COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas XI
Buku ini merupakan buku teks atau buku pegangan siswa Madrasah Aliyah (MA) khususnya untuk Mata Pelajaran Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas XI. Buku ini disusun berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah. Buku ini menyajikan materi tentang ilmu kalam dan aliran-alirannya, perilaku terpuji, perilaku tercela (israf, tabzir, dan bakhil), keteladanan Fatimah Az-Zahra dan Uways Al-Qarni, akhlak dalam pergaulan remaja, meraih husnul khatimah, tasawuf dan tokohnya, keteladanan Abdurrahman bin Auf dan, Abu Dzar Al-Gifari. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan Tilawātul Qur’an, Peta Konsep, Tokoh, Mutiara Hadis, Kisah Teladan, Khazanah, Kilas Bahasa, Tugas, Kegiatan, Tafakur, Refleksi Diri, dan Proyek, yang dapat memperkaya wawasan siswa.
PENGANTAR BERFILSAFAT
Tuhan Yang Mahaesa, Pemilik dan Sumber Kebenaran dan Kebaikan mutlak, berkehendak dan bersabda bebas tidak karena sebab dan syarat. Bergayut dengan pemahaman tersebut, jika buku ini dapat memandu pembaca menemukan kebenaran dan kebaikan selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana semata-mata karena kehendak dan bimbingan-Nya. Jika kemudian masih ditemukan kesalahan semata-mata karena keterbatasan kemampuan penulis. Semoga selawat dan salam tersampaikan kepada Muhamad Rasulullah penerima dan pembawa risalah kebenaran dan kebaikan. Dengan harapan kita sebagai pengikutnya menjadi dapat berkehendak dan bertindak bijaksana dalam bingkai kasih dan sayang. Selaras dengan pemahaman tersebut, jika kebetulan kita berjalan-jalan dan singgah di toko buku, berkelas nasional seperti Gramedia, Toga Mas, Uranus, maupun yang berkelas lokal, maksudnya selain toko buku tersebut, dan bahkan mungkin loakan buku akan dengan mudah menjumpai buku dengan judul Pengantar Filsafat, Filsafat Ilmu, maupun lain yang memuat kata filsafat. Bukti itu menunjukkan, bahwa hal yang bergayut dengan ranah filsafat menarik untuk ditulis, baik oleh mereka yang secara akademis memang lulusan sekolah tinggi filsafat, maupun mereka yang karena pekerjaannya meminati bidang filsafat. Jika dicermati perihal yang dipaparkan dalam buku tersebut akan diketahui, bahwa umumnya buku-buku filsafat ada menyajikan tentang sejarah lahirnya filsafat, pengertian filsafat, ragam filsafat, sejarah filsafat, nama-nama filsuf dan pemikirannya. Perihal tersebut umumnya dirampat dengan pendekatan deduktif. Diketahui demikian, karena penyajianmateri pada buku tersebut umumnya diawali dengan pemaparan konsep filsafat, jenis filsafat, sejarah filsafat diikuti contoh-contoh dan nama-nama filsuf yang menggawanginya. Bentuk penyajian perihal filsafat seperti itu tentu berpengaruh pada pembaca. Rampatan dengan pendekatan deduktif yang menampilkan konsep atau pemikiran sudah jadi, sehingga secara tidak langsung memaksa pembaca menerima tanpa melalui diskusi. Akibatnya pembaca buku dengan rampatan tersebut berusaha mengingat masing-masing konsepsi yang disampaikan. Padahal, keberadaan filsafat sesungguhnya telah melekat simultan dengan keberadaan diri ini, karena diri ini adalah homofilosofikum. Karena itu, kebenaran dan kebaikan filsafat bukan yang sedang didefinisikan, melainkan yang dirasakan, dipikirkan, dipahami, dimaknai, dan diaktualisasikan. Dipahami demikian, karena filsafat bukan kebenaran dan kebaikan yang ada di luar diri ini, melainkan yang simultan menga- da dengan diri ini sebagai pengetahuan, pengalaman diriku, ide-ide yang menggejala dalam peta kehendak dan harapan selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana. Dipahami seperti itu, karena filsafat berumah pada tanda dan bahasa yang telah terkuasai dan teraktualitaskan, serta telah menjadi denyut kehidupan (prinsipe) yang mengada pada dimensi pa sif-reseptif maupun