pendekatan storytelling, menurut temuan penelitian. Aktivitas belajar Siklus II meningkat sebesar 54,55% dari 55% Siklus I menjadi 85%. Peningkatan lebih lanjut ditunjukkan pada ketuntasan capaian pembelajaran, yang meningkat 39,29% dari 56% pada Siklus I menjadi 78% pada Siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cerita untuk mengajar Bahasa Indonesia dapat membuat siswa lebih terlibat dan meningkatkan pemahaman mereka. Hasil penilaian menunjukkan bahwa skor HOTS siswa meningkat pada setiap siklus, yang menunjukkan peningkatan ini. Lebih jauh, pendekatan naratif juga menumbuhkan lingkungan belajar yang menarik dan partisipatif. Hasilnya, siswa di madrasah ibtidaiyah dapat memperoleh manfaat dari mendongeng sebagai teknik pembelajaran berbasis PTK.
RAVIQHA MUFTI
2025 · Book · Open Access
Akhlakul karimah merupakan salah satu aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang harus ditanamkan sejak dini, Dalam dunia pendidikan, terutama di lingkungan madrasah. Dalam konteks ini, ustadzah memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing, mengarahkan, serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah kepada santri. Peran ustadzah dalam meningkatkan akhlakul karimah santri itu sangat dibutuhkan di dalam madrasah islamiyah “Darul Falah” lampung tengah karna bertujuan untuk mewujudkan visi misi madrasah. Madrasah “Darul Falah” merupakan lembaga sekolah yang berada dalam lingkup Pondok Pesantren “Darul Ulum”. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Ustadzah dalam meningkatkan Akhlakul Karimah santri kelas 5 di Madrasah Islamiyah “Darul Falah”. Metode yang digunakan adalah studi kasus (Case Studies) dan studi lapangan (fiel study). Sampel penelitiannya adalah 4 orang guru dan beberapa orang santri. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa alat pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan metodologi untuk menjamin keaslian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat upaya yang dilakukan Ustadzah dalam meningkatkan Akhlakul karimah santri kelas 5, santri menjadi lebih tertib dalam melaksanakan Kegiatan, dapat menerapkan hal-hal yang positif dan dapat menghidindari diri dari hal-hal negatif . Tak hanya terbiasa dapat membiasakan hal-hal baik, santri kelas 5 bisa menjadi contoh yang baik untuk junio nya. Dari upaya tersebut kualitas Akhlakul karimah santri kelas 5 semakin meningkat.
MUHAMAD FUAD AKBAR
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kolaborasi metode hafalan dengan ilmu Nahwu dan Shorof terhadap pemahaman mata pelajaran Al-Quran Hadis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian berjumlah 90 siswa, dan sampel yang digunakan adalah 20 siswa kelas sepuluh yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa tes yang dirancang untuk mengukur tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Instrumen telah diuji validitas isi dan reliabilitasnya menggunakan Cronbachs Alpha dengan menggunakan bantuan IBM SPSS versi 30, hasil uji menunjukkan sig 0,41 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa intrumen reliabel dan dapat digunakan untuk mendapatkan data penelitian. Hasil uji T sampel berpasangan menunjukkan nilai sig 0,001 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah menerapkan kolaborasi metode hafalan dengan Nahwu dan Shorof dalam mata pelajaran Al Quran Hadis siswa kelas sepuluh Madrasah Aliyah Bumi Sholawat Wates. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa setelah penerapan metode kolaboratif ini, dengan skor N-Gain sebesar 0,36 yang termasuk dalam kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kolaborasi metode hafalan dengan Nahwu dan Shorof secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Al-Quran Hadis.
SYAHRUL MUNIR
2025 · Book · Open Access
Dalam penelitian ini, dampak sosial masyarakat terhadap akhlak santri di Pondok Pesantren Tri Bhakti At-Taqwa Rama Puja Raman di Utara Lampung Timur dipelajari. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data. Secara keseluruhan, masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan antara nilai-nilai moral yang diajarkan di pondok pesantren dan bagaimana santri berinteraksi dengan orang lain di masyarakat. Ini dapat berarti bahwa santri yang belajar agama di pesantren membentuk akhlaknya, tetapi ketika mereka berinteraksi dengan orang-orang di sekitar mereka, mereka mendapatkan pengaruh yang dapat merusak akhlak mereka. Selain itu, ada pertanyaan tentang bagaimana budaya lokal di lingkungan pesantren berdampak. Diharapkan penelitian kualitatif ini akan memberikan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh tentang dampak sosial masyarakat terhadap akhlak santri di Pondok Pesantren Tri Bhakti At-Taqwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial santri dengan masyarakat mereka memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan akhlak mereka. Interaksi positif memperkuat nilai-nilai moral dan etika, sementara interaksi negatif dapat mempengaruhi akhlak santri secara negatif.
