Peran pengurus pondok dalam menanamkan sifat disiplin santri tingkat Di Pondok pesantren Darul Ulum seputih banyak lampung tengah.
Abstract Abstrak : Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis fenomena penurunan tingkat keaktifan pada santri tingkat Tsanawiyyah. Penurunan ini diduga disebabkan oleh peningkatan beban akademik yang signifikan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pertanyaan utama mengenai bagaimana peran pengelola pondok pesantren dalam mengatasi permasalahan tersebut. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pemilihan metode kualitatif didasarkan pada sifat penelitian yang naturalistik. Proses pengumpulan data melibatkan teknik pengambilan sampel melalui dokumentasi, observasi partisipan, dan wawancara mendalam. Partisipan wawancara terdiri dari santri, ustadz, serta pimpinan pondok pesantren. Guna menjamin validitas data, dilakukan triangulasi sumber sebagai strategi untuk memastikan keabsahan informasi yang diperoleh. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang relevan.( Susanto 2023 ) Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengelola pondok pesantren memainkan peran krusial dalam internalisasi nilai-nilai kedisiplinan pada santri melalui program pembinaan yang terstruktur, pengawasan, dan bimbingan. penelitian ini difokuskan pada bagaimana pengurus pondok sebagai pembimbing dan pendamping untuk menjalankan tugasnya dalam mengendalikan program pondok serta mengawasi dan mengarahkan santri dalam kehidupan sehari-hari.(Rahmi,Afifah, 2024 ) Dengan pendekatan yang komprehensif penelitian ini mencoba mengidentifikasi tantangan dan proses yang dilalui Pengurus pondok dalam menciptakan santri yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki Karakter Disiplin yang kuat, sesuai dengan kaidah Islam sehingga dapat mencetak santri yang siap berjuang di masyarakat, yang memiliki jiwa santri yang kental. Studi ini mengimplikasikan urgensi fungsi kepengurusan pondok pesantren dalam upaya menumbuhkan karakter disiplin di lingkungan pendidikan pesantren Abstract : This research endeavors to investigate students at the Tsanawiyyah level who exhibit increasing inactivity due to heightened academic pressures, which subsequently leads to a decline in their overall engagement. Consequently, this study explores the role of administrators in addressing this issue. A qualitative research methodology was employed, utilizing interviews, observations, and documentation as data collection techniques. The adoption of a qualitative approach was predicated on the naturalistic nature of the research context. Data were gathered through sampling techniques encompassing documentation, observation, and interviews involving students, teachers (ustadz), and the head of the boarding school. To ensure the reliability of the findings, data validity was established through triangulation of sources. Data analysis involved the processes of data reduction, data presentation, and the formulation of conclusions. The findings of this analysis indicate that boarding school administrators fulfill a crucial role in cultivating student discipline through coaching, supervision, and guidance. The central focus of this study is to examine how boarding school administrators, acting as mentors and guides, execute their responsibilities in overseeing the boarding school program and supervising and directing students in their daily routines. Utilizing a comprehensive approach, this research seeks to identify the challenges and processes encountered by the Boarding School Management in developing students who are not only academically proficient but also possess a robust disciplined character, aligned with Islamic principles, thereby preparing them to actively contribute to society with a strong sense of student ethos. The implications of this study underscore the significance of the role of Islamic boarding school management in fostering discipline within the context of Islamic boarding schools.