aktif-produktif. Tidak ada bahasa sesunggunya filsafat juga menjadi tidak mengada. Karena diri ini selama mengada dalam kon tinum ruang dan waktu fana tidak bisa menghindari dan menghindarkan dari kedudukan dan fungsi tanda dan bahasa, maka berarti juga tidak bisa menghindari dan menghindarkan dari kedudukan dan fungsi filsafat. Dengan begitu tidak berlebihan jika dinyatakan, bahwa mempelajari, memahami, dan memaknai filsafat sama dengan mempelajari, memahami, dan memaknai hidup dan kehidupan, karena selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana diri ini terkurung oleh tanda dan bahasa. Setelah mempertimbangkan fakta seperti itu, buku filsafat yang di hadapan Anda kali ini sengaja dirampat dengan pendekatan induktif. Pilihan demikian didasarkan pada pertimbangan bahwa setiap diri ini sesungguhn ya berpotensi sebagai filsuf kalau tidak mau disebut filsuf. Pada keberadaan demikian berarti diri ini sedang terimanen atau terkurung oleh kebenaran dan kebaikan yang telah mengada sebelum diri ini mengada, tetapi seka ligus juga sedang mentransenden atau membebaskan dari keterkurun gan dengan berusaha mengonstruk kebenaran dan kebaikan baru setelah mempertimbangkan pengetahuan dan pengalaman diriku jika digayutkan dengan usaha menerjemahkan tugas pokok sebagai abdi dan khalifah filardi. Resiprokal seperti itu senantiasa menggejala dalam kesadaran sebagai konsekuensi dari dinamissasi keabadian perubahan kedudukan, fungsi, dan peran subjek selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana. Dinamisasi seperti itu adalah siklus kontinum, sebagai keniscayaan, sehingga masing-masing subjek selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana menjadi tertuntut untuk terus belajar. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, ada lima hal yang sengaja dirampat dengan pendekatan induktif pada Buku I ini. Lima hal yang dimaksud, yakni tentang benar dan kebenaran, baik dan kebaikan disajikan pada Bab I, tentang tanda dan bahasa, rumah kebenaran dan kebaikan disajikan pada Bab II, tentang manusia subjek sekunder disaji pada Bab III, tentang manusia subjek pencari disajikan pada Bab IV, dan tentang manusia subjek perekayasa disajikan pada Bab V. Dengan penyajian seperti itu, ketika pembaca berada pada Bab I akan menjumpai pertanyaan-pertanyaan pemandu menemukan dan mendiskusikan konsepsi tentang sifat benar dan kodrat kebenaran, sifat baik dan kodrat kebaikan. Ketika berada pada Bab II akan menjumpai pertanyaan-pertanyaan pemandu menemukan kedudukan, fungsi, dan peran tanda dan bahasa sebagai produk, rumah, sekaligus juga wahana, sarana, alat reproduksi kebenaran dan kebaikan bagi setiap subjek selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana. Ketika berada pada Bab III akan menjumpai pertanyaan pemandu menemukan kedudukan, fungsi, dan peran diri ini sebagai subjek sekunder. Ketika berada pada Bab IV akan menjumpai pertanyaan pemandu menemukan kedudukan, fungsi, dan peran diri sebagai subjek pencari. Terakhir, ketika berada pada Bab V akan menjumpai pertanyaan pemandu menemukan kedudukan, fungsi, dan peran diri sebagai subjek perekayasa. Ketika pembaca menjumpai pertanyaan-pertanyaan pada masing-masing bab diharapkan secara jasmaniah dan rohaniah berusaha melacak dan mendiskusikan tentang esensi dan substansi, serta fungsi perihal yang dipertanyakan. Dengan begitu pembaca akan memberdayakan potensi intelektualitasnya secara timbal balik (resiprokal) atas pengetahuan dan pengalamannya, sehingga ketika harus memilih atau menerima kebenaranVIII dan kebaikan tidak karena terpaksa, melainkan kesadaran sendiri setelah mempertimbangakan bukti, ide, logika, dan harapan. Semoga kita tergolong pribadi yang dapat menerjemahkan tugas pokok sebagai abdi dan khalifah fil ardi dalam dimensi keniscayaan keber- agaman dan keabadian perubahan.
