NAVIA SYIFAURROHMAH
2026 · Book · Open Access
Keberagaman latar belakang agama siswa di sekolah dasar menuntut penerapan strategi pembelajaran yang mampu membangun lingkungan belajar yang inklusif serta menumbuhkan sikap toleransi antar siswa. Dalam hal ini, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berperan sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan sikap saling menghormati melalui proses pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru PAI dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif guna menumbuhkan toleransi antar siswa beragama di SD Negeri 1 Metro Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru PAI, guru kelas, dan siswa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif dilakukan melalui penerapan nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran, pemberian keteladanan sikap saling menghargai, pembiasaan kegiatan belajar bersama tanpa diskriminasi, serta kerja sama antar guru dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Strategi tersebut berperan dalam menumbuhkan sikap toleransi antar siswa sejak dini. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru PAI memiliki peran penting dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif serta menanamkan sikap toleransi beragama di sekolah dasar.
EKA NURDAYANTI FADILLAH
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pendidikan Islam oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya preventif terhadap kenakalan siswa di SMKN 1 Abung Selatan. Latar belakang penelitian ini adalah masih ditemukannya perilaku indisipliner siswa, seperti keterlambatan hadir, pelanggaran tata tertib, penggunaan handphone saat pembelajaran, serta rendahnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pendidikan Islam dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang berorientasi preventif. Guru mengintegrasikan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan akhlak dalam pembelajaran serta kegiatan pembiasaan religius. Pelaksanaan dilakukan melalui keteladanan, nasihat persuasif, penegakan kedisiplinan, serta kegiatan keagamaan rutin. Evaluasi dilakukan dengan memantau perubahan perilaku siswa yang ditandai dengan penurunan keterlambatan dan pelanggaran tata tertib serta meningkatnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Implementasi tersebut berperan sebagai upaya preventif yang efektif dalam menekan kenakalan siswa pada kategori ringan hingga sedang, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih kondusif dan tertib.
ABID ABDILLAH
2026 · Book · Open Access
Arabic language learning at the elementary level is often hampered by low student interest and motivation, as students frequently perceive the subject as difficult and tedious, a phenomen on observed at the An-Nahl Yosorejo Learning Center, Metro Timur. This study aims to evaluate the effectiveness of Mahfuzat learning as aninnovative teaching strategy to increase students' interest in Arabic within a non-formal educational environment. Using a descriptive qualitative approach, the research focuses on the impact of Mahfuzat on students' affective indicators. Data were collected through participatory classroom observations, in-depth interviews with one teacher and five selected students, and documentation studies, then analyzed interactively through data reduction, display, and verification with triangulation techniques. The results indicate that the implementation of Mahfuzat significantly boosted student interest, evidenced by high active participation in recitation activities, improved concentration, and a shift to ward positive perceptions of Arabic. This effectiveness is attributed to the rhythmic repetition (singing) method, whic haligns with elementary-age characteristic sand a relaxed learning environment. This study concludes that Mahfuzat serves as a powerful pedagogical tool to bridge the gap between perceived difficulty and student engagement. Scientifically, this research contributes a practical framework for integrating traditional Arabic aphorisms into modern non-formal curricula to enhance affective learning. For future research, it is suggested to explore the impact of Mahfuzat on broader cognitive outcomes, such as vocabulary retention and speaking proficiency, across more diversede mographic populations.
KHUSNUL HANIFA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran majelis taklim sebagai lembaga pendidikan non-formal dalam mengatasi rendahnya kesadaran beragama dan keharmonisan sosial di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran pengajian rutin jamaah Yasin ibu-ibu dalam membangun karakter keagamaan di Masjid Darusallam, Desa Reno Basuki, Kecamatan Rumbia. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pimpinan pengajian, ustadz, serta jamaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian rutin berhasil meberikan perubahan karakter jamaah melalui empat pilar utama: penguatan Akidah sebagai pondasi mental dalam rumah tangga; peningkatan kualitas Ibadah wajib dan sunnah yang berbasis pemahaman fikih; pembentukan Akhlak mulia dalam menjaga lisan dan etika berpakaian; serta aktualisasi Amaliah nyata melalui dzikir dan kesalehan sosial. Kontribusi penelitian ini memberikan model penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat (pendidikan non-formal) yang efektif bagi ibu rumah tangga dalam menciptakan ketahanan spiritual keluarga dan keharmonisan lingkungan sosial. Melalui integrasi dakwah lisan dan praktik tradisi keagamaan, majelis taklim terbukti mampu menjadi benteng moral di tengah dinamika perubahan zaman.