SAIFUL HUDA
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru akidah akhlak dalam pembentukan akhlaqul karimah pada siswa di MI Darul Ulum Panaragan Jaya. Pentingnya penelitian ini muncul dari tantangan yang dihadapi siswa dalam menerapkan nilai-nilai akhlak yang baik di lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan lapangan, yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru akidah akhlak berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter siswa, meskipun terdapat tantangan dari lingkungan luar dan pengaruh media sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk pembentukan akhlaqul karimah di sekolah.
DEVI SURAYA AZ-ZAHRA
2025 · Book · Open Access
Kepemimpinan perempuan merupakan topik yang semakin mendapat perhatian di berbagai bidang, termasuk politik, bisnis, pendidikan dan sosial. Seiring dengan perkembangan zaman, perempuan telah menunjukkan kapasitas dan kompetensi mereka dalam memimpin, menginspirasi, dan membawa perubahan positif. Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti stereotip gender dan kesenjangan kesempatan, banyak perempuan telah membuktikan bahwa mereka mampu menjadi pemimpin yang efektif dan visioner. Artikel ini membahas tentang kepemimpinan perempuan pada surat An-Naml ayat 23-44 yang didalamnya terdapat kisah antara Nabi Sulaiman dan Ratu Saba’. Kisah ini disinyalir memberikan gambaran yang ideal mengenai kepemimpinan Perempuan.Penelitian ini menggunakan pendekatan pustaka. Data dan sumber data di peroleh dari Al-Qur’an surat An-Naml ayat 23-44. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui simak catat. Teknik analisis menggunakan pendekatan deskriptif interpretatif dengan teori hermeneutika ma’a> cum maghza>. Hasil penelitian menunjukan bahwa sosok pemimpin perempuan yang tertuang dalam kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba’ pada surat An-Naml Ayat 23-44 menghasilkan kualifikasi pemimpin perempuan yang memiliki kuasa social dan material, berfikir open minded terhadap lawan atau oposisi, demokratis dan pemimpin yang mengakui kesalahan serta menerima kebenaran.
HENI ASTUTI
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini membahas konsep living qur’an dalam tradisi ruwatan pernikahan bagi anak sendhang kapit pancuran di Desa Sidang Bandar Anom, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Maesuji, Provinsi Lampung dengan pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl. Living qur’an merupakan bentuk pengamalan al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ritual budaya dan keagamaan. Tradisi ruwatan digunakan sebagai salah satu bentuk harapan akan ridho Allah, serta permohonan untuk keselamatan, Kesehatan, keharmonisan dan kelancaran rizki. Melalui pendekatan fenomenologi Husserl, peneliti akan menggali pengalaman subjektif masyarakat dalam memahami dan memaknai tradisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Desa Sidang Bandar Anom menginternalisasikan nilai-nilai al-qur’an melalui ritual ini, yang dianggap sebagai bentuk doa dan perlindungan spiritual. Penelitian ini mengungkapkan bahwa living quran tidak hanya hadir dalam aspek normatif, tetapi juga dalam dimensi budaya yang melekat pada tradisi masyarakat. Dengan demikian, ruwatan pernikahan bagi anak sendhang kapit pancuran menjadi contoh konkret bagaimana ajaran al-qur’an diadaptasi dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
APRYLIA YUVITA SARI
2025 · Book · Open Access
Kesalahan memahami konsep tawasul sebagai upaya agar dekat dengan pengabulan doa menjadikannya sebagai sesuatu yang kontroversial. Dalam hal ini, para mufasir berupaya mengungkap makna tawasul melalui penafsiran ayat-ayat yang menjadi landasan amaliah tawasul. Namun, perbedaan madzhab penafsiran seringkali memunculkan perspektif yang berbeda. Mufasir cenderung akan menafsirkan ayat sesuai pemikiran madzhabnya. Penelitian ini, akan membahas ayat-ayat tawasul dengan metode komparasi antara mufasir Suni melalui tafsir al-Iklil karya Misbah Musthafa dengan mufasir Muktazilah melalui Tafsir al-Kasysyaf karya Zamakhsyari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana perbedaan penafsiran pada ayat-ayat tawasul oleh kedua mufasir ini serta mengetahui lebih jauh tentang makna dan konsep tawasul yang sesungguhnya. Hasil analisis penulis bahwa tafsir al-Iklil cenderung lebih menerima penggunaan tawasul dalam konteks intermediasi dalam berdoa, sedangkan al-Kasysyaf lebih mengutamakan pemahaman rasional dan kritik terhadap praktik tersebut. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan mendalam dalam memahami ayat tawasul, yang mencerminkan perbedaan teologis dan metodologis antara mazhab Suni dan Muktazilah.
