Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.019 item publik

Publikasi

Halaman 26 dari 101

Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi

Ketut Rindjin
2025 · Book · Open Access

"Pancasila adalah pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, jadi sangat ideal apabila warga negara Indonesia memahami Pancasila, lalu mempraktikkannya dalam kehidupan pribadi, kehidupan bermasyarakat, maupun dalam dunia kerja. Proses pembelajaran pendidikan Pancasila pada dasarnya dilakukan secara berkelanjutan dari pendidikan dasar, menengah, sampai tinggi. Pada tingkat pendidikan tinggi, hal tersebut diperkuat oleh UU Pendidikan Tinggi No. 12/2012 tanggal 10 Agustus 2012 Pasar 35 ayat(3) yang menyebutkan bahwa kurikulum pendidikan tinggi tidak hanya wajib memuat mata kuliah Agama, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia, tetapi juga Pancasila. Buku ini memaparkan antara lain proses pertumbuhan nilai-nilai budaya bangsa hingga perumusan rancangan dasar negara secara runtut dan komprehensif, implementasi Pembukaan dan Pancasila dalam UUD 1945, kontroversi tentang penggali dan lahirnya Pancasila untuk menghindari kesalahan persepsi, dan dinamika kehidupan bernegara sejak Proklamasi hingga dewasa ini. Sebagai salah satu rujukan bagi mahasiswa maupun dosen mata kuliah Pancasila, buku ini dilengkapi dengan standar kompetensi pendidikan Pancasila, di mana tiap bab menyertakan kompetensi dasar serta indikator pencapaiannya."

Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi

Paristiyanti Nurwardani (Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan); Hestu Yoga Saksama (Direktorat Jenderal Pajak); Arqom Kuswanjono (Universitas Gadjah Mada); Misnal Munir (Universitas Gadjah Mada); Rizal Mustansyir (Universitas Gadjah Mada);
2025 · Book · Open Access

Buku Wajib Pendidikan Pancasila pada Perguruan Tinggi

peran penting orang tua dalam proses pendidikan karakter anak (studi kasus di desa sidorahayu kelurahan sidomlyo kecamaan punggur kabupaten lampung tengah)

