Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.019 item publik

Publikasi

Halaman 82 dari 101

Sejarah Sastra Arab dari Beragam Perspektif

Betty Mauli Rosa Bustam dan tim
2020 · Book · Open Access

Buku ini merupakan hasil penelusuran penulis tentang perjalanan sastra Arab, mulai dari kemunculannya hingga saat ini sebagai bahan literatur untuk dosen, mahasiswa, dan pemerhati Sastra Arab pada umumnya. Buku ini mengacu pada beragam perspektif yang tertuang di dalam berbagai referensi, baik yang ditulis oleh sejarawan-kritikus Arab maupun Barat sehingga diyakini berbeda dari buku sejenis yang sudah ada sebelumnya. Penelitian dan penelusuran ini juga berupaya mengumpulkan sebanyak mungkin contoh karya para sastrawan Arab yang tersebar di pelbagai literatur yang jarang digunakan oleh peneliti. Materi yang termuat didalamnya seputar sastra arab hingga kemunculan islam, sastra arab era Nabi Muhammad, perkembangan sastra arab pada masa dinasti umayyah, bani abbasiyah, hingga awal perkembangan sastra arab modern.

Metode Active Learning - Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa

Sinar
2020 · Book · Open Access

Sebelum diadakan penelitian ini, guru belum menerapkan metode pembelajaran Aktif Learning, melainkan masih menggunakan metode-metode yang konfensional, monoton, dan cenderung satu arah. Sehingga guru kurang mampu memahami dampak dari ketidakseriusan siswa mengikuti pelajaran di kelas. Karena keaktifan siswa dalam megikuti pelajaran masih rendah, dan metode pembelajaran yang digunakan guru masih bersifat konfensional, maka berdampak pada rendahnya prestasi belajar yang diperoleh siswa. Rendahnya keaktifan mengikuti pelajaran di kelas, banyak disebabkan berbagai faktor antara lain, kondisi kelas yang kurang mendukung, metode pembelajaran kurang menarik, media pembelajaran kurang sesuai dengan materi yang diberikan, dan masih banyak faktor lain yang menjadikan buruknya proses belajaran di kelas, sehingga siswa dalam belajar kurang nyaman. Selain faktor tersebut, juga ada faktor dari siswa seperti halnya kesiapan belajar masih rendah, kurang memahami tujuan belajar. Selain itu masih banyak faktor lain seperti waktu belajar dilakukan pada jam-jam siang hari, sehingga ketika belajar Pendidikan Agama Islam, siswa sudah lelah, dan ngantuk di kelas.

Sejarah Lengkap Dunia Abad Pertengahan 500-1400 M

Alfi Arifian
2020 · Book · Open Access

Tidak seperti versi buku abad pertengahan lain, buku ini membagi periode Abad Pertengahan antara 500-1400 M. Abad Pertengahan Awal (500-1050 M), Abad Pertengahan Tidak seperti versi buku abad pertengahan lain, buku ini membagi periode Abad Pertengahan antara 500-1400 M. Abad Pertengahan Awal (500-1050 M), Abad Pertengahan Tinggi (1050-1300 M), dan Abad Pertengahan Akhir (1300-1400 M). Kebanyakan sejarawan menghitung periode akhir Abad Pertengahan sekitar abad ke-16, yang merupakan gerbang Abad Pencerahan (Age of Enlightenment). Abad Pertengahan merupakan transisi dari zaman Antikuitas ke zaman Modern; Renaissance dan Enlightenment. Periode ini ditandai dengan jatuhnya Romawi barat oleh Odoacer, raja pertama Italia, yang menggulingkan kaisar terakhir, Romulus Augustulus. Jika di masa Renaissance kaum heretik tak lagi dikekang Gereja dan memperoleh kebebasannya mengeksploitasi kecabulan dan ilmu pengetahuan yang melabrak doktrin supranaturalisme atau metafisik yang merujuk “kuasa Tuhan”, maka tahun 1400 M dianggap akhir dari periode Abad Pertengahan. Tahun 1400 M merupakan tahun bangkitnya Renaissance di Italia dengan menguatnya Dinasti Medici di Florence serta pengaruh Kepausan di Dunia Kristen Latin yang mulai memudar. Dominasi Gereja dan Kepausan atas seluruh sendi kehidupan di Eropa Barat waktu itu menjadi acuan atas apa yang dinamakan Abad Pertengahan (Middle Age), sehingga dengan memudarnya pengaruh Kepausan atas Dunia Kristen Latin (Latin Christendom) oleh peristiwa Skisma Besar, kemunculan Kaum Reformis, klaim Paus atas urusan spiritual-sekular yang dianggap menyalahi wasiat Kristus serta adanya kaum klerus (uskup, imam) yang amoral, maka runtuhlah periode Abad Pertengahan (Middle Age).

