Sejarah pertumbuhan dan perkembangan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia
History of Islamic religious education in Indonesia.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
History of Islamic religious education in Indonesia.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui dan hanya kepada-Nyalah dikembalikan segala sesuatu. Semoga selawat dan salam-Nya dicurahkan kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, selawat dan salam yang banyak untuk selamanya. Puji dan syukur senantiasa diucapkan ke hadirat Allah subhanahu wata’ala atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga pelaksanaan penelitian ini, yang peneliti anggap sebagai salah satu urusan peneliti di dunia, dapat diselesaikan sehingga peneliti dapat lebih termotivasi untuk mengerjakan urusan yang lain, baik urusan di dunia ini maupun urusan untuk akhirat kelak. Buku ini berisi hasil perbandingan regulasi kejahatan tanpa korban terhadap tiga sistem hukum, yaitu Civil Law, Common Law, dan Islamic Law yang diterapkan di kawasan asia dengan menetapkan Indonesia sebagai negara yang menerapkan sistem hukum Civil Law, Malaysia yang menerapkan sistem hukum Common Law serta Arab Saudi yang menerapkan sistem hukum Islamic Law. Perbandingan sistem hukum Civil Law, Common Law, dan Islamic Law yang terkait dengan regulasi kejahatan tanpa korban di kawasan asia tersebut di atas dibatasi pada perbuatan perjudian, prostitusi, dan penggunaan narkotika. Pembatasan tersebut salah satunya didasarkan pada keingintahuan tentang persamaan dan perbedaan regulasi penegakan hukum pidana antara Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Malaysia yang bercorak kerajaan Islam, dan Arab Saudi yang menjadikan Al-Qur’an dan Al-Hadist sebagai dasar utama agama Islam dalam rangka penegakan hukum. Peneliti berpendapat bahwa dengan diketahuinya perbandingan regulasi kejahatan tanpa korban terhadap tiga sistem hukum tersebut di atas, maka kemampuan subjek hukum, khususnya mahasiswa, praktisi, dan akademisi hukum semakin memahami bahwa setiap negara memiliki sistem hukum tertentu meskipun negara tersebut hampir memiliki corak yang sama dari aspek agama yang dianut oleh penduduknya. Hasil penelitian dalam Bentuk Ajar yang berada di tangan pembaca saat ini (sudah pasti) bukan merupakan hasil penelitian pertama di dunia yang membahas tentang tindak pidana tanpa korban, akan tetapi (mungkin saja) hasil penelitian ini merupakan penelitian perdana mengenai tindak pidana tanpa korban yang dibaca untuk pertama kalinya di dunia oleh pembaca. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan untuk menjadi orang pertama yang membaca hasil penelitian ini, yaitu dari bagian awal sampai dengan bagian akhir (tentang rekomendasi dari peneliti). Hal ini karena peneliti tidak bisa memberikan jaminan bahwa pembaca akan mampu memahami substansi penelitian ini tanpa membaca isinya secara utuh. Untuk memudahkan pembaca memahami isi dari hasil penelitian ini, peneliti sudah mengelompokkan bahan-bahan kajian tertentu yang disusun ke dalam bab-bab. Atas selesainya penelitian ini, peneliti menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak atas sumbangsih yang diberikan, mulai dari merancang judul sampai dengan menyusun hasil penelitian. Akhir kata, kebenaran yang hakiki hanya milik Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, kebenaran menurut versi peneliti belum tentu dapat dibenarkan oleh para pembaca. Oleh karena itu, peneliti meminta pendapat dari para pembaca terkait dengan substansi yang dibahas di dalam penelitian ini. Pendapat tersebut sebaiknya disampaikan melalui sarana elektronik ke alamat email peneliti, yaitu [email protected] atau [email protected]. Apabila pendapat tersebut bernilai suatu kebenaran, maka hal yang bersifat substantif yang disarankan oleh para pembaca akan diakomodir pada edisi revisi hasil penelitian ini. Hasil revisi tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah perkara yang menjadi tanggung jawab peneliti secara moral, insya Allah. Pekanbaru, 27 Agustus 2018 Ketua Tim Peneliti, Duwi Handoko, S.H., M.H.
History of Islamic religious education related to its development in Indonesia.