IKHWANUDDIN
2025 · Book · Open Access

Ketika seorang anak lahir ke dunia, jiwanya yang masih suci dan bersih akan menerima segala bentuk apa saja yang datang mempengaruhinya. Anak akan dibentuk oleh setiap pengaruh yang datang dalam dirinya. Imam Al-Ghazali berkata: anak adalah amanat bagi orang tuanya, hatinya bersih, suci dan polos. Kosong dari segala ukiran dan gambaran. Anak akan selalu menerima ukiran yang diukirnya, dan akan cenderung terhadap apa saja yang mempengaruhinya. Maka apabila ia dibiasakan dan diajarkan untuk melakukan kebaikan, niscaya akan seperti itulah anak terbentuk. Namun apabila anak dibiasakan untuk melakukan kejahatan dan ditelantarkan bagaikan binatang liar, sengsara dan celakalah ia. Rasulullah SAW bersabda : مَىْلُىْدٍ يُىْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَبَىَاهِ يَهَىْدَانِوِ أَوْ يُنَصَّرَانِوِ أَوْ يُمَجَّسَانِوِ Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci bersih, dan sesungguhnya kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai orang yahudi atau nasrani atau majusi” (HR. Muslim) Anak mulai mengenal Sang Maha Pencipta melalui orang tua dan lingkungan keluarganya. Kata-kata, sikap, tindakan dan perbuatan orang tua sangat mempengaruhi perkembangan spiritual dan karakter yang dimiliki anak. Sebelum anak bisa bicara, ia telah lebih dulu mendengar kata - kata yang mungkin belum ada arti apa- apa baginya.” Betapa besar pengaruh lingkungan rumah bagi kehidupan anak, oleh karena itu kedua orang tuanya harus memiliki kewajiban penuh dalam mempersiapkan anak dan melindunginya dari kehinaan serta mengarahkannya agar tumbuh di dalam jiwanya tentang nilai nilai agama dan budi pekerti yang baik. Keluarga adalah batu bata pertama bagi pembinaan setiap masyarakat. Ia adalah langkah pertama untuk membina seseorang. Karena pendidikan dalam islam harus dimulai sejak dini sekali ( sejak usia 0-5 tahun yang merupakan masa keemasan dalam perkembangan anak ). Pada dasarnya ia merupakan asas yang harus dipertimbangkan bagi pembinaan keluarga yang kokoh dan harmonis, yang menjamin terbentuknya seorang manusia yang sehat tubuh, akal dan jiwanya. Anak selain bagian dari keluarga, juga merupakan bagian dari masyarakat, yang di pundaknya terpikul beban pembangunan di masa mendatang dan juga sebagai generasi penerus dari generasi sebelumnya. Oleh karena itu orang tua harus lebih memperhatikan dan selalu membimbing dan mendidik anak dengan baik, sehingga tercapailah baginya kebahagiaan dunia akhirat. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 9 yang berbunyi : وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar”.(QS. An-Nisa : 9) Ayat di atas mengisyaratkan kepada orang tua agar tidak meninggalkan anak mereka dalam keadaan lemah. Lemah di sini maksudnya adalah lemah dalam segala aspek kehidupan, seperti ; lemah mental, psikis, pendidikan, ekonomi, terutama lemah iman (spiritual). Allah SWT memerintahkan kepada setiap orang tua untuk menjadikan keturunan- keturunan mereka anak-anak yang kuat dalam berbagai aspek kehidupan terutama dalam aspek iman (spiritual). Karena sesungguhnya anak yang lemah iman akan menjadi generasi tanpa kepribadian dan budi pekerti yang baik. Era informasi menyebabkan lingkungan sosial semakin meluas karena disatukan oleh teknologi dibidang komunikasi. Di sinilah muncul era globalisasi. Peranan media elektronika yang demikian besar akan menggeser agen-agen sosialisasi yang tradisional, seperti orang tua, guru, pemuka agama, pemerintah dan sebagainya. Ilmu dan teknologi terus berkembang sejalan dengan perkembangan hidup manusia. Pola kehidupan pun semakin bergeser pada pola universal. Suatu permasalahan yang sering muncul di masyarakat adalah berkisar pada permasalahan remaja, pendidikan dan pergaulan masyarakat, kehidupan remaja kita saat ini sering dihadapkan pada berbagai masalah yang sangat kompleks yang tentunya sangat perlu mendapat perhatian kita semua. Salah satu masalah tersebut adalah semakin menurunnya tatakrama kehidupan sosial danetika remaja dalam praktik kehidupan, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitarnya mengakibatkan timbulnya sejumlah efek negatif di masyarakat yang akhir akhir ini sering merisaukan. Efek tersebut misalnya, semakin maraknya penyimpangan diberbagai norma kehidupan, baik agama maupun sosial, yang terwujud dalam bentuk-bentuk prilaku anisosial seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, penganiayaan, seks bebas serta perbuatan amoral lainnya, akibatnya yang ditimbulkan cukup serius dan tidak dapat dianggap sebagai suatu persoalan sederhana, karena tindakan-tindakan tersebut sudah menjerumus kepada tindakan yang tidak benar. Kondisi ini sangat memprihatinkan masyarakat, khususnya para orang tua, sebab pelaku-pelaku beserta korbannya adalah kaum remaja. Di zaman dimana arus teknologi dan komunikasi berkembang pesat dan maju, tidak sedikit orang yang tidak mempunyai alat komunikasi pribadi di antaranya handphone. Handphone adalah alat penunjang informasi, semua kalangan hampir memilikinya, dengan adanya handphone mengakibatkan adanya jarak antara diri sendiri dan keluarga, sehingga mengurangi keakraban dalam keluarga. Dengan adanya berbagai macam teknologi baru menjadikan manusia lebih mudah mendapatkan informasi yang ingin diketahui dan dapat lebih mudah dalam berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Akan tetapi dengan adanya teknologi baru menciptakan jarak kecil diantara keluarga, yang mestinya hubungan antara keluarga dekat tergantikan oleh adanya teknologi. Keluarga merupakan pendidikan dasar yang dilalui anak sebelum ia beranjak pada pendidikan sekolah. Anak merupakan aset yang sangat berharga bagi setiap orang tua. Sebagai orang tua tentu menginginkan anak tumbuh dan berkembang dengan baik, mendapatkan pendidikan yang dapat mengembangkan potensi bakat, keterampilan yang dimilikinya secara maksimal. Orang tua juga menginginkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan akhlak, moral dan budi pekerti yang baik dan bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan masyarakat dimana ia tinggal. Hampir semua tujuan utama setiap orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak- anaknya secara umum adalah untuk mempersiapkan si anak agar dapat menjadi manusia dewasa yang mandiri dan produktif serta berakhlak dan berbudi pekerti baik. Orang tua sebagai pendidik utama tidak pernah lepas dari tanggung jawabnya yaitu mendidik kepribadian dan karakter. Karakter merupakan serangkaian sikap, prilaku, motivasi dan keterampilan yang ada pada setiap manusia. Proses pendidikan karakter tidak bisa di ukur dalam kurun waktu tertentu karena prosesnya terus menerus sehingga pendidikan karakter ini terus berjalan, akan tetapi pendidikan karakter itu dapat dilihat ketika sudah masuk kedalam sifat seseorang yaitu dapat dilihat dari tingkah lakunya, tutur katanya, sopan santun dan lain sebagainya. Karakter seseorang hanya ada satu contoh orang mulia yang memiliki karakter sempurna yaitu Nabi Muhammad SAW. Hal ini bisa di mengerti dari salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah selaku salah satu ibu orang-orang mukmin beliau pernah mengatakan dalam salah satu hadisnya yaitu’ Akhlak Nabi Muhammad adalah al-Qur’an. Bisa dibayangkan betapa agungnya akhlak nabi, sebagai keluarga sudah menjadi keharusan kita untuk menjadikan Nabi Muhammad sebagai pedoman dalam mengajarkan akhlak dan karakter kepada anak-anak kita. Di lingkungan Masyarakat desa Sidomulyo terdapat beberapa kepala keluarga yang mana setiap keluarga memiliki perbedaan dalam mendidik karakter anak masing-masing. Peran orang tua sangatlah besar untuk membentuk pribadi anak yang berbudi pekerti, berkarakter baik dan berakhlak baik. Dalam penelitian ini penulis mengambil tema tetang “Peran Penring Orang Tua Dalam Proses Pendidikan Karakter Anak (Study Kasus Di Desa Sidorahayu Sidomulyo Punggur Lampung Tengah)”