FATHUL FALAAH AL AKBAR
2025 · Book · Open Access
Seiring perkembangan zaman, manusia telah membuat banyak perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupannya, salah satu perubahannya yakni konsep kerupawanan. “Beauty” atau rupawan dianggap elemen yang harus ada dalam hidup orang dan dianggap memiliki pengaruh besar terhadap interaksi sosial. Mayoritas penduduk Indonesia menganggap bahwa dengan menjadi rupawan akan membawa “privilege” atau diistimewakan dalam hidup mereka. Dalam kajian ini menyatakan bahwa “Beauty Privilege” merupakan sebuah isu ditengah masyarakat dimana siapa yang memiliki kerupawanan baik berupa wajah cantik atau tampan, tubuh tinggi, berkulit sawo matang, dan mengikuti kriteria kerupawanan dimasyarakat tersebut akan diperlakukan istimewa. Kajian ini menggunakan metode penelitian tokoh milik Abdul Mustaqim. Kajian ini juga termasuk kedalam jenis library research (kepustakaan) dengan menghimpun data kepustakaan ilmiah dari kitab tafsir, buku-buku, dan jurnal artikel. Dengan kitab Tafsir Al-Iklīl fī ma'āni Al-Tanzīl karya Misbah Musthofa, penulis memfokuskan untuk mengetahui pendapat Misbah Musthofa tentang kerupawanan dalam tafsirnya tentang ayat-ayat kesempurnaan manusia. Penjelasan dari Tafsir Al-Iklīl fī ma'āni Al-Tanzīl menegaskan tentang makna kerupawanan yang sesungguhnya dalam Islam.
MUHAMMAD SIROJUDIN NUR
2025 · Book · Open Access
Nasionalisme Indonesia menghadapi tantangan serius di era modern akibat meningkatnya kemiskinan , korupsi , dan intoleransi yang menggerus rasa cinta tanah air . Fenomena ini memaksa penguatan kembali nilai-nilai nasionalisme yang melekat pada identitas dan moralitas bangsa. Nasionalisme Indonesia menghadapi tantangan serius di era modern akibat meningkatnya kemiskinan, korupsi, dan intoleransi yang menggerus rasa cinta tanah air. Fenomena ini memaksa penguatan kembali nilai-nilai nasionalisme yang dicabut pada identitas dan moralitas bangsa. Dalam konteks keislaman, ajaran Islam menawarkan landasan teologis yang mendalam terhadap konsep cinta tanah air, sebagaimana tercermin dalam perilaku Nabi Muhammad SAW dan termanifestasi dalam berbagai ayat Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep cinta tanah air dalam Al-Qur'an dengan menggunakan pendekatan semantik yang diperkenalkan oleh Toshihiko Izutsu, guna mengungkap dimensi makna lafadz-lafadz yang berkaitan dengan tanah air dalam konteks spiritual, sosial, dan politik. Hasil kajian terhadap ayat-ayat seperti QS. Al-Qashash : 85, QS. An-Nisa : 66, dan QS. Al-Baqarah: 126 menunjukkan bahwa perputaran manusia terhadap tanah kelahiran merupakan fitrah yang dijunjung tinggi dalam Islam. Cinta tanah air tidak hanya bermakna emosional, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjaga keutuhan, kesejahteraan, dan stabilitas bangsa. Konsep hijrah juga mempertegas pentingnya pengorbanan demi nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian semantik Al-Qur'an serta menawarkan perspektif integratif antara nasionalisme dan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam membangun bangsa yang bermoral dan berkeadilan.