HERMENEUTIKA HUKUM ( Sejarah, Filsafat & Metode Tafsir ) Edisi Revisi

Dr. Jazim Hamidi; S.H.; M.H.
2020 · Book · Open Access

Diskursus tentang hermeutika hukum, menurut Prof. Arief Sidharta, S.H., sebenarnya sudah lama dikenal dalam perkembangan ilmu pengetahuan yaitu bermula dari dunia ilmu sastra, teologi, filsafat, politik, dan baru masuk dalm ranah ilmu hukum di sekitar abad ke-20, khususnya melalui filsafat hukum. buku elementer yang patut ditelusuri tentang Hermeneutika Hukum adalh tulisan Gregory Leyh, Legal Hermeneutics (History, Theory, And practice), University Of california Press.

Prinsip Dasar dan Aplikasi Metode Difraksi Sinar-X untuk Karakterisasi Material

Tutik Setianingsih; Sutarno; Masruroh
2020 · Book · Open Access

Buku ini berisi 9 bab yang membahas antara lain: 1. Karakteristik dasar sinar X dan hamburan sinar X yang dihasilkan akibat interaksi sinar X dengan materi (elektron, atom, dan kristal) 2. Aplikasi difraksi sinar X untuk karakterisasi material di berbagai bidang penelitian dan analisis 3. Kajian tentang kristal dengan parameter kristal 4. Mekanisme produksi sinar X, mekanisme filtrasi radiasi sinar X karakteristik oleh logam filter, dan mekanisme kristal menghasilkan difraktogram sinar X. 5. Bagian-bagian penting dalam difraktometer sinar X. 6. Penentuan jenis komponen kristal penyusun materi pacat (analisis kualitatif). 7. Kristalinitas. 8. Ukuran kristal dan regangan kisi. 9. Jumlah komponen kristal yang membentuk padat (analisis kuantitatif).

METODE MAPAN: Cara Cepat Menulis Huruf Arab Melalui Pendekatan Anatomis

Dayudin; Ateng Rohendi
2020 · Book · Open Access

Buku ini menjelaskan bagaimana cara pengajaran menulis huruf Arab dengan pendekatan anatomis. Cara pengajaran menulis huruf Arab ini dinamai METODE MAPAN. Kata MAPAN merupakan singkatan dari Menulis Huruf Arab Pendekatan Anatomis. Metode Mapan adalah sebuah penmanship yang belandaskan pada kaligrafi Arab jenis naskh. Oleh sebab itu, huruf-huruf yang dijadikan standar bentuknya adalah jenis huruf naskh. Bentuk-bentuk huruf jenis ini secara anatomis telah dirumuskan oleh Ibnu Muqlah. Menurut Ibnu Muqlah, bentuk sebuah tulisan (naskh) akan dianggap benar jika memiliki lima kriteria, yaitu: taufiyah, itmam, ikmal, isyba, dan irsal.