Implementasi Pendidikan Holistik Melalui Kegiatan Tahunan terhadap Karakter Santriwati di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 8

AFIFAH NOR HIDAYAH
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendidikan holistik melalui kegiatan tahunan dalam pembentukan karakter santriwati di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 8. Pendidikan holistik di Gontor tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi diwujudkan dalam berbagai kegiatan tahunan seperti Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA), Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI), Panggung Gembira (PG), serta kegiatan kepramukaan. Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan media internalisasi nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, dan kejujuran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi santriwati kelas V–VI, ustadzah pembimbing, serta dokumen kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan santriwati dalam kepanitiaan dan pelaksanaan kegiatan tahunan melatih kepemimpinan, pengambilan keputusan, penyelesaian konflik, kerja sama, dan tanggung jawab, sekaligus mengasah kemampuan manajerial serta solidaritas. Dengan demikian, kegiatan tahunan terbukti menjadi instrumen strategis dalam implementasi pendidikan holistik yang mampu menanamkan nilai karakter secara berkesinambungan. This study aims to describe the implementation of holistic education through annual activities in shaping the character of female students at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 8. Holistic education at Gontor is not limited to classroom learning but is manifested in various annual activities such as the Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA), Sports and Arts Week (PORSENI), Panggung Gembira (PG), and scouting programs. These activities are not merely ceremonial events but serve as a medium for internalizing character values such as discipline, responsibility, leadership, cooperation, independence, and honesty. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation. The participants consisted of senior students (fifth and sixth grades), supervising teachers, and institutional documents. The findings indicate that active involvement in organizing and carrying out annual activities fosters leadership, decision-making, conflict resolution, teamwork, and responsibility, while also enhancing managerial skills and solidarity. Thus, annual activities are proven to be strategic instruments in the implementation of holistic education that effectively instills character values in a sustainable manner.