Pengantar filsafat sejarah
Pengantar Memahami Buku Daras Filsafat Islam
Belajar tak ubahnya seperti makan dan ilmu adalah makanannya. Tentu tidak semua makanan dapat ditampung oleh perut kita, sebagaimana tidak semua ilmu dapat secara mudah masuk ke dalam pemahaman kita. Lantaran hal ini, dalam pendidikan ilmu pengetahuan, kita dianjurkan untuk senantiasa memilih dari hal yang sederhana hingga tingkatan yang rumit. Di dalam proses belajar tersebut, kita tak akan menyangsikan bahwa buku dan pembahasan─meskipun berat dan tinggi muatannya─jika tidak dipilih dalam pemahaman dan kapasitas pemikiran pengetahuan sang pelajar, maka akan seperti mengunyah makanan yang kasar dan berat, dimana bagi seorang anak kecil akan dimuntahkan. Di antara pengetahuan yang ada, filsafat termasuk sebuah disiplin pengetahuan yang memiliki sisi kerumitan yagn cukup tinggi. Lantaran itu, dibutuhkan suatu tulisan pengantar guna memasuki gerbang ilmu filsafat. Nah, buku ini tidak lain adalah usaha untuk memenuhi tujuan ini. Penulis buku ini sengaja mendesain buku ini agar pembaca mampu memasuki dunia filsafat Islam yang sebenarnya dengan persiapan yang cukup. Buku ini dengan bahasa dan pembahasan yang dirancang sesederhana mungkin, layak dibaca bagi siapapun. Terutama bagi mereka yang ingin berpikir logis-rasional dan cinta pada pengetahuan. Selamat membaca!
Pengantar Filsafat Keilahian (Teologi)
Buku ini berisi tentang pembuktian akan adanya Tuhan (Bab 1) yang memperkenalkan pemikiran para filsuf yang juga teolog dalam berargumentasi tentang keberadaan Tuhan. Bab ini mengajak mahasiswa untuk mulai membuka pikirannya tentang bagaimana menjelaskan keberadaan Tuhan secara argumentatif. Jika biasanya mahasiswa sebagaimana banyak orang lainnya menganggap keberadaan Tuhan itu sudah dengan sendirinya (taken for granted), maka lewat pelajaran ini mereka diajak memikirkan bagaimana mengolah sesuatu yang selama ini sudah dianggap ada begitu saja. Prinsip-prinsip yang diperkenalkan dalam bab ini seperti ontologis, kosmologis, dan teleologis merupakan prinsip-prinsip yang dapat dikatakan klasik. Mahasiswa Teologi tahun pertama diharapkan tidak kaget jika diajak berargumentasi tentang Tuhan mulai dengan prinsip-prinsip yang klasik tersebut karena diasumsikan mereka sudah lebih terbiasa. Di Bab 2 topik yang dibahas adalah Metafisika. Kembali ini merupakan topik yang klasik. Dalam pemahaman tentang Tuhan, orang terbiasa berpikir bahwa Tuhan itu sosok yang berada di luar yang fisik, maka kata metafisika seolah-olah sesuatu yang biasa saja ketika dihubungkan dengan Tuhan. Namun dalam Filsafat, metafisika mempunyai pengertian yang tidak persis seperti itu. Bab ini memaparkan metafisika sebagai pemikiran tentang yang ada. Jika Tuhan itu ada maka bagaimana ada itu dimengerti. Apakah ada itu sama dengan sesuatu yang dilihat atau diindra atau lebih daripada itu. Bab 3 membahas topik yang hangat yaitu Ateisme. Seperti yang tadi disebutkan, memikirkan Tuhan tidak bisa dilepaskan dari yang sebaliknya yaitu ketika Tuhan itu ditolak keberadaannya. Bab ini memperlihatkan bagaimana ateisme yang serius itu penting untuk diperhatikan. Tujuannya bukan pertama-tama untuk mematahkan argumentasi ateisme melainkan mendalami seluk beluk pemikirannya. Bab ini juga memperlihatkan beberapa konsep yang mirip-mirip dengan ateisme seperti non-teisme religius dan agnostik. Bab 4 bersambung dengan pembicaraan Bab sebelumnya dimana sanggahan tentang keberadaan Tuhan sering kali muncul dari kalangan