Sejarah Pemikiran Pendirian Negara Pakistan

Muhammad Ruslan
2020 · Book · Open Access

Akibat identitas tersebut, Pakistan yang secara historis merupakansuatu kesatuan wilayah dengan India, namun karana adanya perbedaanagama yang merupakan bagian integral dari dua agama dan budaya besaryakni antara Hindu dan Islam, menyebabkan anak benua Asia itu pecahmenjadi dua Negara yaitu Pakistan dan India. Sejarah mencatat, meskipun awalnya Muhammad Ali Jinnah dengnan Liga Muslimnya berusaha bekerjasama dengan Pandit Jawaharlal Nehru dan Mahatma Ghandi beserta partai Kongressnya, akan tetapi pada tahun 1940-an Ali Jinnah dan kawan-kawan kian curiga terhadap kelompok Hindu yang cenderung dominan. Jinnah pun akhirnya menyerukan adanya dua bangsa India, Muslim dan Hindu, yang mempunyai tatanan sosial yang berbeda yang merupakan dua peradaban yang sebagian besar ide-idenya bertentangan dan tidak mungkin disatukan.3 Pada tanggal 14 Agustus 1947, anak benua India terpaksa pecah menjadi dua bagian yaitu Pakistan dengan mayoritas penduduknya Muslim dan India yang mayoritas Hindu.

Sejarah & eksistensi tasawuf di Kalimantan Barat

ELMANSYAH; PATMAWATI
2020 · Book · Open Access

Penulisan buku ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh kedua peneliti, dengan judul, “Melacak Akar Sejarah dan Eksistensi Tasawuf di Kalimantan Barat”. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang bagaimana sejarah tasawuf di Kalimantan Barat; eksistensinya dan pengaruhnya pada kehidupan beragama masyarakat sejak awal penyebaran Islam hingga saat ini. Buku yang merupakan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pustaka dan kajian selanjutnya mengenai pola dakwah sufistik yang dikembangkan oleh para ulama di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan penelusuran kepustakaan terlebih dahulu untuk menemukan bahan awal mengenai keberadaan tasawuf di Kalimantan Barat. Kemudian, peneliti melakukan pengamatan di berbagai markas pembelajaran tasawuf yang ada sekaligus melakukan wawancara kepada pimpinan/pengurus/jama’ah yang dapat ditemui di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode snowballing, dari satu tempat ke tempat yang lain. Data kepustakaan dipadukan dengan data lapangan, untuk kemudian dianalisis secara kritis mengenai keabsahan data yang terkumpul. Selanjutnya dilakukan penulisan kronologis sejarah tasawuf berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya secara bersamaan dengan penampilan (display data). Berdasarkan hasil penelusuran kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi di lapangan, peneliti menemukan beberapa point penting mengenai sejarah dan eksistensi tasawuf di Kalimantan Barat sebagai berikut: 1) Eksistensi tasawuf diketahui sejak datangnya Syeikh Hussein al-Qadri di Negeri Matan, Ketapang; 2) Perkembangan Tasawuf dimulai sejak murid-murid Syeikh Ahmad Khatib Sambas pulang dari haji dan mengajarkan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Ajaran Syeikh Ahmad Khatib Sambas melalui murid-muridnya ini tidak berlangsung lama, karena ketika mereka wafat, ajaran itu tidak banyak bisa dikembangkan lagi. Kemunculan tokoh-tokoh Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah dari luar Kalimantan Barat, cukup berhasil menumbuhkan kembali semangat bertasawuf, akan tetapi itu pun tidak berlangsung lama. Belakangan, muncul Syeikh Jayadi M. Zaini di Sambas, yang berusaha membangkitkan kembali kejayaan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah; 3) Banyak tarekat-tarekat lain yang juga eksis dan berkembang di Kalimantan Barat, seperti: Tarekat Naqsyabandiyah Muzhariyah, Tarekat Haq Naqsyabandiyah, Tarekat Al-Mu’min, Tarekat Shiddiqiyah dan Tarekat Sammaniyah; 4) Keberadaan tarekat-tarekat di Kalimantan Barat memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kehidupan beragama masyarakat. Hal ini ditunjukkan oleh 3 (tiga) indikator, yaitu: Pertama, diterimanya Islam dengan baik di masyarakat yang sebelumnya sudah beragama; Kedua, sikap toleransi beragama yang tinggi di Kalimantan Barat; Ketiga, Islamisasi budaya leluhur yang masih berkembang dengan tanpa mengurangi nilai-nilai budaya yang ada.