Peran Funding Officer Dalam Meningkatkan Jumlah Anggota Melalui Fasilitas Ceria Digital

IKHWAN SURYAWAN YUSUF
2025 · Book · Open Access

Abstract. Perusahaan keuangan mikro Baitul Mal wet Tamwil (BMT) berorientasi pada hasil. Dengan mengutamakan martabat dan rasa hormat terhadap kontribusi perempuan dan kelompok minoritas, BMT berupaya menciptakan usaha mikro. Petugas pendanaan merupakan komponen penting dalam organisasi perbankan dan bertindak sebagai pemimpin bisnis di sektor keuangan, khususnya industri perbankan. Tanggung jawab petugas pendanaan meliputi mengidentifikasi anggota yang memiliki dana lebih untuk disimpan di bank, meluncurkan, mengiklankan, dan memasarkan produk perbankan, serta mengembangkan jaringan baik di dalam maupun di luar industri perbankan. Kunjungan langsung ke lokasi digunakan untuk melakukan penelitian lapangan. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tiga tahap analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penyusunan dan verifikasi kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Petugas Pendanaan memainkan peran penting dan sukses dalam meningkatkan keanggotaan melalui fasilitas Berkah Digital. BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional (BMT Nasional) Cabang Kota Gajah berhasil meningkatkan jumlah anggotanya dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang lembaga keuangan Islam melalui pemanfaatan fasilitas Berkah Digital dan penerapan rencana pemasaran yang efektif. Aplikasi Berkah Digital merupakan layanan tambahan yang disediakan BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional (BMT Nasional) bagi para anggotanya dalam upaya meningkatkan kualitas layanan.

STRATEGI PENINGKATAN BRAND AWARENNESS DAN CUSTOMER TRUST TERHADAP TABUNGAN HAJI DAN UMROH STUDI PADA BMT ARTHA BUANA KOTA METRO

SAHRUL DARMAWAN
2025 · Book · Open Access

Abstract. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui mengetahui strategi peningkatan brand awareness dan customer trust terhadap tabungan haji dan umroh di BMT Artha Buana Kota Metro. Tidak dapat dipungkiri, brand awareness (kesadaran merek) merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi sebuah BMT agar produk-produknya selalu diingat dan dibeli, sehingga dapat bertahan di tengah kompetitor yang bermunculan. Pemahaman konsumen terhadap suatu merek atau brand awareness memainkan peran penting dalam memengaruhi keputusan untuk membeli. Ketika konsumen memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap suatu merek, hal itu bisa menjadi faktor penentu yang kuat dalam memilih produk tertentu. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keberadaan dan ciri khas dari suatu merek. Brand awareness sendiri merujuk pada kemampuan individu untuk mengenali serta mengingat bahwa suatu merek termasuk dalam jenis produk tertentu. Semakin tinggi tingkat kesadaran terhadap merek, semakin besar pula kemungkinan konsumen akan memilih produk tersebut. Baik produk berupa barang maupun jasa, keputusan pembelian cenderung dipengaruhi secara positif oleh kesadaran terhadap merek tersebut. anggota yang mengambil paket ibadah haji dan umroh di BMT Artha Buana Metro kurang diminati oleh sebagian besar masyarakat Metro. Hal ini disebabkan karena selain produk haji dan umroh tersebut masih tergolong baru yakni mulai ada pada tahun 2018, dalam mempromosikan produk haji dan umroh, pihak BMT Artha Buana Metro juga belum memiliki strategi jitu sehingga kurang menarik minat masyarakat untuk mengikuti produk haji dan umroh tersebut.

Praktik Isbat Nikah dan Implikasinya Terhadap Status Keluarga Dalam Kajian Maslahah Mursalah (Studi Kasus di kantor urusan Agama Way Kenanga Kabupaten Tulang Bawang Barat)

SAIFULLOH ALFIRDAUS
2025 · Book · Open Access

Fenomena perkawinan yang hanya dilakukan secara agama tanpa pencatatan negara masih banyak terjadi di Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, menyebabkan ketidakjelasan status hukum keluarga dan keterbatasan akses hak-hak keperdataan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak praktik isbat nikah terhadap status keluarga dalam perspektif Maslahah mursalah dalam hukum Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan pendekatan deduktif menggunakan teori Maslahah mursalah sebagai landasan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isbat nikah efektif memberikan legalitas formal, memperkuat hak keperdataan keluarga, dan meningkatkan legitimasi sosial pasangan suami istri. Praktik ini juga memenuhi prinsip-prinsip maqashid al-syari'ah, terutama dalam menjaga keturunan dan melindungi hak-hak individu. Penelitian merekomendasikan perlunya peningkatan program sosialisasi hukum, penyederhanaan prosedur isbat nikah, serta dukungan pembiayaan dari pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, guna memperluas manfaat isbat nikah bagi kemaslahatan masyarakat secara berkelanjutan.

