COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perspektif permensos no 20 tahun 2019 (studi didesa Menggala mas, Kecamatan Tulang Bawang Tengah)
Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Menggala Mas banyak mendapatkan keluhan dari KPM (kelompok penerima manfaat) karena untuk bahan pangan yang diberikan oleh KPM sudah ditentukan dan tidak bisa dipilih sesuai kemauan KPM, jadi sebagian KPM merasa membutuhkan bahan pokok lain namun yang didapat lain lagi. Selain itu, dalam pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tidak tepat sasaran dikarenakan masih banyak penerima BPNT yang berasal dari masyarakat mampu dan bahkan terdapat masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi tidak mendapatkan bantuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Menggala Mas dan untuk menganalisis apakah penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Menggala Mas sudah sesuai dengan Permensos No.20 Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sedangkan sifat penelitiannya bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sehingga dapat di analisis dengan menggunakan teknik analisis yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini bahwa 1) Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Menggala Mas belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan saja dan hanya mengurangi beban pengeluaran yang sebelumnya pengeluaran untuk bahan pokok bisa dialihkan dengan memenuhi kebutuhan lainnya. Dimana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hanya diberikan kepada masyarakat 3 bulan sekali saja bukan setiap bulan sehingga masyarakat merasa tetap belum terpenuhi kebutuhannya. 2) Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Menggala Mas sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 20 Tahun 2019. Dimana dalam hal memberikan bantuan tersebut sudah diberikan kepada masyarakat yang berhak mendapatkan BPNT. Penyaluran bantuan untuk orang penerima kartu manfaat (KPM) berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) telah sesuai ketentuan yang ada. Namun, kenyataan yang terjadi data tidak ditinjau ulang untuk menemukan kejanggalan apabila terdapat masyarakat yang tergolong sejahtera mendapatkan bantuan dan sebaliknya masyarakat miskin kadangkala tidak mendapatkan bantuan pangan non tunai karena pihak yang memverifikasi data tersebut hanya terpaku pada data yang ada tanpa melakukan pengawasan.
Tafsir Tematik-Sosial
Diskursus tafsir tematik sebagai tafsir ideal era kontemporer di Indonesia telah sampai pada pembagian dua arah penafsiran, yaitu dari teks ke realitas dan dari realitas ke teks. Pemilihan salah satu dari dua arah penafsiran tersebut dianggap menentukan hasil penafsiran yang aplikatif dalam menjawab problematika sosial di masyarakat. Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa arah penafsiran dari realitas ke teks lebih diminati oleh para pengkaji tafsir karena dianggap sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Buku ini menyimpulkan bahwa tafsir tematik yang digagas M. Dawam Rahardjo dalam Ensiklopedi Al-Qur'an dan Paradigma Al-Qur'an adalah tafsir tematik-sosial yang menjadikan realitas sosial sebagai titik tolak penafsiran. Dengan bentuk tafsir ensiklopedis yang menjadikan kata-kata kunci sebagai pijakannya, tafsir tematik-sosial ini mempunyai tiga titik tolak, yaitu: konsep ilmu-ilmu sosial dan budaya, istilah-istilah al-Qur'an, dan istilah-istilah keilmuan Islam klasik. Pemilihan konsep tersebut ditentukan berdasarkan permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, tafsir tematik-sosial menggunakan pendekatan kontekstual berupa pendekatan sosial-historis untuk mendialogkan teks dengan realitas.
Efektivitas Whistleblowing terhadap pengendalian Fraud di lembaga keuangan syariah (Studi di BTM An-NUR Mandiri Jaya Punggur Lampung Tengah) Tahun 2023
EFEKTIVITAS WHISTLEBLOWING TERHADAP PENGENDALIAN FRAUD DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (Studi di BTM An-Nur Mandiri Jaya Punggur Lampung Tengah) Tahun 2023 Maraknya kasus fraud di lembaga keuangan syariah telah menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini tidak hanya mengancam integritas sistem keuangan syariah, tetapi juga berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga tersebut. Whistleblowing, sebagai salah satu mekanisme pengendalian internal, dipandang sebagai alat yang efektif untuk mendeteksi dan mencegah praktik fraud. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem whistleblowing dalam upaya pengendalian fraud di lembaga keuangan syariah, dengan studi di BTM An-Nur Mandiri Jaya Punggur Lampung Tengah pada Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan karyawan dan manager BTM An-Nur Mandiri Jaya Punggur Lampung Tengah, serta analisis dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi data efektivitas system whistleblowing. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpilkan bahwa penerapan Whistleblowing terhadap pengendalian Fraud di BTM An-Nur Mandiri Jaya Punggur Lampung Tengah berhasil menciptakan budaya transparansi dan akuntabilitas. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga sebagai pencegah potensial terhadap tindakan Fraud. Penerapan Whistleblowing efektif terhadap pengendalian Fraud di BTM An-Nur Mandiri Jaya Punggur Lampung Tengah, hal ini telah terbukti efektif dalam mengendalikan Fraud sejak terjadinya peningkatan signifikan dalam deteksi dini kasus Fraud potensial.
ANALISIS KINERJA SATUAN KERJA AUDIT INTERNAL (SKAI) DALAM MEWUJUDKAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (Studi di KSPPS BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional)
Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) merupakan salah satu faktor dalam penerapan Good Corporate Governance yang dapat memberikan gambaran yang akurat terkait organisasi untuk dinilai dan memberikan tindakan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. Good Corporate Governance mengacu pada serangkaian prosedur dan struktur yang mengelola dan mengordinasikan berbagai individu yang terlibat dalam operasi sebuah organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) dan menganalisis peran serta fungsi Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) dalam mewujudkan Good Corporate Governance di KSPPS BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research). Adapun sifat dari penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang pada hakekatnya penelitian kualitatif adalah mengamati orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Dalam menganalisis data penelitian menggunakan tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) dalam mewujudkan Good Corporate Governance melakukan upaya – upaya melalui kinerja yang dilakukan oleh tim Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) yaitu perencanaan kerja terukur, proses pemeriksaan profesional, serta pelaporan yang akurat dan independen. Sehingga Good Corporate Governance di KSPPS BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional dapat terwujud dan sustainability /keberlangsungan KSPPS BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional dapat terjaga sampai saat ini.