saintis. Maka Bab ini membicarakan relasi Sains dan Agama. Kecenderungan mengotak-kotakkan kedua bidang tersebut diperlihatkan bukan satu-satunya paradigma yang ada. Bahkan Bab ini memperlihatkan bagaimana sains dapat ditempatkan sebagai sahabat agama. Sebagaimana bab-bab sebelumnya, Bab ini menyodorkan beberapa perspektif mengenai hubungan sains dan agama. Situasi pandemi COVID-19 ketika buku ini ditulis sangat mewarnai diskusi dalam bab ini. Bab 5 dengan gamblang menunjukkan bagaimana apologetika itu seharusnya dijalankan. Judul Bab ini: Epistemologi Kristen mengikuti pemikiran para filsuf Kristen yang mencoba menjelaskan ajaran dan imannya kepada mereka yang bukan Kristen. Dalam konteks Barat, yang bukan Kristen itu adalah kaum ateis dan penganut agama lain. Dalam konteks Indonesia, ateisme tidak terlalu menonjol tapi cara berpikirnya bukan tidak ada dan itulah yang diasumsikan oleh penulis. Tentu saja para penganut agama bukan Kristen juga berada dalam pikiran penulis ketika memberikan bagaimanaapologetika Kristen itu mesti dikonstruksi. Tujuan dari Bab ini adalah memperlihatkan apologetika yang dikemas secara filsafati. Itu berbeda dari apologetika yang banyak dimengerti di Indonesia yaitu menyiapkan jawaban-jawaban bila ditantang orang yang tidak bisa menerima ajaran-ajaran Kristen seperti Trinitas, kebangkitan Kristus dan lainnya. Apologetika yang baik bukanlah menghafalkan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang nanti akan diajukan orang, melainkan kemampuan untuk menjelaskan mengapa saya mempercayai Tuhan seperti yang saya percayai. Jadi apologetika harusnya berguna bagi diri sendiri yaitu memperjelas pada diri sendiri apa yang diyakini. Jika diri sendiri sudah jelas maka akan mudah menjelaskannya kepada orang lain. Bab 6 berisi Model-model Filsafat Teologi yang pada dasarnya merupakan tipologi model-model berteologi. Pembaca akan melihat bahwa Teologi itu ilmu yang plural sekali. Ada banyak model di dalamnya. Tentu saja tidak semua model bisa ditampung dalam Bab ini, apalagi melihat perkembangan sekarang yang masih bertambah variasinya setelah adanya pengaruh pemikiran pos modern, pos kolonial dan mungkin pos-pos lainnya. Para mahasiswa peserta kuliah ini masih merupakan pemula, maka tujuan Bab ini adalah membantu mereka untuk memahami berbagai corak teologi yang mereka akan temui nantinya. Jika mereka langsung terjun ke dunia “persilatan” teologi maka kemungkinan mereka akan kebingungan sendiri. Jadi jika kepada mereka diperkenalkan garis besar kelompok-kelompok teologi, diharapkan itu akan bisa dijadikan kerangka untuk mengikuti argumentasi dari masing-masing kelompok. Bab 7 yang merupakan bab terakhir dari buku ini berisi penjelasan tentang Fundamentalisme. Mengapa topik ini diangkat di sini? Karena fundamentalisme merupakan corak berpikir yang lebih populer di kalangan orang Kristen dan bila itu yang ada maka seluruh usaha yang dibuat dalam kuliah ini akan sia-sia. Kuliah atau buku ini berlawanan dengan fundamentalisme karena ingin mengajak mahasiswa berpikir. Sedangkan fundamentalisme justru anti pemikiran. Yang terjadi dalam fundamentalisme adalah indoktrinasi dan kekerasan. Para pengikutnya dihasut untuk menyetujui sebuah gagasan yang sudah jadi dan terhadap yang berbeda, kaum fundamentalis tidak akan segan-segan melakukan intimidasi bahkan kekerasan fisik. Fundamentalisme jelas akan membuat suasana kehidupan bersama menjadi rusak. Kita tidak ingin itu terjadi maka perlu ada kehati-hatian terhadapnya.