FERDI AGUSTIAN
2026 · Book · Open Access
This study aims to describe and analyze the role of the Basic Education and Training (Diklatsar) of Barisan Ansor Serbaguna (Banser) in shaping the militancy and moral character of Nahdlatul Ulama (NU) cadres at SMA Pondok Pesantren Sunan Ampel Punggur. This research is motivated by the perception that Banser Diklatsar tends to emphasize physical training and semi-military discipline, thereby overlooking its role in value education, NU ideology, and moral development. The research problems focus on how Banser Diklatsar is implemented, how Islamic education values are internalized in the training process, and how Diklatsar contributes to the formation of cadre militancy and moral character. This study employs a qualitative approach using a descriptive-analytical method. Research data were collected through direct observation of Banser Diklatsar activities, in-depth interviews with Diklatsar participants, Banser instructors, pesantren administrators, and local NU officials, as well as documentation of relevant archives and organizational records. Data analysis was conducted using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Banser Diklatsar plays a significant role in fostering cadre militancy through the internalization of NU ideological values, discipline, organizational loyalty, and readiness to serve. In addition, Banser Diklatsar contributes to moral development through religious habituation, exemplary conduct of instructors, and the internalization of Islamic moral values (akhlaq al-karimah). Therefore, Banser Diklatsar functions as an integral medium of Islamic education in the NU cadreization process.
SALMA HANIFATUS SYAFA
2026 · Book · Open Access
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pembelajaran Akidah Akhlak yang tepat dalam menumbuhkan kepercayaan diri dan mengatasi insecure pada siswa MTs Darul Ulum Panaragan Jaya di era media sosial. Di era digital saat ini membawa perubahan terhadap pola interaksi sosial, fear of missing out, rendahnya harga diri, pembentukan identitas dan perkembangan moral peserta didik. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data mencakup proses reduksi data, display data (penyajian data), dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa banyak yang merasa tidak percaya diri dikarenakan media sosial. Strategi pembelajaran Akidah Akhlak yang diterapkan melalui pembelajaran inkuiri, pembiasaan akhlak positif, diskusi reflektif, mampu membantu siswa meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa insecure. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak berperan penting sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan mental siswa di tengah gempuran era media sosial.
HANI`MATUL FAUZIAH
2026 · Book · Open Access
Capaian belajar yang belum optimal pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar umumnya dipicu oleh dominasi peran pendidik yang menyempitkan ruang keterlibatan bermakna bagi peserta didik. Menyikapi persoalan tersebut, penelitian ini menggunakan Think Pair Share sebagai pendekatan pembelajaran kolaboratif terstruktur yang diimplementasikan dalam desain Penelitian Tindakan Kelas. Tujuh belas peserta didik kelas III SDIT Adz-Dzikro Lampung Utara ditetapkan sebagai partisipan penelitian. Tiga sumber data yang saling melengkapi digunakan, mencakup catatan observasi, transkrip wawancara, dan asesmen hasil belajar, yang seluruhnya dikumpulkan secara sistematis dalam dua siklus tindakan yang bersifat iteratif. Setiap siklus melewati tahapan perencanaan, eksekusi, pemantauan, dan refleksi kritis. Data pascatindakan mengindikasikan trajektori pertumbuhan akademik yang luar biasa, dengan rerata kelas meningkat dari 69,5 menjadi 88,41, sementara proporsi peserta didik yang mencapai ambang ketuntasan minimal melonjak dari 29,41% menjadi 100%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa integrasi penalaran mandiri dengan kolaborasi antarpasangan yang terstruktur secara signifikan meningkatkan kedalaman pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan aktif di kelas. Think Pair Share terbukti merupakan strategi yang andal secara pedagogis untuk mentransformasi hasil pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
DINA ZULVA ISMI MA`LUFAH
2026 · Book · Open Access
This study addresses the limited use of innovative learning media in Civic Education (PKn)which affects students’ activeness and literacy skills in elementary schools. The research aimsto develop educational comic media in PKn learning and to examine its feasibility and students’responses in improving literacy skills. This study employed a Research and Development(R&D) method using the 4-D model, consisting of define, design, develop, and disseminatestages. The subjects of the study were fourth-grade students of SDNU Metro. Data werecollected through interviews with teachers and the school principal, material expert and mediaexpert validation questionnaires, and student response questionnaires. The findings indicate thatthe developed educational comic media is feasible to use based on material and media expertevaluations. Students' responses show a very positive category, particularly in increasinglearning interest, reading motivation, and understanding of Pancasila values. Therefore,educational comic media can serve as an effective alternative learning medium to supportliteracy improvement in Civic Education learning at the elementary school level.
