Strategi Pembelajaran PAI dalam Menumbuhkan Kesadaran Keagamaan Siswa SMP
Kesadaran beragama memainkan peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Salah satu pendekatan yang efektif dalam konteks ini adalah Inquiry-Based Learning (IBL), yang mendorong pembelajaran aktif melalui penyelidikan dan refleksi kritis. IBL memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi, memahami, dan menginternalisasi nilai-nilai agama secara mandiri. Namun, penerapan pendekatan ini menghadapi tantangan, terutama karena pemahaman guru yang terbatas tentang IBL dan partisipasi pasif siswa dalam pendidikan agama yang bersifat tradisional dan berbasis ceramah. Penelitian ini berfokus pada penggunaan IBL untuk meningkatkan kesadaran beragama siswa kelas VIII di SMPN 1 Punggur, Lampung Tengah, di mana ditemukan masalah seperti rendahnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan dan buruknya hubungan sosial antar siswa. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi inquiry based learning serta dampaknya terhadap kesadaran keagamaan siswa?. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan straregi IBL serta dampaknya dalam menumbuhkan kesadaran beragama. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif Kualitatif, dengan menggunakan metode seperti observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Informan dalam penelitian ini antara lain: kepala sekolah, guru PAI dan siswa kelas VIII di SMPN 1 Punggur. Adapun uji keabsahan data menggunakan Teknik triangulasi. Kemudian setelah seluruh data terkumpul maka akan dilakukan analisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IBL secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa dengan ajaran agama dan mendorong refleksi terhadap nilai-nilai moral dan spiritual, yang mengarah pada pemahaman dan pelaksanaan ritual keagamaan yang lebih baik. Meskipun terdapat tantangan dalam penerapan oleh guru dan kebutuhan akan pelatihan lebih lanjut, penelitian ini menyoroti dampak positif IBL dalam menumbuhkan kesadaran beragama dan meningkatkan interaksi sosial siswa. Pendekatan ini menawarkan solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan pendidikan agama di sekolah, serta berkontribusi dalam pengembangan individu yang bertanggung jawab dan memiliki kesadaran spiritual.