BUKU AJAR ILMU AKHLAK TASAWUF
buku ini dapat membantu mahasiswa dalam menempuh mata kuliah Ilmu Akhlak Tasawuf
Surat-surat Cinta Kahlil Gibran
Buku persembahan penerbit MediaPressindoGroup Ragam Pustaka
Pengantar filsafat
Filsafat ilmu pendidikan
Pengantar Filsafat Hukum
Pengantar filsafat
Pengantar filsafat
HUKUM PERCERAIAN ADAT; TINJAUAN FIQIH & PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERKAWINAN DI INDONESIA
Buku ini disusun berdasarkan hasil riset penulis di desa Rantau Api dengan beberapa kajian literatur yang berhubungan hukum perceraian adat dalam tinjauan qih & peraturan perundang- undangan perkawinan.
Fiqih Keluarga
Nikah adalah perbuatan yang telah dicontohkan Nabi dan bahkan nikah merupakan salah satu ajaran yang telah dibawanya sejak awal islam sampai pada praktik penyebaran Agama islam melalui ajaran perkawinan yang dibawa wali songo. Dalam konsep islam segala bentuk perbuatan manausia yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan penerusnya, begitupun masalah pernikahan masuk dalam kategori disiplin Ilmu Fiqh.
Hukum Fiqih Seputar Nafkah
Judul : Hukum Fiqih Seputar Nafkah Penulis : Maharati Marfuah, Lc Terbit : Wed, 27 May 2020 Halaman : 67 hlm. Kategori : Pernikahan Views: 6.040 views Share: | 685 Keluarga dibentuk dan diikat dalam ikatan perkawinan yang sah. Diantara tujuan perkawinan itu adalah terciptanya saling cinta serta adanya ketenangan dalam keluarga. Semua itu tercapai karena kebutuhan primer kehidupan manusia terpenuhi. Dalam hal ini adalah nafkah rumah tangga, baik berupa materi maupun non materi. Bagaimana aturan nafkah dalam Islam? Apa saja bentuk nafkah itu? Ada berapa macam nafkah? Kapan seorang wajib dan tak wajib memberi atau diberi nafkah? Semua itu tertulis dalam buku sederhana ini. Silahkan membaca! Daftar Isi 4 Mukaddimah. 5 1. Pengertian Nafkah. 6 2. Ayat dan Hadits Nafkah. 9 a. Ayat 9 b. Hadits. 12 3. Diskusi Perbedaan dan Dalil-Dalil 15 4. Macam-Macam Nafkah. 17 a. Nafkah untuk Diri Sendiri 17 b. Nafkah untuk Istri 19 c. Nafkah untuk Kerabat 20 1) Nafkah Anak Kepada Orang Tua. 21 2) Nafkah Orang Tua Kepada Anak. 23 d. Nafkah untuk Benda Milik. 32 5. Konsekwensi Nafkah. 33 6. Standar dan Jenis Nafkah. 34 7. Sebab dan Syarat Nafkah. 45 a. Wajib Bagi Suami 45 b. Syarat Menerima Nafkah. 50 c. Sebab tak Menerima Nafkah. 51 d. Nafkah Istri Lebih dari Satu. 52 8. Nafkah Perempuan Bekerja. 53 9. Nafkah dan Harta Bersama. 55 10. Nafkah dalam Hukum Negara. 61 Penutup. 65
HUKUM PERNIKAHAN ISLAM (Kajian Fiqih)