RIKA SETIANINGSIH
2026 · Book · Open Access
Keterampilan membaca merupakan kompetensi fundamental yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan proses belajar peserta didik di sekolah dasar, terutama pada jenjang kelas awal. Berdasarkan hasil pengamatan di kelas I SDNU Metro, diketahui bahwa kemampuan membaca siswa masih berada pada kategori rendah, yang ditunjukkan melalui kesulitan dalam mengenal huruf dan bunyinya, menggabungkan huruf menjadi kata, serta memahami bacaan sederhana. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh kurangnya variasi metode pembelajaran serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan media edukasi berbasis pop up book serta dampaknya terhadap peningkatan keterampilan membaca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas I SD NU Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes awal dan tes akhir, serta dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pop up book mampu meningkatkan keterampilan membaca siswa. Dengan hasil t-test, diperoleh nilai t hitung sebesar 12,782 dengan df 52 dan nilai signifikasi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 dan lebih kecil dari 0,05, maka terdapat perbedaan keterampilan membaca siswa menggunakan media pop up book dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvesional pada siswa kelas 1 SDNU Metro.
LILIS UTAMI
2026 · Book · Open Access
Pendidikan akhlak memegang peran penting dalam pembentukan karakter anak usia dini karena akhlak yang baik menjadi fondasi perilaku mulia dan terciptanya kehidupan sosial yang harmonis. Pada usia emas, anak sangat peka terhadap rangsangan nilai, sikap, dan kebiasaan dari lingkungan sekitarnya. Namun, pendidikan akhlak di lembaga RA seringkali disampaikan secara verbal atau hafalan, sehingga kurang efektif dalam menginternalisasi nilai moral. Anak usia dini lebih mudah memahami nilai melalui pengalaman konkret dan aktivitas bermain. Permainan tradisional seperti Cublak-Cublak Suweng, Gobak Sodor, Petak Umpet, dan Dakon memiliki potensi tinggi sebagai media pembelajaran akhlak karena mengandung unsur kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, kesabaran, sportivitas, dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat interaksi sosial dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain field research di RA Athfalul Huda GUPPI Desa Qurnia Mataram. Subjek penelitian terdiri atas kepala RA, guru, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai pendidikan akhlak melalui permainan tradisional berlangsung secara sistematis, kontekstual, dan berkelanjutan. Anak-anak menanamkan nilai kejujuran, amanah, toleransi, kesabaran, tawadhu’, kasih sayang, dan rasa malu berbuat salah melalui pengalaman bermain, interaksi sosial, kepatuhan terhadap aturan, serta bimbingan guru sebagai fasilitator dan teladan. Perubahan perilaku anak juga terlihat di lingkungan rumah, menunjukkan transfer nilai yang efektif. Permainan tradisional terbukti menjadi strategi pedagogis yang menyenangkan dan relevan dalam pendidikan akhlak anak usia dini, selaras dengan nilai budaya lokal dan prinsip pendidikan Islam.