Pada abad ke-21 masyarakat seharusnya memiliki kompetensi literasi digital guna menyikapi perkembangan teknologi informasi secara positif. Hanya saja, fakta memperlihatkan kompetensi literasi masyarakat terbilang rendah. Guna meningkatkan kompetensi literasi digital, dibuatkan pembelajaran model konten digital berlandaskan Ilmu Pengetahuan Sosial pada User Generated Content Platform sebagai media literasi untuk mengedukasi peserta didik dan masyarakat digital menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan. Subjek penelitian ini melibatkan responden, pada Sekolah Menengah Pertama, peserta didik di jenjang lebih tinggi dan warganet. Metode ini dipilih sebagai langkah dalam mengembangkan produk pendidikan, sehingga model konten digital yang dihasilkan menjadi model yang teruji dengan ruang lingkup pengguna yang luas setelah melalui mekanisme uji bertahap. Model konten digital yang dikembangkan terdiri dari enam komponen, yakni: Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, tata tulis, pengetahuan, media digital, Search Engine Optimization (SEO), dan hak cipta digital. Konten digital yang dihasilkan kemudian dilansir pada User Generated Content Platform. Implementasi model konten digital ini memperlihatkan perubahan yang signifikan perihal kompetensi literasi digital yang secara efektif meningkatkan kompetensi literasi digital sebesar 34.56%. Hasil penelitian ini berupa model konten digital muatan Pendidikan IPS guna mendukung terciptanya budaya literasi digital bagi peserta didik serta masyarakat dalam era kompetensi global sejalan dengan upaya pemerintah dalam menggalakkan literasi digital. Penelitian lebih lanjut dilakukan dengan mengembangkan komponen-komponen model tersebut guna menjembatani dinamika teknologi dan kebutuhan informasi yang terus mengalami perubahan jaman.
Sejak Covid-19 melanda dunia, Pendidikan tinggi memberlakukan kebijakan kuliah online. Perkuliahan memperhatikan prinsip aman dan produktif di rumah. Dosen memiliki kewajiban membuat berita acara perkuliahan selama Work From Home (WFH). Berita acara ini telah disimpan di Google Drive agar dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan. Kuliah online mendung sebuah era bernama pengetahuan terbuka. Segala proses pembelajaran dapat diakses luas oleh publik. Sehingga beberapa pihak dapat memberikan evaluasi untuk peningkatan yang lebih baik. Untuk mendukung pengetahuan terbuka itulah naskah ini dibuat buku. Sasarannya adalah untuk menemukan hal yang lebih baik dari aspek bahan ajar, stategi pengajaran, metode pembelajaran efektif, dan pencapaian pengalaman terbaik (best practice). Penulisan buku ini dimotovasi era pengetahuan terbuka yang berambisi untuk menemukan pengalaman terbaik kuliah online. Buku ini sekaligus merupakan laporan berita acara kuliah online pada Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Sejarah Umat Islam - Edisi 2016 adalah buku yang komprehensif dalam menceritakan kisah sejarah Islam. Buku ini tidak hanya terhad menceritakan tentang sejarah Nabi Muahmmad s.a.w., bahkan meliputi serata dunia, dari zaman kegemilangannya hingga zaman keruntuhannya. Antaranya adalah: TAMADDUN ARAB SEBELUM KEDATANGAN ISLAMDUNIA SEBELUM KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W.PEPERANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W.KHALlFAH YANG BEREMPAT (KHULAFA’UR-RASHIDIN) [200]KERAJAAN BANI UMAIYAH (UMAWIYAH)KERAJAAN BANI ABBASKERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI ANDALUSIAKERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI AFRlKAKERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DIMESIR, SYAM, DAN SEMENANJUNG ARABPERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DI IRAN (PARSI), KERAJAAN MONGOL ISLAM, DAN DAULAT SAFAWIYAHPERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DI INDIA DAN AFGHANISTANKERAJAAN TURKI UTHMANIAHPERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DI NUSANTARA (ACEH, RIAU, SAMUDRA-PASAI, JAWA, MELAKA, DAN JOHOR) "..Anda akan lihat perjuangan yang tidak habis-habisnya dan anda akan dapat mengambil kesimpulan,"Telah banyak cubaan menimpa Islam. Kerapkali dia jatuh! Tetapi dia bangun kembali, dan tegak lagi, dan berjalan lagi! Islam tidak akan mati!"" - HAMKA "Without history, there will be no future." - anonymous "Meninjau sejarah hendaklah dengan rasa cinta, seakan-akan kita turut hidup dengan mereka. Oleh itu, rasa hati dan suka duka kita sekarang, adalah rasa hati dan suka duka yang telah mereka tinggalkan buat selama-lamanya." - HAMKA