KHOIRUN NISA
2025 · Book · Open Access
Kegiatan manaqib kubra di Karangrejo Metro Lampung menjadi kegiatan keagamaan rutinan memiliki pengaruh tersendiri bagi jama’ahnya. Hal ini menunjukan bahwa adanya atsar bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan manaqib kubra di Karangrejo, Metro, Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an terhadap pelaksanaan Manaqib Kubra Syekh Abdul Qodir Jailani sebagaimana tercantum dalam kitab Nurul Burhan. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan merujuk pada konsep Living Qur'an yang dikembangkan oleh Ahmad Rafiq. Dalam penelitian ini, konsep Living Qur'an diterapkan melalui perspektif resepsi fungsional. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur. Keabsahan data dijamin dengan triangulasi menurut model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan ayat Al-Qur'an dalam Manaqib Kubra Syekh Abdul Qodir Jailani memiliki nilai budaya dan manfaat yang signifikan. Pertama, dampak positif seperti memberikan ketenangan jiwa dan fikiran sehingga menumbuhkkan semangat menjalankan ibadah sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah dan memperlancar segala urusan. Kedua, memiliki nilai budaya lokal dalam pelaksanaan zikir dan doa dengan menggunakan bahasa Jawa setempat, sikap toleransi, mempererat silaturahmi, penguatan nilai spiritual, adanya penyajian makanan yang menunjukkan akulturasi antara Islam dan budaya lokal serta penggunaan rebana ketika melantunkan shalawat sehingga menambah kecintaan kepada Rosullulah.
M RIZAL MA'RUF BAHARUDIN
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini membahas retorika logis-ekologis Nabi Ibrahim dalam dakwah tauhid sebagaimana tercantum dalam QS. Al-An’am ayat 76-79, dengan fokus pada interpretasi Fakhruddi>n Al-Ra>zi> dalam kitab Tafsir Mafa>tih al-Gaib. Pendekatan kualitatif dan metode tematik digunakan untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an terkait. Studi ini mengungkap bagaimana Nabi Ibrahim memanfaatkan fenomena alam -bintang, bulan, dan matahari-untuk menyampaikan argumen berbasis logika, menunjukkan bahwa benda-benda fana tidak layak disembah. Melalui dialog persuasif yang halus, beliau berhasil menggugah kesadaran kaumnya tanpa menimbulkan konfrontasi langsung. Pendekatan Nabi Ibrahim ini menawarkan pelajaran penting bagi dakwah modern: pentingnya penggunaan argumen rasional, empati, dan pemahaman terhadap audiens. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dakwah berbasis logika dapat membantu menjawab tantangan masyarakat modern Kata yang kritis dan terdidik. Temuan ini memperkaya literatur tafsir Al-Qur’an sekaligus memberikan panduan bagi pendakwah untuk menerapkan komunikasi yang efektif dan relevan dengan konteks zaman.
AMANATUS SOLEKAH
2025 · Book · Open Access
Islamic teachings emphasize the importance of faith, piety, and the improvement of morality and spirituality. However, in the modern era, moral issues have become increasingly complex. A waliyyullâh is a servant of Allah who consistently upholds faith and piety. Unfortunately, misunderstandings about the concept of waliyyullâh often arise due to a lack of religious knowledge, leading to misconceptions in society. Therefore, it is essential to understand the depiction of waliyyullâh in the Qur'an. This study aims to examine the concept of waliyyullâh according to Ibn ‘Arabi in his interpretation of the Qur'an.
CHOIRUL ANWAR
2025 · Book · Open Access
Introspection in the Qur'an study of thematic interpretation of muhasabah annafs verses
DEWI LAILATUL KHUSNA
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam mata pelajaran Fiqih di Madrasah Aliyah (MA) Al-Khoirot Buyut Udik, Lampung. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi pendidik dan peserta didik dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik individu. Dalam konteks pembelajaran Fiqih, penerapan kurikulum ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa melalui pendekatan berbasis proyek dan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru Fiqih, serta siswa MA Al-Khoirot Buyut Udik. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi, yang mencakup triangulasi sumber untuk membandingkan informasi dari berbagai pihak dan triangulasi metode untuk memastikan konsistensi data melalui berbagai teknik pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Fiqih di MA Al-Khoirot menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan sumber belajar dan kesiapan guru dalam mengadopsi metode pembelajaran yang lebih inovatif. Namun, terdapat faktor pendukung seperti minat belajar siswa yang tinggi serta fleksibilitas kurikulum yang memungkinkan guru menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa.Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan strategi pembelajaran Fiqih yang lebih efektif serta dapat menjadi referensi bagi madrasah lain dalam mengimplementasikan kebijakan kurikulum yang lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan siswa.