YEYEN AFRYANI
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam dalam tokoh wayang Semar pada lakon "Semar Mbangun Kayangan" yang diselenggarakan di Desa Mulyosari 16 Polos. Inti dari penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai fundamental Islam seperti Akidah (tauhid), ibadah, dan terutama akhlak mulia (seperti kejujuran, kesabaran, dan kerendahan hati diintegrasikan dalam karakter tokoh Semar dan alur cerita pewayangan. Wayang Kulit bukan sekadar hiburan, melainkan media komunikasi tradisional dan sarana dakwah yang kaya akan makna simbolis untuk membentuk kepribadian individu berlandaskan akhlak mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada pengamatan fenomena dan pendalaman substansi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lakon "Semar Mbangun Kayangan" mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu Nilai Ketuhanan (Ilahiyah) yang berkaitan dengan keimanan kepada kekuasaan Allah, serta Nilai Kemanusiaan (Insaniyah) yang mencakup nilai sosial. Sosok Semar merepresentasikan simbol manusia sempurna (insan kamil) yang mengajarkan bahwa membangun "kayangan" bukan sekadar fisik, melainkan membangun hati nurani, kesabaran, dan kebijaksanaan batin. Nilai-nilai seperti tauhid, kejujuran, dan rasa syukur diinternalisasikan melalui bahasa yang mudah dicerna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pagelaran tersebut menjadi tuntunan hidup dan media dakwah kultural dalam memperkuat akidah dan akhlak masyarakat sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah.
KHUSNUL FADILAH
2026 · Book · Open Access
This study examines the implementation of Islamic values through dzikir fida’ in fostering the religious character of the congregation at Mushola Darussalamah, Dusun V, Reno Basuki Village, Rumbia District, Central Lampung Regency. Dzikir fida’, as a collective spiritual practice, is identified as an effective medium for strengthening faith, moral conduct, and daily behavior grounded in Islamic values, including i‘tiqādiyyah (creedal), khuluqiyyah (moral), and ‘amaliyyah (practical) dimensions. The research employs a qualitative field approach using purposive sampling. Data were collected through structured interviews, participant observation, and documentation involving dzikir leaders, congregation members, and community figures, with data validity ensured through source triangulation. The findings reveal that dzikir fida’, conducted congregationally every Wednesday night until Thursday with a structured sequence of supplications and the recitation of “lā ilāha illā Allāh” 70,000 times, significantly contributes to the development of religious character. Its impact is reflected in enhanced inner peace, strengthened social solidarity, and increased piety. The influence of the practice is evident across social aspects (reinforcing ukhuwah islāmiyyah), psychological aspects (reducing stress and fostering gratitude), and religious aspects (strengthening faith and discipline in worship). Nevertheless, challenges remain, particularly the limited participation of younger generations, which calls for more intensive outreach and promotion. This study contributes to the discourse on character education rooted in spiritual and cultural traditions and offers recommendations for expanding dzikir fida’ as a moral and spiritual intervention within society.
NOPI WULANDARI
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keluarga dalam mempertahankan nilai-nilai religius pada remaja yang mengalami kecanduan game online Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat. Fenomena meningkatnya intensitas bermain game online pada remaja berdampak pada menurunnya kedisiplinan ibadah, pengendalian diri, serta sikap religius dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga memiliki peran strategis sebagai lingkungan pendidikan pertama dalam menanamkan dan menjaga nilai-nilai religius melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, komunikasi yang intensif, serta pengawasan terhadap penggunaan waktu bermain game. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orang tua, pemberian nasihat keagamaan secara persuasif, serta penciptaan suasana keluarga yang religius mampu membantu remaja menyeimbangkan aktivitas bermain game dengan kewajiban keagamaan. Dengan demikian, peran keluarga sangat menentukan dalam membentuk kembali sikap religius remaja meskipun berada dalam tantangan kecanduan game online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam mempertahankan nilai-nilai religius remaja usia 15-18 tahun yang mengalami kecanduan game online Mobile Legends di Kelurahan Mulyosari. Teknik analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memahami bagaimana pola komunikasi, keteladanan, serta pengawasan orang tua dapat menjaga dimensi religiusitas anak di tengah arus digital.
LU'LUYATUL A'LA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai pendidikan Islam untuk membentuk generasi yang unggul dalam proses pembelajaran di SMPN 2 Raman Utara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan sentral dalam menanamkan nilai-nilai keislaman seperti tauhid, akhlak, kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan religius di sekolah. Implementasi nilai-nilai tersebut diperkuat dengan kegiatan tadarus, salat berjamaah, dan keteladanan guru dalam bersikap. Kendala yang dihadapi meliputi kurangnya fasilitas keagamaan dan keterbatasan pemahaman guru non-PAI terhadap nilai Islam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan orang tua dalam membangun budaya religius di sekolah.
