Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.019 item publik

Publikasi

Halaman 13 dari 101

upaya penyelesaian hukum terhadap kehilangan kendaraan di jasa penitipan motor (analisis tanggung jawab pengelola menurut hukum perdata

ARIYANDA
2026 · Book · Open Access

Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya praktik penitipan kendaraan yang secara hukum membentuk hubungan perikatan antara konsumen dan pengelola, sehingga menuntut adanya kepastian hukum, keamanan, serta perlindungan bagi pihak yang menitipkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tanggung jawab pengelola jasa penitipan motor di Kecamatan Natar serta upaya penyelesaian hukum yang dapat dilakukan apabila terjadi kehilangan kendaraan berdasarkan ketentuan hukum perdata. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan studi kasus kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengelola jasa penitipan, pengguna layanan, serta pihak yang mengalami kehilangan kendaraan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan model MilesHuberman untuk menemukan pola pertanggungjawaban dan mekanisme penyelesaian sengketa yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab pengelola jasa penitipan motor di Kecamatan Natar secara hukum timbul dari hubungan perikatan penitipan barang sebagaimana diatur dalam KUHPerdata. Bentuk tanggungjawab yaitu Pengelola berkewajiban menjaga kendaraan titipan dengan kehati-hatian, tidak menggunakan barang titipan, serta mengembalikannya dalam kondisi semula sesuai ketentuan Pasal 17061709 KUHPerdata. Apabila terjadi kehilangan akibat kelalaian petugas, maka pengelola dapat dikategorikan melakukan wanprestasi bahkan perbuatan melawan hukum sehingga wajib memberikan ganti rugi kepada konsumen. Dalam praktiknya, upaya penyelesaian sengketa lebih banyak dilakukan melalui musyawarah atau mediasi langsung antara pengelola dan konsumen dengan pemberian kompensasi berupa kendaraan pengganti atau sejumlah uang sesuai kesepakatan. Pengelola berkewajiban memberikan informasi yang jelas, bertindak dengan itikad baik, serta menyediakan ganti rugi melalui musyawarah sebagai bentuk pemenuhan kewajiban hukum terhadap konsumen. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa sistem keamanan, administrasi penitipan, serta kejelasan perjanjian tertulis masih terbatas sehingga berpotensi melemahkan perlindungan hukum bagi konsumen. Oleh karena itu, peningkatan sistem keamanan, penyediaan perjanjian tertulis, serta peningkatan pemahaman hukum bagi pengelola dan konsumen menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan hukum dalam layanan penitipan kendaraan.

Analisis praktik denda keterlambatan shopeepay later pada market place shopee perspektif fatwa DSN MUI NO.17/DSN-MUI/IX/2000

ARIYAN DWI WIBOWO
2026 · Book · Open Access

Perkembangan layanan buy now pay later (BNPL) dalam ekosistem e-commerce menimbulkan persoalan normatif dalam perspektif hukum ekonomi syariah, khususnya terkait penerapan denda keterlambatan dan kesesuaiannya dengan prinsip keadilan serta larangan penambahan atas utang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik denda keterlambatan pada layanan ShopeePay Later dan menilai kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000 yang diterbitkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sepuluh pengguna yang pernah mengalami keterlambatan pembayaran, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa denda diberlakukan secara otomatis tanpa verifikasi kemampuan ekonomi pengguna dan tanpa transparansi pengelolaan dana. Praktik ini belum sepenuhnya memenuhi prinsip ta‘zīr yang mensyaratkan sanksi hanya bagi pihak yang mampu namun sengaja menunda pembayaran serta mengharuskan alokasi dana untuk kepentingan sosial. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi mekanisme sanksi fintech agar selaras dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan.

Implementasi teknik peer tutoring , praktik terstruktur dan penguatan efikasi diri dalam meningkatkan kemampuan menulis Arab pegon (studi kasus pada santri di pondok pesantren Wali Songo tingkat ula