Sejak Covid-19 melanda dunia, Pendidikan tinggi memberlakukan kebijakan kuliah online. Perkuliahan memperhatikan prinsip tetap sehat, aman dan produktif di rumah. Dosen memiliki kewajiban membuat berita acara perkuliahan selama masa Work From Home (WFH). Berita acara ini telah disimpan di Google Drive agar dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan. Serta telah dibagikan kepada peserta kelas setiap selesai perkuliahan. Diakui kuliah online telah menjadi arus utama pada era pengetahuan terbuka (open acces). Segala rekam proses pembelajaran pada gilirannya dapat diakses luas oleh publik. Sehingga hal ini memungkinkan beberapa pihak dapat memberikan evaluasi untuk pelaksanaan yang lebih baik. Untuk mendukung era engetahuan terbuka itulah naskah ini dibuat semacam buku. Sasarannya adalah untuk berbagi pengalaman terbaik dalam menentukan bahan ajar, stategi pengajaran, metode pembelajaran efektif, dan pencapaian pembelajaran mata kuliah.
"Buku ini menghadirkan role-model Rasulullah saw yang kepribadian dan prestasinya telah diakui para sejarawan dan dunia, melewati batas suku, bangsa, dan agama. Sebuah buku yang menarik untuk dibaca.” ~Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, MA. Rektor UIN Jakarta “Membaca buku ini, kita diajak merenungkan kembali khazanah akhlak ajaran Islam yang mulai tergerus hiruk-pikuk perubahan; sangat inspiratif!” ~Dr. Arief Subhan Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta “Jika Anda ingin memperoleh jawaban bagi berbagai permasalahan akhlak dan sosial saat ini, buku ini layak dijadikan bacaan utama!” ~Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA. Pakar komunikasi dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila “Kelebihan buku ini antara lain terletak pada kelengkapan hadits Rasulullah saw yang menjadi dasar pijakannya. Untuk meneguhkan iman, ilmu, dan amal saleh, buku ini merupakan pilihan bacaan yang tepat.” Prof. Dr. Rif’at Syauqi Nawawi, MA. Pakar tafsir Al-Qur`an dan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta “Buku ini sarat dengan kisah teladan dari Nabi Muhammad saw dan para sahabat beliau. Buku ini dapat memperkaya wawasan keislaman dan membentuk kepribadian Muslim yang saleh: iman, ilmu, dan amalnya.” ~ Prof. Dr. Hj. Masyitoh Chusnan, M.Ag. Pakar tasawuf dan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta. -QultumMedia-
Bismillahirrahmanirrahim Buku pelajaran Akidah Akhlak untuk Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI ini disusun tetap berdasarkan Kurikulum Madrasah yang dikeluarkan Menteri Agama RI Tahun Buku pelajaran Akidah Akhlak untuk Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI ini disusun 2013, yang dalam pelaksanaannya berpedoman kepada Keputusan Menteri Agama RI No. 165 Tahun 2014 dan Surat Edaran Dirjen Pendis Kemenag RI Tahun 2015, terdiri atas 10 bab. Setiap bab mengandung: Uraian materi pelajaran, rangkuman, hikmah, evaluasi dan tugas dari bab yang bersangkutan.
Bismillahirrahmanirrahim tetap berdasarkan Kurikulum Madrasah yang dikeluarkan Menteri Agama RI Tahun Buku pelajaran Akidah Akhlak untuk Madrasah Aliyah (MA) Kelas XII ini disusun 2013, yang dalam pelaksanaannya berpedoman kepada Keputusan Menteri Agama RI No. 165 Tahun 2014 dan Surat Edaran Dirjen Pendis Kemenag RI Tahun 2015, terdiri atas 9 bab. Setiap bab mengandung: Uraian materi pelajaran, rangkuman, hikmah, evaluasi dan tugas dari bab yang bersangkutan.