HUKUM PERNIKAHAN ISLAM (Kajian Fiqih) PENULIS: Dr. NURHADI, S.Pd.I., S.E.Sy., S.H., M.Sy., MH., M.Pd. Muammar Gadapi Mtd, M.Sy. Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-7821-20-5 Terbit : Februari 2020 www.guepedia.com Sinopsis: Perkawinan merupakan sunnatullah bagi manusia dalam kehidupannya di alam semesta ini Perkawinan merupakan perintah Allah swt kepada hambanya untuk memperoleh keturunan yang sah dalam masyarakat, yaitu dengan mendirikan rumah tangga yang damai dan tenteram. Untuk mewujudkan sebuah keluarga yang benar-benar menggambarkan mitsaqan ghalidzan, agama membuat beberapa aturan, agar tujuan disyari’atkan pernikahan tercapai. Wali dalam perkawinan adalah seseorang yang bertindak atas nama mempelai perempuan dalam suatu akad nikah. Akad nikah dilakukan oleh dua pihak, yaitu pihak laki-laki yang dilakukan oleh mempelai laki-laki itu sendiri dan pihak perempuan yang dilakukan walinya. Salah satu penomena yang terjadi di masyarakat adalah pernikahan secara pintas, jika seseorang tidak mendapat restu atau bakalan tidak direstui walinya, maka mereka melakukan pernikahan tanpa walinya tersebut, sehingga wali berpindah kepada orang lain atau penghulu. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
ILMU FIQIH
Ilmu fiqih sudah menjadi disiplin ilmu tersendiri sebagaimana ilmu akhlak dan akidah. Buku ini akan mengantarkan pembaca pada pendalaman yang utuh tentang ilmu fiqih yang dimaksud dan membantu sesorang untuk memahami "wujud nyata makhluk" bernama ilmu fiqih
Fiqih Islam wa Adilatuhu Jilid 1
Ebook ini membahas aturan-aturan syar’I Islamiyah yang disandarkan pada dalil-dalil shahih, baik dari Alquran, hadits, maupun akal. Oleh karena itu, buku ini tidak hanya membahas fiqih sunnah atau membahas fiqih berasakan logika. Ebook ini juga memiliki keistimewaan karena mencakup materi fiqih dari semua madzhab disertai proses penyimpulan hukum dari sumber-sumber hukum Islam, baik naqli maupun aqli (Al-Quran, hadits, serta ijtihad akal yang didasarkan pada prinsip umum dan semangat tasyri yang otentik. Pembahasan dalam buku ini juga menekankan pada merode perbandingan di antara pendapat-pendapat menurut imam empat madzhab, yaitu Imam Hanadi, Imam Maliki, Imam asy-Syafi’i, dan Imam Hambali. Ebook ini terdiri dari sepuluh jilid yang telah diterbitkan. Jilid pertama menyajikan pembahasan pengantar ilmu fiqih, tokoh-tokoh madzhab fiqih, niat, thaharah, dan shalat. [Gema Insani]
Fiqih Ibadah
Disusunya Buku resume fiqh ibadah yang sederhana ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa, akademisi dan masyarakat umum dalam memahami seputar ruang lingkup fiqh ibadah. Harapanya dapat bermanfaat bagi kalangan akademisi dan masyarakat luas untuk bisa menjadi referensi tambahan dalam memenuhi tujuan ibadahnya. Sehingga dapat mengantarkan pribadi yang taat beribadah kepada Allah S.W.T. Buku resume fiqih ibadah ini berisikan uraian ringkasan materi perkuliahan mata kuliah fiqih ibadah yang di kemas secara sistematis dengan gaya bahasa yang menarik dan mudah untuk di pahami. Karena begitu pentingnya tuntunan ibadah, maka penulis menghadirkan buku resume fiqh ibadah ini bagi para mahasiswa, akademisi dan masyarakat umum agar dapat memahami teori dan kemudian mengaplikasikanya dalam kehidupan sehari-harinya. Selamat membaca... semoga keberkahan ilmu yang benar hadir dalam pribadi anda. Amiin.