Keterkaitan Antara Perilaku Sosial Remaja Dan Status Fatherless
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku sosial remaja berkaitan dengan status fatherless. Tidak adanya figur ayah dalam kehidupan seorang anak, baik secara fisik maupun emosional, disebut sebagai status fatherless. Perilaku sosial adalah cara seseorang berinteraksi secara baik dengan orang lain seperti bekerja sama, berempati, dan berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan responden sebanyak 118 siswa SMP Ibs Nur Shofin. Penelitian ini menggunakan instrumen Father-Love Absence Scale (FLAS) digunakan untuk mengukur status fatherless dan Social Skills Improvement System-Rating Scale (SSIS-RS) digunakan untuk mengukur perilaku sosial remaja. Uji asumsi yang mencakup normalitas dan linearitas telah dilakukan, dan hasilnya menunjukkan bahwa asumsi tersebut memenuhi syarat untuk digunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif sedang yang signifikan antara perilaku sosial dan status fatherless (r = -0.416, p 0.01). Artinya, semakin tinggi tingkat ketiadaan peran ayah, maka semakin rendah perilaku sosial yang ditunjukkan oleh remaja. Penelitian ini menegaskan peran penting yang dimainkan oleh ayah dalam mendukung perkembangan sosial remaja dan dapat berfungsi sebagai dasar untuk intervensi sosial dan pendidikan.