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam mencegah Intoleransi Beragama Pada Siswa SMAN 01 PUNGGUR

AHMAD HADZIQ
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah perilaku intoleransi di kalangan siswa. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis dan interpretasi tematik dalam tinjauan literaturnya. Penelitian ini berfokus pada sejumlah dokumen tertulis yang relevan, khususnya yang membahas peran pendidikan agama Islam dalam pencegahan intoleransi. Sumber sekunder, seperti buku, jurnal, dan materi tertulis lainnya, juga dimanfaatkan untuk memperoleh wawasan, fakta, serta analisis yang lebih mendalam. Data dianalisis menggunakan metode analisis konten, yang memungkinkan peneliti mendeskripsikan serta mengaitkan data dengan dokumen pendukung terkait pendidikan agama Islam. Melalui analisis ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam mencegah intoleransi melalui pengajaran nilai-nilai Islam seperti toleransi, keadilan, dan saling menghormati. Guru berfungsi sebagai panutan dalam membentuk karakter siswa yang inklusif dan mengintegrasikan kegiatan ekstrakurikuler untuk mempromosikan kerukunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran penting terutama dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa berdasarkan nilai-nilai luhur Islam. Mereka tidak hanya bertugas mengajarkan aspek teoretis agama, tetapi juga berfungsi sebagai teladan moral dan spiritual yang mengajarkan akhlak mulia, keadilan, dan perilaku intoleransi dalam pendidikan. Nilai toleransi diajarkan kepada siswa dengan harapan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bijak dan berbasis pada nilai-nilai moral dan keagamaan.

peran bank syariah indonesia dalam peningkatan akses pembiayaan usaha berbasis teknologi dalam ekosistem fintech syariah ( studi di BSI KC. Bandar jaya )

FITRI RENJANI
2025 · Book · Open Access

Financial technology (fintech) merupakan inovasi di sektor keuangan yang memanfaatkan informasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kualitas layanan keuangan. Fintech syariah hadir sebagai solusi inovatif yang menawarkan kemudahan layanan keuangan yang lebih cepat dan mudah di akses termasuk dalam ekosistem keuangan syariah serta akses pembiayaan dengan tetap berlandaskan akad syariah. Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan keuangan, termasuk pembiayaan berbasis syariah. Namun, keuangan syariah inklusi bagi pelaku UMKM masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya akses pembiayaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Bandar Jaya dalam meningkatkan akses pembiayaan berbasis teknologi melalui sinergi dengan fintech syariah, serta mengidentifikasi tantangan apa saja yang di hadapi BSI KC Bandar jaya dalam meningkatkan akses pembiayaan usaha berbasis teknologi dalam ekosistem Fintech syariah. Penelitian dilakukan di Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI berperan aktif mendukung ekosistem fintech syariah melalui pengembangan produk berbasis akad syariah, integrasi layanan digital, dan pelatihan UMKM. BSI juga bertindak sebagai fasilitator digitalisasi keuangan. Disarankan agar BSI memperluas literasi keuangan digital syariah dan memperkuat infrastruktur teknologi untuk mendukung pemantauan pembiayaan secara real-time.