GUFRON MUARIEF
2026 · Book · Open Access

Abstrak Dalam dunia pesantren dikenal dengan istilan kitab kuning sebagai bahan dalam pembelajaran, lalu kitab kuning itu masih tertulis dengan bahasa Arab, sehingga santri semestinya melakukan pengabsahan agar lebih mudah dipahami saat proses belajar. Kondisi dimaksud justru menimbulkan hambatan bagi santri pemula di lingkungan pondok pesantren, termasuk di pondok pesantren Wali Songo. Berlandaskan hasil pengamatan serta wawancara yang dilakukan terhadap santri putra, persoalan ini tampak nyata dan menjadi tantangan awal bagi mereka., terdapat banyak santri yang belum mampu menulis arab pegon, khususnya dibutuhkan untuk mengkaji kitab kuning. Dari jumlah santri putra sebanyak 132 santri pada tingkat ula di pondok pesantren walisongo hanya sebanyak 40 santri yang bisa menulis pegon, atau hanya sebesar 31% santri, sedangkan sebanyak 69% santri belum menguasai. Tujuan dari penelitian mengetahui faktor yang mempengaruhi kesulitan santri dalam menulis arab pegon dan mengetahui cara mengeksplorasi strategi peer tutoring, praktik terstruktur, building self-efficacy untuk meningkatkan keterampilan menulis arab pegon pada santri. Jenis penelitian ialah jenis penelitian kualitatif. Santri baru sebanyak 35 santri sebagai sampel penelitian. Sumber data yang peneliti diperoleh daridata primer dari ustadz dan santri. Data sekunder dari wali kelas. analisa data yang digunakan kualitatif dengan pendekatan berfikir. Hasil dari penelitian pertama yang menjadi faktor dalam kesulitan belajar arab pegon diantaranya ialah waktu belajar, minat dan motivasi serta metode dalam pembelajaran kedua penggunaan model peer tutoring dan self affiacy memiliki dampak yang baik dalam meningkatkan pembelajaran penulisan arab pegon.

Konseling kelompok dengan pendekatan behavior teknik modeling terhadap prilaku agresif santri yang di pengaruhi budaya senioritas di pondok pesantren

KHOIRUL ABDUL MAJID
2026 · Book · Open Access

Perilaku agresif santri di lingkungan pondok pesantren yang dipengaruhi budaya senioritas menjadi permasalahan serius yang memerlukan penanganan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok dengan pendekatan behavior teknik modeling dalam menurunkan perilaku agresif santri di Pondok Pesantren Walisongo. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Pretest- Posttest. Sebanyak 20 santri putra asrama Sunan Kalijogo yang teridentifikasi memiliki kecenderungan perilaku agresif dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan hasil skrining Buss Aggression Scale. Sampel dibagi menjadi kelompok eksperimen (n = 10) dan kelompok kontrol (n = 10). Kelompok eksperimen mendapatkan empat sesi konseling kelompok behavior dengan teknik modeling masing-masing selama 45 menit, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 25 dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, uji t sampel berpasangan, dan uji t sampel independen dengan koreksi Welch. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor perilaku agresif yang signifikan setelah intervensi (t(19) = -19,965, p 0,001), dengan rerata pretest 60,45 (SD = 7,13) dan rerata posttest 96,75 (SD = 3,14). Temuan ini mengonfirmasi bahwa konseling kelompok behavior dengan teknik modeling efektif dalam menurunkan perilaku agresif santri yang dipengaruhi budaya senioritas.

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam Pembentukan Identitas Akademik Calon Guru Pendidikan Agama Islam (Studi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Kelas PAI 6E)

ANDRI SUPINO
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) dalam pembentukan identitas akademik mahasiswa Pendidikan Agama Islam di era digital. FOMO sebagai dampak dari intensitas penggunaan media sosial menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menjaga konsistensi nilai akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa dalam menghadapi FOMO. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas PAI 6E yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kecemasan sosial dan kebutuhan akan pengakuan, serta tingginya intensitas penggunaan media sosial. Fenomena ini berdampak pada terganggunya konsentrasi belajar, manajemen waktu, serta keterlibatan dalam aktivitas akademik. Selain itu, FOMO juga memengaruhi proses pembentukan identitas akademik mahasiswa yang tidak berlangsung secara linear, melainkan melalui proses negosiasi antara tuntutan akademik dan dorongan sosial digital. Meskipun demikian, mahasiswa tetap menunjukkan kesadaran terhadap nilai-nilai akademik sebagai bagian dari identitasnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FOMO merupakan faktor penting yang memengaruhi dinamika akademik dan pembentukan identitas akademik mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital dan pembinaan karakter akademik dalam menghadapi tantangan era digital.