SERLY MARLINA
2026 · Book · Open Access
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang dipicu oleh penggunaan media sosial, khususnya TikTok, telah menimbulkan permasalahan etis di kalangan siswa, seperti ketergantungan pada media digital, orientasi berlebihan pada pengakuan sosial, serta perubahan sikap, tutur kata, dan perilaku di lingkungan sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam pembentukan etika siswa di era digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk dan menginternalisasikan etika Islami siswa di tengah fenomena FOMO pada penggunaan TikTok di SMA Darussalam Adijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan pengontrol moral dalam membentuk etika siswa. Guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai etika Islam, seperti adab bermedia sosial, tanggung jawab, kesederhanaan, dan pengendalian diri, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan keagamaan sekolah. Selain itu, penguatan etika dilakukan melalui nasihat, pembiasaan, serta pendekatan persuasif agar siswa mampu mengelola penggunaan TikTok secara bijak dan proporsional. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan peran guru PAI sangat penting sebagai benteng moral siswa dalam menghadapi arus budaya digital, sehingga sekolah perlu mendukung pengintegrasian literasi digital berbasis nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI secara berkelanjutan.
ASHARA MUSAFA
2026 · Book · Open Access
Tradisi Suroan merupakan budaya lokal masyarakat Jawa yang masih dilestarikan di Dusun Bumiasri Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur dan mengandung nilai-nilai religius Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Islam serta pemahaman dan penghayatan masyarakat terhadap nilai akidah, ibadah, dan akhlak dalam tradisi Suroan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, melibatkan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Suroan telah mengalami transformasi makna dari sekadar tradisi budaya menjadi media dakwah kultural yang efektif. Proses internalisasi nilai Islam berlangsung secara bertahap melalui pembiasaan, keteladanan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Nilai akidah terinternalisasi melalui penguatan tauhid dalam doa bersama, nilai ibadah melalui pembiasaan tahlilan, sedekah, dan pengajian, serta nilai akhlak melalui praktik gotong royong, solidaritas, dan ukhuwah Islamiyah. Masyarakat tidak hanya memahami tradisi Suroan sebagai adat, tetapi menghayatinya sebagai aktivitas bernilai ibadah yang memberikan ketenangan batin dan memperkuat kesadaran beragama. Internalisasi nilai ini berdampak pada perubahan perilaku keagamaan dan sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tradisi Suroan terbukti mampu menjadi sarana harmonisasi antara ajaran Islam dan budaya lokal dalam membentuk karakter religius dan harmoni sosial masyarakat.
AULIA IZZATUL JANNAH
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini mengkaji peran guru pendidikan agama Islam dalam membimbing akhlak peserta didik dalam menghadapi pengaruh budaya Korean Pop (K-Pop) pada kelas X-7 SMA Negeri 2 Metro. Fenomena budaya K-Pop yang berkembang pesat di kalangan peserta didik memiliki implikasi terhadap pembentukan identitas diri, gaya hidup, serta kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, sehingga diperlukan pendekatan pembinaan akhlak yang tepat dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pendidikan agama Islam menjalankan perannya melalui penguatan pembelajaran akhlak, keteladanan sikap, serta pembinaan dan pendampingan langsung kepada peserta didik. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai Islam sekaligus membentuk sikap kritis dan selektif peserta didik dalam menyikapi budaya populer. Melalui bimbingan yang bersifat edukatif dan non-represif, guru pendidikan agama Islam membantu peserta didik menempatkan hiburan secara proporsional serta menyeimbangkannya dengan kewajiban keimanan dan ibadah. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam memiliki kontribusi penting dalam pembentukan akhlak peserta didik di tengah arus globalisasi budaya, serta menawarkan model pembinaan akhlak yang relevan dengan perkembangan zaman.