Analisis pengembalian modal gaduhan sapi menurut fatwa DSN-MUI no.105/DSN-MUI/X/2016 studi didesa qurnia

PUJI ASTUTI GUNAWAN
2025 · Book · Open Access

Gaduhan sapi adalah suatu bentuk kerja sama di bidang peternakan, di mana pemilik sapi menyerahkan hewan ternaknya kepada orang lain untuk dipelihara dan dikelola. Dalam sistem ini, pengelola bertugas merawat, memberi makan, menjaga kesehatan, serta mengembangkan ternak tersebut dalam jangka waktu tertentu. Sebagai imbalan atas pengelolaan tersebut, pengelola akan memperoleh bagian dari hasil yang diperoleh, seperti anak sapi yang lahir atau keuntungan dari hasil penjualan sapi. Lokasi penelitian berada di Desa Qurnia Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, Observasi, dan Dokumentasi adapun data primer penelitian adalah penggaduh sapi dan Data sekunder adalah data data terkait penelitian, jurnal jurnal serta buku buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengembalian modal dalam usaha gaduhan sapi di wilayah tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yang diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 105/DSN-MUI/X/2016. Ditemukan bahwa masih ada ketidaksesuaian dalam pembagian keuntungan, transparansi modal awal, serta kurangnya dokumentasi dan pemahaman terhadap akad mudharabah itu sendiri. Ketidaksesuaian ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi salah satu pihak. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam menerapkan akad syariah secara benar. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pemangku kepentingan agar ke depan pengelolaan usaha gaduhan sapi dapat berjalan sesuai prinsip ekonomi Islam.

PERAN MOTIVASI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH AL-ASROR DESA SUMBERSARI KECAMATAN SEKAMPUNG KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

AHMAD ROBIANSYAH
2025 · Book · Open Access

Motivasi orangtua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar anak. Tanpa adanya dorongan atau rangsangan dari orang tua untuk belajar, maka timbul kurang gairah pada diri anak dalam prestasi belajarnya. Hal ini yang akan mengarah pada rasa pesimis yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan anak. Prestasi belajar akan optimal manakala ada motivasi yang tepat dari orang tua selain motivasi yang datang dari anak itu sendiri. Di sini tampak perlunya motivasi pengabdian yang kuat dari orang tua untuk sadar melaksanakan perannya membawa generasi penerus bangsa ke dalam kehidupan yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui peran motivasi orangtua terhadap prestasi belajar siswa MA Al-Asror Desa Sumbersari Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur.Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat motivasi orangtua terhadap prestasi belajar siswa MA Al-Asror Desa Sumbersari Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini adalah unsur Kepala Sekolah, Dewan Guru, orangtua dan Siswa. Teknik pengambilan data menggunakan obervasi, Interview dan dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan sumber data. Teknik analisa data menggunakan model Miles and Huberman mengemukakan bahwa analisis data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Peran motivasi orang tua terhadap prestasi belajar siswa ialah dapat membangkitkan gairah belajar siswa sehingga dalam pencapaian hasil belajar dapat diperoleh dengan baik, hal ini terbukti berupa dorongan untuk rajin belajar agar mendapatkan hasil belajar yang baik, memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi pada anak, memberikan nasihat dan motivasi ketika anak kurang semangat dalam belajar, orangtua memberi semangat agar anak selalu optimis dan tidak mudah menyerah. Kendala motivasi orangtua dalam meningkatkan hasil kurangnya bimbingan orang tua terhadap anak dengan alasan karena sibuk mencari nafkah, sehingga siswa sering pulang sekolah pada sore hari, tidak mengerjakan tugas sekolah, malas belajar dan banyak bermain diluar sehingga hasil belajar siswa menurun.

implementasi metode an-nahdliyah dalam meningkatkan kualitas belajar membaca dan menulis al-qur'an di RTQ (Roudlotul Ta'limil Qur'an) Darul Falah

ANI NUR AZIZAH
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjalanan pembelajaran di RTQ Darul Falah Seputih Banyak Lampung Tengah yang mana lembaga ini menggunakan metode an-nahdliyah. Di sebuah lembaga pendidikan masih di temukan beberapa permasalahn di dalam nya.Seperti yang terjadi di lembaga pendidikan ini masih di temukan beberapa murid atau siswa yang masih kurang bisa membaca dan menulis al-qur’an. Dengan adanya permasalah yang demikian maka RTQ Darul Falah menggunakan metode an-nahdliyah untuk meningkatkan kualitas belajarsiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif di lakukan menggunakan penggumpulan data di lakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode an-nahdliyah sangat berpotensi dan medukung akan kualitas belajar membaca al-qur’an di lembaga pendidikan TPQ atau RTQ