Mekanisme Penguatan Pendidikan Islam Melalui Kegiatan Tradisi Mappanre Temme pada Masyarakat Bugis Perantauan

ANANG TAUFIK
2026 · Book · Open Access

Pendidikan Islam tidak hanya berlangsung melalui lembaga formal, tetapi juga berkembang dalam praktik sosial-keagamaan masyarakat sebagai bagian dari proses internalisasi nilai. Dalam konteks ini, tradisi keagamaan lokal dapat berfungsi sebagai media pendidikan Islam nonformal yang kontekstual. Namun, kajian mengenai bagaimana mekanisme penguatan pendidikan Islam berlangsung dalam praktik tradisi masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penguatan pendidikan Islam dalam tradisi khataman Al-Qur’an (Mappanre Temme) pada masyarakat Bugis di Desa Sukorahayu, Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, keluarga, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan Islam dalam tradisi Mappanre Temme berlangsung melalui mekanisme internalisasi nilai yang mencakup dimensi akidah, ibadah, akhlak, dan sosial. Mekanisme tersebut terwujud melalui pembacaan Al-Qur’an sebagai praksis ibadah, penyampaian paseng sebagai transmisi nilai moral, keteladanan tokoh agama dan adat sebagai model pembelajaran, serta partisipasi kolektif masyarakat sebagai sarana pembentukan kesadaran sosial. Selain itu, tradisi ini tetap relevan dalam konteks masyarakat Bugis perantauan meskipun menghadapi dinamika sosial seperti modernisasi dan mobilitas penduduk. Dengan demikian, tradisi Mappanre Temme dapat dipahami sebagai model pendidikan Islam nonformal berbasis kearifan lokal yang bekerja melalui mekanisme internalisasi nilai secara kultural dalam kehidupan masyarakat.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS RANAH AFEKTIF TAKSONOMI BLOOM UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP MODERASI BERAGAMA SISWA SMA NEGERI 1 RUMBIA

UMAR SYAHID
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi pembelajaran PAI berbasis ranah afektif Taksonomi Bloom serta dampaknya dalam menumbuhkan sikap moderasi beragama siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Rumbia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran PAI berbasis ranah afektif Taksonomi Bloom dilakukan melalui kegiatan pembiasaan sikap toleransi, keteladanan guru, dan diskusi reflektif. Pendekatan ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran pai serta membantu siswa memahami materi dalam hal sikap moderasi. Faktor pendukung dalam penerapan pendekatan ini antara lain kompetensi dan keteladanan guru, lingkungan sekolah yang kondusif, serta Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian, terdapat beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan latar belakang dan karakter siswa perbedaan, serta kurangnya kesadaran sebagian siswa terhadap pentingnya sikap moderasi.

Tradisi Tedhak Siten Di Desa Sukajadi Lampung Tengah Perspektif Kontruksi Sosial Dan Pendidikan Islam

DEVI FITRI ARIFAH
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan realitas sosial dalam tradisi tedhak siten di Desa Sukajadi, Lampung Tengah, melalui perspektif konstruksi sosial. Tradisi tedhak siten sebagai bagian dari warisan budaya Jawa mengalami dinamika makna dan praktik seiring perubahan sosial, modernisasi, serta pergeseran pola pikir masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori konstruksi sosial yang meliputi tahapan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tedhak siten tidak hanya merepresentasikan ekspresi budaya lokal, tetapi juga merupakan hasil konstruksi sosial yang dibentuk melalui interaksi antar generasi dan negosiasi makna dalam konteks sosial-keagamaan masyarakat. Proses eksternalisasi tampak dalam pelaksanaan tradisi sebagai ekspresi nilai kolektif, objektivasi tercermin pada pelembagaan simbol dan ritual, sedangkan internalisasi terjadi melalui pewarisan nilai sosial dan pendidikan Islam dalam keluarga. Namun demikian, modernisasi dan pertimbangan ekonomi menyebabkan terjadinya penyederhanaan praktik serta pergeseran pemaknaan tradisi di kalangan generasi muda.

Analisis Nilai Akhlak Dan Sosial Dalam Tradisi Kenduri Di Kampung Negara Jaya

ERNI NOVIA MARISA
2026 · Book · Open Access

Tradisi tahlilan dan kenduri sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam yang berkembang dalam kehidupan sosial keagamaan. Di Kampung Negara Jaya, tradisi ini masih dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk ungkapan syukur, doa bersama, serta sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Pelaksanaannya tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat dan keagamaan, tetapi juga mengandung nilai-nilai akhlak dan sosial yang sejalan dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai akhlak dan sosial yang terkandung dalam tradisi tahlilan dan kenduri serta mengkaji perannya dalam pembentukan karakter masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tahlilan dan kenduri mengandung nilai-nilai akhlak seperti keikhlasan, adab, tanggung jawab, dan saling menghormati, serta nilai-nilai sosial berupa gotong royong, kebersamaan, solidaritas, dan silaturahmi. Nilai-nilai tersebut terinternalisasi melalui pembiasaan, keteladanan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi tahlilan dan kenduri berfungsi sebagai media pendidikan Islam nonformal yang efektif dalam membentuk karakter religius dan memperkuat hubungan sosial masyarakat, serta menjadi bagian penting dari pelestarian kearifan lokal yang bernilai edukatif bagi generasi mendatang.