Dalam sejarah tasawuf kita mengenal berbagai thariqah serta tokoh-tokohnya. Inti dari dari thariqoh adalah upaya sesorang untuk bagimana dapat mendekatkan dirinya kepada Allah dengan sedekat-dekatnya dengan cara dan metode yang mereka yakini dapat mengatarkannya pada satu tujuan dalam bentuk metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan dirinya dengan Tuhan. Tarekat juga merupakan sebuah persaudaraan kaum sufi (sufibrotherhood) yang ditandai dengan adannya lembaga formal seperti zawiyah, ribath, atau khanaqah.
Akhlak dan tasawuf merupakan entitas yang menyatu (integral) tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sebagaimana dikatakan, “Al-Akhlāqu bidāyatu at-tashawufi wa at-tashawufu nihāyatu al-akhlāqi” (akhlak adalah pangkal permulaan tasawuf, sedangkan tasawuf tujuan/batas akhir dari akhlak). Perilaku akhlak dalam Islam terkait dengan unsur Ilahiyah (nilai-nilai Ketuhanan) yang dianugrahkan Allah secara implisit ke dalam diri manusia sebelum lahir melalui tiupan ruh-Nya sehingga manusia dituntut tunduk kepada-Nya. Hidupnya manusia dari tiupan ruh-Nya meniscayakan manusia memiliki akhlak potensial (fitrah), selanjutnya ditampilkannya perilaku nyata malalui usaha manusia dalam upaya terus menerus akan menumbuhkan akhlak aktual. Dari sisi perilaku akhlak aktual, diimplementasikan sifat-sifat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari manusia seperti pengasih, penyayang, pemurah, penyabar, pemaaf, mencintai, mengayomi, lembut, damai, harmonis, ketenangan dan sifat Ilahiyah lainnya. Sifat-sifat tersebut merupakan keinginan dasar setiap manusia untuk diaktualisasikan dalam kehidupan. Berakar dari manusia seperti inilah meniscayakan kemunculan beragam upaya untuk melahirkan kepuasan, kedamain, dan kebahagiaan yang tiada bandingnya. Maka, Allah SWT sebagai sumber segala yang ada termasuk kedamaian, ketenangan, kepuasan, dan kebahagiaan tentunya akan menjadikan Allah SWT sebagai orientasi dan tujuannya sehingga terpenuhi tuntuan dasar yang hakiki. Seiring dengan itulah, diperlukannya jalan atau metode yang mesti dilalui sehingga mencapai hasil. Jalan atau metode tersampainya kedekatan manusia kepada Allah SWT yang menjadi sumber kebahagiaan dan kepuasan ini disebuat dengan tasawuf. Melalui penelusuran jalan, penerapan prosedural dan metodes ini akan melahirkan perilaku-perilaku yang diridhoi oleh Allah SWT. Ini berarti, bahwa upaya apapun yang akan dilakukan untuk meraih kedekatan manusia dengan Tuhannya tidak lain menuntut perilaku-perilaku yang diridhai-Nya. Dalam konteks ini dikatakan, bahwa akhlak tasawuf merupakan perilaku syarat yang mesti diusuahakan dalam setiap tarikan napas keberadaan manusia dalam perjalanan hidupnya. Buku ini penulis beri judul “AKHLAK TASAWUF Menyelami Kesucian Diri”, semata-mata menjadi identitas buku ini sendiri bahwa didalamnya memuat tentang akhlak tasawuf yang berorintasi kepada fitrah (kesucian) manusia, karena orientasi hidup ini adalah bagaimana manusia senantiasa selalu dalam kesucian lahir dan batin. Dengan memahami secara benar dan mengenal secara mendalam akan diri sendiri sehingga menuntut manusia mendekati Tuhan dan kembali kepada Ilahi. Melalui buku akhlak taswuf ini, menghendaki manusia berperilaku sesuai yang diridhai Allah SWT serta upaya-upaya yang prosedural dan metodes dapat meraih kedamain, ketenangan dan kebahagiaan.
Agama Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah saw. yang merupakan agama yang berintikan iman dan amal. Akidah adalah pokok yang di atasnya berdiri syariat. Sedangkan amal atau perbuatan adalah syariat dan cabang-cabangnya sebagai buah dari keimanan. Iman, Islam, dan Ihsan merupakan tiga pondasi keislaman seseorang yang ketiganya tidak dapat dipisahkan satu di antara yang lainnya.