Pengembangan Media Triplek Menjadi Tabung Bola Warna Untuk Melatih Motorik Halus Anak Usia Dini Di Tk Albarokah

SUMIYATI DEWI
2025 · Book · Open Access

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen vital dalam pendidikan yang berperan penting untuk membantu guru menyampaikan materi secara efektif, menarik dan relevan bagus siswa. Media juga dapat menjadi alternatif untuk membantu melatih motorik halus pada anak. Dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan ramah ligkungan untuk melatih motorik halus pada anak usia dini di TK Al-Barokah Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan Reseacrh and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Proses pengembangan dilakukan melalui tahap analisis kebutuhan, perancangan media, validasi oleh ahli media dan materi, serta uji coba produk terbatas dan lapangan pada anak usa 4-5 tahun. Adapun lokasi penelitian di TK Al-Barokah Metro. Penelitian ini bertujuan untuk melatih motorik halus pada anak usia dini dengan mengembangkan media pembelajaran berupa tabung bola warna yang berbahan dasar triplek di TK Al-Barokah Metro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media tabung bola warna ini efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia dini, khususnya dalam aspek koordinasi tangan dan mata, ketelitian gerakan, serta kekuatan dna kontrol jari. Selain itu, media tabung bola warna ini juga mendapat tanggapan positif dari guru kelas sebagai alat bantu pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Dengan demikian , media pembelajaran tabun bola warna berbahan dasar triplek ini layak digunakan sebagai sarana edukatif atau media pembelajaran yang mendukung perkembengan motorik halus pada anak usia dini. Kata kunci: Media Pembelajaran, Tabung Bola Warna, Triplek, Motorik Halus, Anak Usia Dini

Pembentukan karakter religiusitas siswa melalui pembelajaran PAI materi asma'ul husna di SMP ma'arif 1 kota metro

LAILI NAZILA
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan program pembentukan karakter religius siswa latihan termasuk faktor-faktor penghambat dalam pembentukan karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Penelitian ini dilakukan di SMP Ma’arif 1 Metro pada tahun pelajaran 2024/2025 dengan melibatkan subjek penelitian diantaranya kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan diantaranya lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan model Miles & Hubberman dengan melalui tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius dilakukan melalui sinergi antara kegiatan keagamaan rutin (seperti sholat duhur berjamaah, pembacaan surah Yasin dan asma’ul husna), keteladanan guru, dan pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat kendala seperti rendahnya kesadaran siswa dan kurangnya konsistensi dalam pembiasaan, guru tetap memainkan peran penting sebagai motivator dan teladan. Penanaman karakter religius secara bertahap menunjukkan dampak positif terhadap perubahan perilaku siswa, baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran PAI sebagai media efektif dalam membentuk karakter religius siswa secara holistik.

Penerapan model quantum learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, siswa kelas 1 di MI shodiqussalam tanjung jaya, bangun rejo, lampung tengah

ALVI BAROKAH
2025 · Book · Open Access

Pembelajaran yang efektif sangat bergantung pada model yang digunakan oleh pendidik dalam proses belajar mengajar. Quantum learning merupakan salah satu pembelajaran yang inovatif yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif guna meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui belajar siswa dengan menerapkan model quantum learning pada mata pelajaran matematika siswa kelas 1 di mi shodiqussalam tanjung jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, yang melibatkan kepala sekolah, guru kelas 1 dan siswa kelas 1. Data yang diperoleh duanalisis menggunakan teknik analisis data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa model quantum learning memberikan dampak posistif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bangun datar berdasarkan tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Pada aspek kognitif siswa mengalami peningkatan pemahaman konsep matematika terutama dalam materi bangun datar. Dari aspek afektif siswa menunjukan minat dan motivasi yang lebih tinggi dalam belajar, sebagaimana terlihat dari hasil penelitian menunjukan mayoritas siswa terbantu dengan metode yang diterapkan. Sementara itu pada ranah psikomotorik, siswa mampu mengaplikasikan konsep matematika secara lebih praktis melalui penggunakan alat bantu pembelajaran. Dengan demikian penerapan model quantum learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 1 mi shodiqussalam tanjung jaya, sehingga disarankan untuk terus di terapkan dan dikembangkan gula meningkatkan kullitas pembelajaran ditingkat madrasah ibtidaiyah.