Strategi Guru PAI dalam menghadapi prilaku anonim siswa SMP Ma'arif 1 Metro

SITI HUMAIROH
2026 · Book · Open Access

Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial siswa, khususnya melalui media sosial. Namun, belum optimalnya penguatan etika digital dalam pendidikan menyebabkan munculnya reasoning gap, yakni kesenjangan antara kebebasan berekspresi dan kesadaran moral siswa, yang tercermin dalam perilaku anonim tanpa pertimbangan etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi perilaku anonim pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Ma’arif 1 Kota Metro. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan siswa pengguna aktif media sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun siswa aktif menggunakan berbagai platform media sosial, masih ditemukan interaksi negatif seperti ejekan, hinaan verbal, dan komentar tidak pantas yang mengarah pada perundungan siber ringan. Untuk mengatasinya, guru PAI menerapkan strategi berupa pembinaan moral, keteladanan, integrasi nilai-nilai Islam seperti konsep tabayyun dalam pembelajaran, konseling personal, serta kerja sama dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI berperan penting dalam membentuk etika digital dan menanamkan akhlakul karimah melalui kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan keluarga.

ANALISA POTENSI PEMBIYAAN ASN (APARATUR SIPIL NEGARA) TERSERTIFIKASI DALAM MENINGKATKAN OPRASIONAL KEUANGAN DI BPRS RAJASA LAMPUNG TENGAH

ZAHRA VITA ANGGRAENI
2026 · Book · Open Access

Kinerja operasional keuangan merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Pemilihan segmen pembiayaan yang berisiko rendah menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas dan efisiensi operasional, salah satunya melalui pembiayaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) tersertifikasi yang memiliki pendapatan tetap dan sistem pembayaran terjamin. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pembiayaan ASN tersertifikasi serta kendala pemanfaatannya dalam meningkatkan operasional keuangan BPRS Rajasa Lampung Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak manajemen dan pegawai BPRS, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan ASN tersertifikasi berkontribusi positif terhadap stabilitas arus kas, kualitas pembiayaan, dan efisiensi operasional bank, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan sosialisasi produk dan prosedur pembiayaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pembiayaan ASN tersertifikasi berpotensi memperkuat operasional keuangan BPRS secara berkelanjutan dan mendukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam perbankan syariah. Dengan demikian, pembiayaan ASN tersertifikasi dapat ditegaskan sebagai segmen strategis yang layak diprioritaskan dalam menjaga stabilitas, profitabilitas, dan kesehatan keuangan BPRS Rajasa Lampung Tengah secara berkelanjutan.

analisi evektivitas pengawasan internal dalam meminimalisir pembiayaan bermasalah pada produk murabahah (studi bprs rajasa lampung tengah)

SEPTIA NOVITA SARI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pengawasan internal di BPRS Rajasa Lampung Tengah dan menganalisis efektivitasnya dalam meminimalisir pembiayaan bermasalah pada produk murabahah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari pihak manajemen dan marketing BPRS Rajasa, sementara data sekunder bersumber dari laporan nominatif pembiayaan dan laporan NPF per Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPRS Rajasa telah menerapkan sistem pengawasan internal melalui unit audit internal yang melakukan pengecekan berkas, verifikasi agunan, dan monitoring pembayaran secara berkala menggunakan core banking system. Namun demikian, tingkat NPF per Desember 2025 masih berada di angka 5,70%, melampaui batas maksimal 5% yang ditetapkan OJK, dengan total 257 dari 1.772 nasabah (14,49%) mengalami pembiayaan bermasalah yang terdiri dari 40 nasabah DPK, 48 nasabah KL, 64 nasabah Diragukan, dan 145 nasabah Macet. Kendala utama yang ditemukan adalah miskomunikasi antar bagian dan kelemahan seleksi nasabah awal. Pengawasan internal dinilai belum sepenuhnya efektif karena belum mampu menekan NPF di bawah ambang batas OJK, meskipun telah berkontribusi dalam pencegahan dan deteksi dini pembiayaan bermasalah.