LULUK INDRIANI
2026 · Book · Open Access
Abstrak Tradisi puasa sunnah merupakan salah satu praktik keagamaan yang berkembang di lingkungan pesantren dan diyakini berperan dalam pembentukan karakter santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi puasa sunnah serta perannya dalam membentuk kedisiplinan diri santri di Pondok Pesantren Darussalam Simpang Mesir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap santri, ustaz/ustazah, serta pengasuh pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik puasa sunnah, seperti puasa laduni, puasa 41 hari, puasa nyatus, puasa naun, dan puasa Daud, berkontribusi dalam melatih pengendalian diri, keteraturan waktu, kesabaran, serta kepatuhan santri terhadap aturan pesantren. Puasa sunnah juga mendorong santri untuk lebih disiplin dalam menjalankan ibadah, belajar, dan aktivitas keseharian. Dengan demikian, puasa sunnah tidak hanya berfungsi sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang efektif dalam membentuk kedisiplinan diri santri di lingkungan pesantren.
MUTIA KAMIL
2026 · Book · Open Access
Abstract This study examines the process of internalizing the Islamic values of Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah (Aswaja) Al-Nahḍiyyah through quarterly religious activities in Sungai Sibur Village, South Sumatra, Indonesia. Sungai Sibur represents a rural community that continues to preserve locally embedded Islamic traditions rooted in Aswaja principles. A descriptive qualitative approach was employed, involving religious leaders and representatives of the Muslimat NU congregation as research participants. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed thematically. The findings reveal that the quarterly activities engage diverse segments of the community, including Muslimat NU members and local religious figures. These activities serve as an effective mechanism for internalizing Aswaja values particularly moderation (tawassuṭ), balance (tawāzun), and tolerance (tasāmuḥ). The internalization process occurs through habituation, exemplary practices, social interaction, and contextually relevant religious understanding. Moreover, the activities contribute to strengthening Nahdlatul Ulama identity, fostering Islamic social cohesion (ukhuwah Islamiyah), and shaping the communitys religious character. Nevertheless, challenges remain, notably limited religious literacy among certain community members and geographical constraints. This study underscores the significant role of local religious traditions in promoting moderate and religious character formation within rural Muslim communities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah (Aswaja) Al-Nahḍiyyah melalui kegiatan rutin triwulan di Desa Sungai Sibur Sumatera Selatan, Indonesia. Hal ini dikarenakan Desa Sungai Sibur merupakan salah satu desa yang masih menjaga tradisi keislaman dalam konteks lokal yang berlandaskan Ahlusunnah wal Jama’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori internalisasi nilai yang menekankan proses transformasi, transaksi, dan transinternalisasi. Informan penelitian terdiri atas tokoh agama, perwakilan dari salah satu jamaah Muslimat dan Fatayat. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan triwulan diikuti dari berbagai lapisan masyarakat mulai dari Muslimat NU fatayat NU dan tokoh agama. Kegiatan ini berfungsi sebagai media internalisasi nilai-nilai Aswaja, khususnya nilai moderasi (tawassuṭ), keseimbangan (tawāzun), dan toleransi (tasāmuḥ) ditanamkan melalui proses pembiasaan, keteladanan, interaksi sosial, serta pemahaman keagamaan yang relevan dengan konteks masyarakat setempat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat identitas ke-NU-an, meningkatkan ukhuwah Islamiyah, serta membentuk karakter religius masyarakat. Adapun kendala yang muncul meliputi keterbatasan pemahaman sebagian warga dan kondisi geografis yang kurang mendukung. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi keagamaan lokal memiliki peran penting dalam membangun karakter moderat dan religius pada masyarakat pedesaan.
ULFA ZAHROTUL KAMILA
2026 · Book · Open Access
The rapid development of digital technology has significantly transformed communication patterns, particularly among adolescents. Social media platforms, such as Instagram, have become dominant spaces for interaction, self-expression, and information dissemination. This study aims to analyze the effectiveness of Instagram as a da’wah medium in instilling Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) values among adolescents who follow the @rifqilmoeslim account in Purwosari Village, North Metro City. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving adolescent followers of the @rifqilmoeslim account. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that Instagram is effective as a da’wah medium in enhancing adolescents’ religious understanding, awareness, and behavior. The effectiveness is reflected in cognitive aspects (increased religious knowledge), affective aspects (positive attitudes toward Islamic values), and behavioral aspects (changes in worship practices and daily conduct). The visual, concise, and relatable da’wah content presented on Instagram contributes to higher engagement and acceptance among adolescents. This study concludes that Instagram can function as an effective contemporary da’wah medium when utilized creatively and contextually to address adolescents’ religious needs.