Evektivitas sistem layanan online bsi mercent dalam meningkatkan kepuasan nasabah studi kasus kc.bandar jaya

MUSTOFA ALI
2026 · Book · Open Access

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan pesat layanan digital dalam perbankan, yang menuntut bank syariah untuk menghadirkan layanan online yang cepat, aman, dan efisien guna meningkatkan kepuasan dan jumlah nasabah. Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Bandar Jaya, sebagai salah satu cabang BSI, menghadapi tantangan tersebut melalui aplikasi BSI Mobile yang menyediakan berbagai fitur transaksi dan informasi real-time. Sering terjadi gangguan sistem (error) pada layanan mobile banking BSI. Kurangnya edukasi dan pendampingan terhadap nasabah dalam penggunaan layanan digital. Masalah dalam penelitian ini bagaimana layanan online BSI dalam meningkatkan jumlah nasabah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis layanan online BSI dalam meningkatkan jumlah nasabah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi di lokasi penelitian. Metode analisis data menggunakan display data, reduksi data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Adapun dalam penelitian ini pihak yang dilakukan wawancara terdiri dari kepala cabang BSI Bandar Jaya, CS dan nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan online BSI berkontribusi signifikan terhadap peningkatan jumlah nasabah melalui strategi pemasaran yang adaptif, peningkatan kualitas pelayanan, serta inovasi teknologi yang memudahkan transaksi. Selain itu, integrasi antara digitalisasi layanan dan kualitas pelayanan memperkuat loyalitas nasabah, meningkatkan citra bank, serta memperluas jangkauan layanan perbankan syariah secara efektif di era digital.

Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Kelas IV SDNU Metro

EKA FEBRI SURYANI
2026 · Book · Open Access

Penggunaan gadget di kalangan siswa sekolah dasar meningkat pesat seiring perkembangan teknologi digital. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap konsentrasi belajar siswa, terutama pada jenjang pendidikan dasar yang merupakan masa kritis pembentukan kebiasaan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar siswa kelas IV SDNU Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah siswa kelas IVB sebanyak 24 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar siswa (r = -0,862; p 0,001). Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,743 menunjukkan bahwa penggunaan gadget memberikan kontribusi sebesar 74,3% terhadap konsentrasi belajar siswa. Persamaan regresi yang diperoleh adalah y =31,016 - 0,881X, yang berarti setiap peningkatan satu unit skor penggunaan gadget akan menurunkan konsentrasi belajar sebesar 0,881 unit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar siswa kelas IV SDNU Metro, Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengawasan dan pembatasan waktu penggunaan gadget oleh orang tua dan guru.

Penerapan Analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats ( SWOT ) dalam Menentukan Strategi Bisnis Kafi Mart Pondok Pesantren Wali Songo

LUCKY FIRMAN AFRIYANSAH
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT) dalam menentukan strategi bisnis Koperasi Kafi Mart Pondok Pesantren Wali Songo Sukajadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara terstruktur kepada pengelola, karyawan, santri, serta masyarakat sekitar, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kafi Mart memiliki kekuatan berupa captive market santri, lokasi strategis, dukungan pesantren, dan loyalitas pelanggan. Kelemahan utama terletak pada sistem manajemen yang belum terdigitalisasi dan keterbatasan variasi produk. Peluang pengembangan berasal dari tren ekonomi pesantren dan digitalisasi usaha, sedangkan ancaman berasal dari persaingan toko sekitar dan perubahan preferensi konsumen. Strategi yang direkomendasikan adalah penguatan manajemen digital, diversifikasi produk, dan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan analisis SWOT terbukti membantu koperasi dalam merumuskan strategi bisnis yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Tinjauan Yuridis Perjanjian Jual Beli Tanah Kebun Karet Tanpa Penyerahan Sertifikat di Desa Bumi Mulya

DADANG SUHENDAR
2026 · Book · Open Access

This study aims to analyze the application of Article 1243 of the Civil Code to default in a rubber plantation land sale and purchase agreement without handing over the certificate in Bumi Mulya Village, Way Kanan Regency. The study uses a juridical-empirical approach with qualitative methods. Data were obtained through in-depth interviews and literature studies. The results of the study indicate that the failure to hand over the certificate after payment has been made fulfills the elements of default because the seller failed to fulfill the agreed performance. The legal consequence of this default is the emergence of the right for the buyer to demand fulfillment of the agreement or compensation. This study emphasizes the importance of integration between contractual agreements and compliance with formal procedures in ensuring legal certainty and protection of land rights.